Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Membujuk Burung Putih


__ADS_3

Kai Long kembali ke gua dengan tubuh yang sedikit terasa sakit, ada luka - luka tersembunyi yang belum diketahui Kai Long karena kemampuannya terbatas. Zu Lei sedang bersila dan memejamkan mata, Kai Long langsung duduk bersila dan ikut memejamkan mata. Empat jam kemudian.


" Kai Long ! kamu belum punya kemampuan memulihkan diri " kata Zu Lei.


" Bukalah halaman selanjutnya dari "Buku Dewa Pedang" ! di situ ada pelajaran memulihkan diri" suruh Zu Lei.


Kai Long membuka halaman selanjutnya dari "Buku Dewa Pedang". Ada puisi di bagian atas halaman.


" Hati sehat tubuh sehat"


" Tubuh sehat karya sehat"


" Hati sakit tubuh sakit"


" Tubuh sakit karya sakit"


"Sakit dan sehat"


Kai Long menoleh pada Zu lei, melihat wajah Zu Lei apakah Kai Long benar menyuarakan puisi itu. Zu Lei terpejam, tidak menanggapi Kai Long, lalu dia melanjutkan membaca anak judul di bawah puisi.


Lima Langkah pemulihan diri :

__ADS_1


" Alirkan kehangatan ke hati"


" Sebarkan bersamaan "


" Jantung, badan, kepala"


" Tangan, kaki"


"Darah, otot, tulang"


Kai Long mulai mempraktikkan cara pemulihan diri ini. Tubuh Kai Long mulai memendarkan cahaya kuning dari badan, kepala, tangan dan kakinya.


Hal ini berlangsung selama empat jam, empat jam itu terbagi menjadi dua jam percobaan dan dua jam pelancaran. Jika benar - benar mahir maka luka berat hanya butuh satu jam untuk dipulihkan.


Zu Lei sudah pergi tanpa sepengetahuan Kai Long. Kai Long pergi menuju kolam teratai Es.


" Burung putih ? maukah kamu menjadi istri burung hitam ?" pinta Kai Long.


Burung putih menjelma manusia dalam keadaan terselubung cahaya putih.


" Jika kamu ingin menyerap teratai es, silahkan ! karena pamanmu, aku merelakannya !" jawab burung putih.

__ADS_1


" Aku ingin menyerap teratai es, tapi aku ingin membantu burung hitam juga ! terimalah kakak burung putih !" bujuk Kai Long.


" Bocah ! bocah ! manfaat apa yang burung hitam itu berikan padamu ! oh ! aku tahu, dia telah mewariskan energi gelapnya padamu. Aku akan mewariskan energi terangku tetapi kamu jangan lagi memohon atas nama burung hitam ! bagaimana ?" tawar burung putih.


" Tidak ! aku ingin membantu burung hitam ! aku merasakan dia sangat kasihan !" seru Kai Long. Burung putih diam, lalu dia berkata : " Baik ! aku akan menuruti permintaanmu"


" Benarkah ? terima kasih" ucap Kai Long.


" Tapi dengan satu syarat, bawa belut putih di danau beku yang ada di kaki gunung ini kepadaku !" pinta burung putih.


" Kenapa membawanya ?" tanya Kai Long.


" Pokoknya bawa dia ke sini !" tegas burung putih. Setelah itu Kai Long bergegas menuju danau di kaki gunung es.


Danau itu beku, es tebal melapisi permukaan air seakan - akan menjadi kaca tebal yang sangat buram. Kai Long tiba di danau tapi tidak melihat pergerakan belut putih.


Kai Long lari cepat ke tengah danau, sampai di tengah danau, Kai Long jongkok dan melubangi permukaan es tebal dengan pedang kayunya.


" Belut putih ! belut putih ! keluarlah ! aku ingin berbicara denganmu !" seru Kai Long dan belum ada tanggapan sama sekali.


Angin dingin berhembus ke danau beku, sementara salju turun perlahan - lahan.

__ADS_1


" Belut putih ! keluarlah ! ayo bicara !" teriak Kai Long.


Di kedalaman danau beku, ada belut putih memancarkan cahaya putih susu, bergerak lambat menuju Kai Long, gerakan itu sangat lambat, lebih lambat dari pada berjalannya terpidana mati menuju tempat eksekusi.


__ADS_2