Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Bidang Cahaya Kuning


__ADS_3

Siang Hari : Akademi Cahaya.


" Selamat datang tuan muda ? apa yang kalian butuhkan ?" tanya seorang petugas perempuan, dia adalah manusia non kultivator. Akademi bekerja sama dengan manusia biasa sebatas apapun yang dimampui.


" Kami hanya melihat - lihat dulu kakak ? kami tidak bawa uang !" jawab Zuwen, sopan.


" Silahkan ! melihat - lihat juga baik !" susul perempuan itu.


Di dalam gedung itu banyak murid - murid dari berbagai kelas wira - wiri.


" Kak Wen ? di mana tempat JZ di jual ? aku mau melihatnya ?" tanya Kailong.


" Di lantai dua, ayo kita ke sana !" ajak Zuwen, menuju ke satu kotak terlihat seperti papan keramik mengkilap hitam. Mereka berdua berdiri di papan hitam kotak itu lalu papan itu menyalakan cahaya biru, lalu papan hitam yang ditempel di langit - langit yang lurus ke bawah dengan papan hitam yang dipijak mereka berdua juga menyala biru.


Papan hitam di bawah mendorong mereka berdua dengan cahaya biru ke atas menuju papan hitam di langit - langit dan menembusnya. Kailong merinding karena berpikir bahwa dirinya akan ditatapkan pada papan hitam di atas, dan sempat salah tingkah. Melihat itu Zuwen menahan tawa dan memegangi Kailong.


Muncullah Kailong dan Zuwen di lantai dua, Kailong masih deg - degan sebab kejadian itu. Sampai di lantai kedua ini, Kailong melongo lagi. Karena tidak ada satupun barang berada di lantai atau meja - meja panjang, semua barang melayang - layang di atas kepala, dengan tali cahaya tipis - tipis merangkai benda - benda itu.

__ADS_1


Pandangan kebawah luas dan rapi di atas. Setiap penjual berjajar rapi dengan dengan masing - masing satu penjaga menunggu pengunjung datang.


Semua JZ di tampilkan berdiri dan bergerak memutar acak pelan - pelan, sehingga kemilau dari bahan baku JZ yang berwarna - warni menjadi fenomena tersendiri untuk diamati dan dinikmati.


Mereka berdua melihat - lihat JZ yang berputar acak, kemudian seorang penjaga melayani mereka. Penjaga itu memberikan buku tebal terbuat dari kertas mengkilap yang ulet. Semua informasi produk yang mereka jual tersebutkan di buku itu.


Zuwen membaca buku itu sedangkan Kailong melongo, matanya menatap kelap - kelip JZ yang rata - rata kotak itu. Zuwen menyenggol pinggang Kailong dengan pinggangnya, lalu memberikan buku itu kepadanya. Kailong membuka - buka buku.


" semua ! semua !" gumam Kailong sambil membalik buku itu.


Penjaga menahan tawa, tidak sopan tertawa di depan calon pembeli, seberapapun lucu tingkahnya. Itulah yang diajarkan oleh pemilik rumah - rumah JZ kepada para penjaga. Walaupun tawa ditahan, tetap ketahuan juga maksudnya.


" Ayo kita cari !" Jawab Kailong dengan keadaan masih melihat buku dan sesekali membaliknya.


" Mendapatkan koin emas ada caranya, tidak bisa kita asal cari ! itu bukan batu sungai !" susul Zuwen, agak sebal menanggapi Kailong yang tidak sembuh - sembuh rasa kagumnya.


" Ayo ! pelajari caranya !" jawab Kailong sambil menyerahkan buku ke penjaga.

__ADS_1


" Kita pulang dulu ! tanya kakek, bagaiamana anak seusia kita bisa menghasilkan koin emas yang banyak" usul Zuwen.


Mereka berdua kembali ke kediaman Zu menjelang sore.


Mereka menuju kamar pribadi Zujing. Zujing terlihat santai, seperti kakek paling bahagia di dunia. Merasakan kehadiran Zuwen dan Kailong, Zujing bersiap, hal apalagi yang mau dikerjakan bocah - bocah itu.


" Kakek ! kami mau cari uang !" paduan suara yang kompak dan semarak dari Zuwen dan Kailong.


" Cari uang ? untuk apa ?" tanya Zujing memegang jenggot putihnya.


" Untuk beli JZ yang banyak !" Kailong cepat tanggap.


" Ya, Kailong mau beli JZ yang banyak" dukung Zuwen.


" Harga satu batang JZ paling mahal adalah lima ratus koin emas, kalian bisa dapat uang banyak asalkan memenangkan pertandingan keluarga para Bangsawan" kata Zujing.


" Berapa hadiahnya kek ?" tanya Kailong, semangat.

__ADS_1


" lima puluh ribu koin emas " jawab Zujing, salah satu sudut bibirnya tersungging. Dua bocah itu melongo, lima puluh ribu emas bisa buat main lempar tangkap selama sebulan.


__ADS_2