
Demian melonggarkan dasinya, pertemuannya dengan Yelena di rumah Satria calon kakak iparnya sungguh membuatnya gelisah. Bingung, entah bagaimana nanti cara Demian untuk memberitahukan kepada Satria jika adiknya yang satu lagi adalah gadis berandalan yang terlibat dengan kecelakaan besar keluarganya.
Setumpuk file di meja kerjanya tentang ekspansi bisnis yang tengah dilakukannya sudah habis dibaca. Dia sedang memperjuangkan sebuah mega proyek yang saingannya adalah perusahaan besar milik keluarga Mike Dewangga. Kali ini Demian lah yang akan mengibarkan panji perang kepada keluarga laki-laki itu, tak akan ada ampun bagi mereka, tekad Demian.
Di bawah tangan Demian, Karisma bergerak lebih cepat karena pada dasarnya Demian sendiri adalah pebisnis ulung dan punya banyak koneksi. Selama ini dia hanya bersembunyi dari bayang-bayang rasa bersalahnya atas kematian ibu, kakak ipar dan Brian kecil. Saat itu dia tengah mengantarkan mereka untuk ke sebuah perayaan ulang tahun anak salah seorang kerabat, Demian yang mendapat panggilan telepon sengaja menepikan mobilnya dan turun untuk membeli air mineral. Siapa sangka sebuah mobil SUV dengan bodi mobil yang lebih besar datang menghantam mobil yang ditinggalkan Demian. Mobil itu menabrak dan menyeret mobil hingga beberapa meter dan membuatnya terjungkal masuk ke kanal yang dalam.
Jantung Demian seperti terlepas melihat mobil yang di dalamnya ada ibu, kakak ipar serta keponakannya itu terseret dan terjatuh. Demian berteriak memanggil ibunya dan meminta bantuan kepada orang-orang sekitar. Tentunya warga di sekitar tempat kejadian segera menolong terlebih saat Demian berteriak jika ada anak kecil di dalam mobil itu. Warga yang lainnya menahan pengemudi mobil, seorang laki-laki muda dan pasangannya. Bersama warga Demian turun ke kanal untuk berusaha menyelamatkan nyawa ketiga orang yang dikasihinya itu.
Bodi mobilnya yang ringsek parah ternyata membuat mereka kesulitan untuk membuka pintu mobil. Demian kembali naik ke atas setelah bantuan dari petugas tiba untuk mengevakuasi keluarganya. Lelaki itu tak akan pernah lupa dengan wajah pengemudi mobil yang setengah “fly” karena narkoba dan gadis yang gemetar ketakutan, pucat pasi karena kekasihnya telah menabrak dan menghilangkan tiga nyawa.
Demian mengamuk dan ingin menghantam wajah yang terlihat tidak merasa bersalah itu tetapi dilerai oleh warga. Hingga akhirnya Demian lengah dan ternyata penabrak dan gadis itu dijemput diam-diam oleh keluarganya. Mati-matian Demian meminta keadilan atas ketiga nyawa keluarganya tetapi mereka mampu membeli hukum hingga lelaki yang bernama Mike Dewangga itu hanya dikurung beberapa minggu saja dan setelahnya dia menghilang bersama kekasihnya.
Sementara Megantara Real Estate saingan bisnis perusahaan keluarganya tengah menggempur mereka dengan berbagai cara. bahkan dengan licik perusahaan itu merebut tender serta proyek yang diperjuangkan oleh perusahaan keluarga Demian. Pelan-pelan perusahaan yang dijalankan ayah dan kakak laki-lakinya itu mengalami kemunduran. Terlebih duka yang menyelimuti mereka teramat dalam. Ayah mereka akhirnya jatuh sakit dan menyusul kepergian ibu mereka. Kakak Demian mengalami depresi karena kematian istri juga anaknya, perusahaan bangkrut dan diambil alih oleh Megantara, perusahaan milik keluarga Mike Dewangga.
Demian sama terpukulnya ketika harus menitipkan kakaknya di perawatan rumah sakit jiwa. Pindah ke kota lain dan memulai hidup yang baru adalah pilihan terbaik untuknya. Membawa duka yang teramat dalam dan mimpi buruk tentang sepasang kekasih yang gila itu, pasangan yang telah membunuh keluarganya. Lalu dengan kemampuan bakat fotografinya Demian bertemu Frederico atau Chico yang membawanya kepada Sparkling yang tengah berkembang pesat. Satria menerima dengan baik kehadiran Demian yang berbakat, bersikap baik meskipun sedikit tertutup. Dengan adanya Demian Sparkling semakin bersinar dan menerima klien lebih banyak lagi.
Di suatu malam setelah merayakan kesuksesan Sparkling atas proyek advertising mereka, keduanya bertukar cerita dan Satria sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada keluarga Demian. Terlebih sepanjang mengenal pemuda itu Satria tidak menemukan hal negatif atas personil inti Sparkling, hanya saja Demian tipe yang lebih penyendiri dan cukup pendiam dibandingkan Chico dan Bimo serta Dora yang bergabung terakhir. Tanpa sengaja pula akhirnya Demian tahu jika Satria adalah putera Tante Katrin, rekan bisnis mereka dulu dan punya rekam jejak yang sangat baik dengan perusahaan mereka.
Lalu disinilah dirinya berada, menjadi ujung tombak baru Karisma, peninggalan mendiang Tante Katrin. Menjalankan amanah dari sahabatnya Satria serta membuat perhitungan dengan Megantara, yang akan dimulai dari Mike Dewangga dan Yelena.
“Kau sedang memikirkan apa Tuan CEO yang tampan sehingga tak mendengar aku masuk?” sapa Myla yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya itu yang berdiri dekat jendela kantornya.
“Ouh … Myla, maaf pikiranku sedang traveling sampai tidak sadar kau ada di sini. Kenapa tidak menelponku dulu kalau kau mau datang?” Demian seketika berbalik dan mendekati calon istrinya itu.
“Hayooo… kamu lagi mikirin apa?” Myla tersenyum-senyum menggoda Demian. Lelaki itu tak menjawab dan hanya mengedipkan matanya saja lalu ikut tersenyum.
“Makan siang di luar yuk, aku cari tempatnya ya?” ajak Demian sambil meraih tangan Myla dan meremas jemari gadis itu.
“Justru aku ke sini karena mau mengajak kamu ke rumah Liany, dia mengundang kita makan siang bersama. Rangga ulang tahun sebentar lagi jadi sepertinya Liany dan Mas Satria berencana untuk merayakannya, cuma pesta kecil saja.” Myla melepaskan genggaman Demian dan memperbaiki dasi lelaki itu yang longgar.
Demian sedikit terkejut, tetapi ajakan Myla adalah kesempatan bagus untuk bertanya kepada Yelena di mana Mike kekasihnya itu.
“Ouh, oke, aku juga suka makan di sana, istri Pak Bos itu sangat pandai memasak,” ujar Demian sambil menatap Myla.
“Sepertinya aku juga harus belajar memasak agar aku bisa dipuji seperti itu olehmu,” canda Myla sambil menatapnya menggoda.
__ADS_1
“Baiklah ayo kita berangkat sekarang,” Myla mengaitkan lengannya ke lengan Demian dan membawa Demian segera pergi dari ruang kantornya.
“Apa kita akan ada tamu, Kak?” tanya Yelena yang melihat Liany menata meja makan dengan menu yang lebih banyak dari biasanya.
“Myla dan Demian akan makan siang bersama kita. Kamu siap-siap yaa, kita makan siang sama-sama,” jawab Liany dengan senyum ramah seperti biasanya.
“Ouh ….” Yelena hanya bergumam panjang, dia sedang memikirkan alasan yang tepat untuk menghindari mereka berdua.
“Ok Kak, aku ke kamarku dulu ya!” Yelena berbalik menuju kamarnya. Hatinya gelisah, bertemu dengan Demian adalah hal yang paling ingin dihindarinya. Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali terulang di kepalanya. Saat itu Mike baru pulang dari apartemen kawannya, Yelena hanya mencicipi sedikit serbuk berlian itu atas paksaan kekasihnya tetapi Mike masih berada di bawah pengaruhnya dan memaksa untuk menyetir sendiri.
Saat itu Mike memicu pertengkaran lagi, Yelena ingin tidak suka jika Mike memakai narkoba dan terlibat lebih jauh dengan teman-temannya yang tidak beres itu. Mike marah dan menginjak gas dalam-dalam, mobil mereka yang keluaran impor dari Amerika dengan bodi yang besar melaju bak kesetanan. Yelena sampai berteriak histeris karena ada dua pengendara motor yang mereka serempet. Kemudian mobil itu menghantam sebuah mobil keluarga, menyeruduk hingga terseret jauh dan terhempas ke kanal.
“Apa yang kau lakukaaaan Miiiike?!” seru Yelena panik saat detik-detik mobil itu terjungkal ke kanal dan orang-orang mulai mengerubungi mobil mereka. Terdengar seruan yang bersahutan jika di dalam sana ada anak kecil dan orang tua. Rasanya Yelena ingin mati saja saat itu karena ulah Mike yang hilang akal.
“Bakar saja mereka hidup-hidup di dalam mobilnya!” seru beberapa orang warga yang emosi melihat ke arah mereka. Yelena segera mengambil ponsel Mike dan menghubungi kontak bernama Kasim Wong yang merupakan nama julukan dari asisten pribadi ayahnya.
“Om Joni, tolong kami Om … Mike membuat kekacauan di jalan raya, dia baru saja menyerempet dua motor dan menabrak satu mobil hingga masuk kanal. Mobil itu tenggelam, Om. Tolong … kami dikepung massa!” seru Yelena panik sembari menangis karena warga yang tengah mengacungkan jari mereka, menunjuk-nunjuk penuh kemarahan.
“Mike … Mike … kita harus bagaimana? Aku takut Mike!” Yelena mengguncang-guncang bahu Mike, dahi Mike berdarah karena benturan, Yelena yang menggunakan sabuk pengaman tampaknya aman dari kecelakaan itu.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Yelena, gadis itu menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan berat. Manusia memang benar-benar tidak akan bisa lari dari tanggung jawab atau paling tidak dari rasa bersalah jika masih memiliki sepotong hati nurani.
“Nona Yelena, Ibu Lia meminta Non keluar sekarang, tamunya sudah datang.” Suara Lastri terdengar jelas.
“Iya, Mba, sedikit lagi saya keluar,” jawab Yelena, raut wajah gelisah, gugup yang dirasakannya sangat sulit untuk ditutupinya.
“Tenang Yelena … tenang … semuanya akan baik-baik saja, Mike yang bertanggung jawab atas semua ini, Mike … bukan kamu Yelena,” gumam gadis itu sambil merapikan rambutnya. Sekali lagi Yelena menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan dan tetap berusaha setenang mungkin di depan Demian nanti.
Denting sendok dan piring terdengar beberapa kali beradu dari alat makan Yelena, Myla dan Liany sedang terlibat obrolan seru tak memperhatikan hal itu. Hanya Demian saja yang bisa menangkap gelisah yang sedang mendera Yelena. Diliriknya gadis itu yang ternyata juga sedang mencuri pandang ke arahnya, Demian tersenyum sinis yang membuat Yelena membuang muka.
‘Sial … kenapa juga dia harus melihat ke sini!’ rutuk Yelena dalam hati.
“Aku sudah selesai, aku ke depan dulu yaa,” ucap Yelena sambil berdiri, Myla dan Liany memandang ke arahnya dan mengangguk tersenyum tanda mengiyakan.
Gegas Yelena menuju halaman samping, tujuannya adalah bangku taman untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya yang dirasa kurang saat di meja makan tadi. Gadis itu merasa pusing lagi sehingga dirinya harus bersandar pada bangku taman, matanya terpejam untuk meredakan rasa tidak nyaman yang sedang dirasakannya.
__ADS_1
“Katakan di mana kekasihmu yang bajingan itu sekarang berada!” seru Demian yang sudah berdiri tepat di hadapannya. Yelena membuka mata perlahan rasanya ingin kabur saat itu juga tetapi dirinya sedang tidak baik-baik saja.
“Aku tak tahu di mana dia sekarang berada dan aku tak mau tahu!” jawab Yelena dengan tegas. Apa yang didengar Demian barusan tidak memuaskan hatinya. Dia selangkah mendekat kepada Yelena dan menatapnya tajam.
“Apa kau sedang menyembunyikan bajingan itu seperti yang keluarganya lakukan dulu? Kalian berdua pembunuh, kalian yang menyebabkan ibu, kakak iparku dan keponakanku yang baru berusia enam tahun meninggal!” desis Demian menahan amarahnya. Rahangnya mengeras, tangannya terkepal. Yelena menelan ludahnya ketika melihat tangan Demian yang gemetar.
“Dengar, saat ini aku sedang bersembunyi dari Mike, terakhir aku bersamanya aku dipukuli dan nyaris kehilangan nyawa, beruntung malam itu ada Kak Liany dan Kak Satria yang menolongku. Jadi saat ini aku benar-benar tidak tahu dan tidak mau tahu di mana Mike berada.” Suara Yelena lebih lembut sekarang dan berhasil membuat getar di tangan Demian berangsur hilang.
“Aku tak memintamu untuk percaya, itu terserah padamu yang jelasnya aku rasa matamu masih bisa melihat dengan jelas bekas-bekas memar di wajahku ini.” Yelena memiringkan sedikit wajahnya agar Demian percaya kata-katanya.
“Di mana aku bisa menemukannya? Kau pasti tahu di mana Mike tinggal di kota ini atau tempat yang selalu dikunjunginya.” Demian belum puas juga dengan jawaban Yelena.
“Apa yang akan kau lakukan, hah? Sebaiknya jauhi Mike, dia racun berbahaya jika disentuh. Apa kau lupa bagaimana keluarganya dengan mudah melindungi Mike yang seharusnya mendekam lama di penjara? Nikmati saja hidupmu yang sekarang, bukankah sebentar lagi kau akan menikah dengan Myla? Jangan mengacaukan hidupmu dengan orang seperti Mike!” tandas Yelena yang juga sudah hilang sabar. Gadis itu segera berdiri dari bangku taman tetapi gerakan yang tiba-tiba membuat kepalanya semakin pusing dan hilang keseimbangan. Spontan Demian menolongnya, ditahannya Yelena agar tidak terjatuh.
“Kau kenapa?” tanya Demian khawatir. Memar di wajah Yelena semakin terlihat jelas dengan kedekatan posisi mereka.
“Aku sedang hamil anak Mike tetapi aku tidak ingin anakku berada di bawah pengaruh buruk ayahnya. Saat aku berjuang untuk lepas darinya kau malah ingin datang kepadanya.” Yelena memejamkan matanya sebentar untuk menstabilkan perasaannya. Demian masih memegang pinggang Yelena dan membantunya tetap tegak berdiri dengan baik.
“Kau tunggu saja dia muncul, dia masih menginginkanku dan kau menginginkannya, kau akan bertemu dengannya saat dia ingin mengambilku kembali. Aku akan membantumu untuk memancingnya keluar.” Yelena mengambil keputusan menjadi umpan dalam sepersekian detik, paling tidak membantu Demian gadis itu berharap rasa bersalahnya bisa berkurang.
Dari kejauhan sana Myla melihat kedekatan Demian dan Yelena, perasaan cemburunya terusik sehingga membuat Myla semakin punya alasan yang kuat untuk tidak menyukai Yelena. Mereka berdua pun berjalan meninggalkan taman, Myla menjauh dari tempatnya berdiri dan seakan-akan tidak melihat mereka tadi nyaris berpelukan.
“Hampir saja rumah ini menjadi kacau, gak kebayang deeh bagaimana perasaan Bu Lia waktu malam itu, aku saja jadi kaget sampai tempat air minumku jatuh. Nona Yelena memang orangnya aneh, hamil sama siapa minta nikahnya sama siapa,” ujar Lilis yang sedang membantu Lastri membersihkan dapur. Mereka berdua baru saja selesai makan siang.
“Jadi Nona Yelena minta dinikahi sama Tuan Satria gitu?” tanya Lastri yang tidak tahu menahu tentang kejadian itu.
“Hu um, tapi Tuan menolak dengan tegas, dia gak mau nikahi Nona Yelena, sampai Tuan Satria bilang kalau Nona Yelena itu gila.”
“Huusshh … jangan keras-keras nanti kalau kedengaran Nona Yelena gimana? Biar bagaimanapun dia itu adiknya Tuan Satria, majikan kita.”
Percakapan itu didengar jelas oleh Myla yang semakin membuatnya naik pitam.
“Perempuan tidak tahu diri, sudah ditolong malah menodong!” desis Myla penuh amarah. Tangannya mencengkram erat gelas yang masih terisi. Dia berbalik dari dapur kembali ke ruang makan dan mendapati Demian tengah memegang tangan Yelana. Myla semakin marah dan menyiram air ke wajah Yelena dengan keras sehingga membuat Liany, Demian dan Yelena terkejut.
“Kau ingin supaya kakakku menikahimu?! Jangan mimpi!” bentak Myla dengan keras kepada Yelena.
__ADS_1
*menuju ending 🙏❤️