Di Atas Ranjang Om Rudy

Di Atas Ranjang Om Rudy
Hasrat hati Om Rudy


__ADS_3

Satria baru saja memarkirkan mobilnya di luar gedung Dunant, ada rapat ringan dengan departemen pemasaran mereka. Di saat yang sama mobil Myla pun baru saja berhenti dan gadis itu sedang mempersiapkan dirinya, merapikan rambut, menambahkan bedak dan memoles bibirnya. Satria tanpa sengaja melihat kegiatan Myla, sepintas lalu Satria memberi penilaian cukup cantik pada gadis di sebelah mobilnya. Hari ini Myla ada janji dengan Daisy, owner Dunant yang masih ada pertalian keluarga dari pihak om Rudy.


Satria dan Myla turun dari mobil bersamaan dan melangkah memasuki lobi kantor, dengan sikap gentle Satria membukakan pintu untuk Myla. Gadis itu menoleh, sesaat dia terpana dengan sosok tampan yang sedang tersenyum ramah kepadanya, lengan kokohnya menahan pintu agar Myla bisa masuk dengan mudah. Kulit wajah yang bersih, hidung yang mancung dengan alis yang tebal, tubuh tinggi dengan dada bidang yang cukup tercetak karena kemeja slim fit yang digunakan Satria.


“Terima kasih,” ujar Myla dengan senyum lebar.


“Sama-sama,” Senyum Satria benar-benar seperti magnet yang dengan mudahnya menarik perhatian kaum hawa.


Keduanya berjalan ke resepsionis untuk bertanya,


“Ibu Daisy ada? Saya sudah ada janji,” Myla dan Satria spontan saling berpandangan dan tersenyum lebih lebar.


“Maaf, Mba dan Mas ini siapa dan dari mana ya?” tanya Mba resepsionis yang melongo sejenak dan kemudian itu tersenyum.


Satria memberi kode untuk Myla agar berbicara terlebih dulu, perhatian Satria pun teralihkan ketika ponselnya berdering dan menjauh dari meja resepsionis. Satria menjawab beberapa pertanyaan Demian yang menelponnya lalu melihat resepsionis memberinya kode jika sekarang adalah gilirannya.


“Dengan Mas Satria dari Sparkling advertising ya?” tanya Mba resepsionis dengan ramah.


“Iya, benar, Mba,” Satria menjawab dengan ramah pula, dia merasa gadis di sampingnya itu sedang memperhatikan dirinya.


“Mba Myla dan dan Mas Satria sudah ditunggu Bu Daisy di ruangannya, mari saya antar langsung.” Perempuan yang memiliki tag nama Astuty itu mempersilakan keduanya berjalan menuju lift. Satria berdiri tegak dengan tas yang menyelempang di bahunya. Myla melirik Satria lagi yang tampak keren di matanya, tak perlu menunggu berpikir lagi Myla memutuskan untuk menyukai laki-laki di sampingnya ini. Sementara ingatan Satria tertuju pada sosok bayi Rangga yang mengetuk rasa rindu di hatinya.


“Heeeyy… kalian datang bersamaan ternyata, waah … kalian gak sedang janjian kan?” kelakar Daisy owner perusahaan yang bergerak di bidang fashion offline dan online yang sudah terkenal. Pasar mereka sudah merambah ke mancanegara. Wanita itu terlihat lebih muda sedikit dari tante Katrin tetapi perempuan itu belum menikah.


“Gak laah Tante Daisy, aku aja baru ketemu Mas-nya di luar, cuma sempat dengar aja kalo dia dari Sparkling,” jawab Myla seraya mengecup kedua pipi tante jauhnya itu. Satria menyalami Daisy dan duduk di kursi samping Myla.


“kalo gitu kalian kenalan dulu deh,” Daisy memandang keduanya bergantian, dia merasa takjub dengan pasangan muda di hadapannya itu, seorang gadis yang cantik dan cerdas juga laki-laki muda yang tampan juga mapan.

__ADS_1


“Carmyla Hermawan, dari cabang RH Corps,” Myla menyebut nama lengkapnya yang membuat Satria membeku mendengar nama belakangnya. RH Corps yang disebutnya adalah milik om Rudy, ayah tirinya.


“Satria Abimana, CEO Sparkling Advertising,” jawab Satria dengan penuh kharisma dan wibawa.


Mereka bersalaman dengan singkat tetapi bagi Myla itu adalah momen yang sangat berkesan untuknya.


“Myla sedang mencari rekanan advertising yang baru, naah kebetulan karena Satria hari ini akan presentasi jadi aku minta Myla datang sekalian. Kali aja kalian bisa menjalin asmara eeeh kerja sama maksudku,” Daisy tertawa kecil, Satria hanya menarik seulas senyum sementara Myla terlihat menahan rona merah di pipinya.


“Menjadi suatu kebanggaan Sparkling jika bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan ternama seperti RH Corps,” sanjung Satria pada Myla.


“Kita ke ruang rapat ya sekarang, tim saya sudah menunggu di sana.” Daisy berdiri dan mempersilakan kedua tamunya untuk menuju ruang rapat. Tak lama Demian pun muncul di ujung selasar ruangan di temani Astuty, Satria memintanya menyusul untuk menjadi asistennya hari ini dan sekaligus memperkenalkan Demian sebagai kepala bidang kreatif yang sekaligus seorang fotografer handal. Satria juga menyebut Chiko dan Dora sebagai tim media mereka. Satria sudah mendesain salah satu gambar untuk iklan Dunant yang terlihat sangat menarik dan modern. Myla benar-benar mengagumi cara kerja Satria dan timnya. Tentu saja dia akan segera membuat kerja sama dengan sparkling.


“Pak Bos, cewe yang disamping Bu Daisy siapa sih? Pak Bos ada utang ya? Ngeliatin mulu soalnya,” bisik Demian ketika mereka sudah selesai dengan presentasi mereka.


“Dia calon klien kita, bos anak perusahaan RH Corps, sekaligus anak dari komisaris RH Corps.” Satria menaikkan tali tasnya ke bahunya, dan melangkah tenang keluar ruangan.


Alis Satria hanya dinaikkannya saja sebagai tanda iya atas jawaban Demian.


“Pepet terus Pak Bos, kerja sama ini bagus untuk Sparkling!” desis Demian penuh semangat, Satria hanya tersenyum mengiyakan tetapi dalam hatinya andai saja tidak ada kerja sama yang terjalin dengan Myla. Dia tidak ingin terlibat jauh dengan kehidupan pribadi tante Katrin yang juga ibu bagi Satria dan Myla.


“Bagaimana kalau kita makan siang bersama untuk membahas calon kerjasama kita?” tawar Myla tanpa menunda waktu lagi pada Satria dan Demian. Kedua laki-laki itu saling memandang, Demia memberi kode iya untuk ajakan Myla.


“Baiklah, kami baru di kota ini jadi mungkin Mba Myla bisa merekomendasikan restoran yang paling enak,” jawab Demian. Senyum Myla semakin merekah lebar, lalu mereka berbincang sejenak untuk memandu arah menuju restoran pilihan Myla. Satria hanya lebih banyak diam, pikirannya sedang tidak bersamanya melainkan pada Liany dan bayinya.


[Apa kau sudah makan siang?] tanya Satria lewat pesan yang dikirimkannya pada Liany. Satria duduk berhadapan dengan Myla, sambil memilihkan makanan untuk kedua teman barunya itu. Hingga makanan mereka tiba Satria belum juga mendapat balasan dari Liany. Barulah beberapa menit kemudian ponsel Satria bergetar dan sebuah pesan masuk.


[Iya, sudah. Oh ya, sore ini aku sudah boleh pulang bersama Rangga. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas pertolongan dan waktumu malam itu]

__ADS_1


[Tetapi, aku bolehkan mengirim pesan untuk mengetahui kabar Rangga?]


[Tentu saja]


Seketika wajah Satria berubah cerah, Demian sibuk menjelaskan tentang Sparkling pada Myla, terlihat jelas usaha Demian untuk menarik perhatian Myla agar kerja sama di antara mereka bisa terwujud. Namun, yang paling diharapkan Myla adalah perhatian dari Satria. Gadis itu merasa tidak akan mudah untuk mengambil hati pria tampan di hadapannya ini.


Tante Katrin menggendong bayi Rangga sementara om Rudy membantu Liany turun dari mobil. Barang bawaan Liany dibawakan oleh bi Inah. Rangga tidur dengan pulasnya dalam gendongan tante Katrin, sementara Liany dibantu duduk di tepi ranjangnya.


“Ma, gantian dong gendongnya, Papa juga mau gendong Rangga,” pinta om Rudy sambil mengangkat tangannya ke udara. Tante Katrin tertawa pelan lalu menyerahkan Rangga dengan hati-hati, tak butuh waktu lama om Rudy sudah kembali terlihat luwes menggendong bayi. Dalam kepala Liany sekelebat bayangan Satria mendadak hadir, laki-laki itu adalah orang pertama yang menggendong Rangga dengan tatapan cinta. Suara rengekan kecil dari Rangga membuat Liany tersadar, dan melihat ke arah bayinya yang masih dalam gendongan om Rudy.


“Waah Rangga haus ya, Nak? Tante Katrin menyibak sedikit selimut Rangga dan menyentuh pipi bayi itu, wajah Rangga mengikuti gerakan ujung jari tante Katrin.


“Pah, kasih ke mamanya, Rangga haus nih,” ujar tante Katrin lagi. Om Rudy mendekati Liany dan sedikit membungkuk menyerahkan Rangga padanya. Tatapan mereka bertemu sesaat, Liany tersenyum canggung. Kedua orang itu akhirnya meninggalkan kamar Liany dan membiarkan Liany menyusui bayinya, ada bi Inah yang menemaninya.


Tante Katrin bergelayut manja di lengan om Rudy, dia merasa senang melihat bayi Liany yang anteng dan tampan itu. Bibirnya tak berhenti tersenyum-senyum sendiri.


“Mama dari tadi senyum terus, ada apa sih?” tanya om Rudy, keduanya sudah tiba di kamar mereka. Om Rudy berbaring di atas ranjangnya sambil menatap langit-langit.


“Mama hanya senang saja, bayi Liany lahir dengan selamat. Mama jadi kangen pengen pegang bayi lagi,” jawab tante Katrin yang duduk di kursi meja riasnya. Tangannya melepas aksesoris yang terpasang di telinga, leher dan jemarinya. Kemudian mengambil kapas serta pembersih wajahnya.


“Kalau mau mengharapkan bayi lagi berarti cuma Myla aja dong yang bisa kasih kita cucu, itu pun masih lama, pacar aja dia gak punya,” ujar om Rudy datar. Kandungan tante Katrin sudah diangkat sesaat setelah melahirkan Myla lewat operasi sesar.


“Untuk sementara kan masih ada Rangga, dia pasti akan jadi idola baru di rumah ini,” sahut tante Katrin, tangannya menggapai-gapai hendak melepaskan resleting bajunya. Melihat hal itu tanpa diminta om Rudy membantu tante Katrin menurunkannya. Om Rudy sengaja menjatuhkan baju yang dipake tante Katrin, om Rudy memperhatikan tubuh tante Katrin yang masih bagus, kulitnya masih kencang dan kedua buah dadanya yang masih menggoda di balik dalaman renda yang dikenakan tante Katrin.


Om Rudy menyentuh bahu tante Katrin, mengelus dan menelusuri lehernya, om Rudy meminta tante Katrin berbalik lalu mencium bibir tante Katrin dengan lembut. Tangan om Rudy mulai menyingkirkan tali baju dalam tante Katrin tetapi tiba-tiba perempuan itu menahannya dan melepaskan diri dari ciuman om Rudy yang mulai memanas.


“Aku ada janji dengan klien sore ini, maaf ya, Sayang, aku janji akan pulang cepat.” Tante Katrin pun berbalik dan om Rudy hanya menghela napas panjang. Di atas ranjangnya om Rudy merebahkan diri melihat aktifitas istrinya yang sibuk berganti pakaian dan memoles wajahnya. Matanya mulai berat dan jatuh tertidur sialnya om Rudy kembali bermimpi sedang bercumbu dengan seorang perempuan, Liany.

__ADS_1


__ADS_2