Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Pertemuan keluarga Qin


__ADS_3

Kegundahan Alice Qin tidak bisa hilang begitu saja , hari ini dimana Alice Qin harus memutuskan untuk memilih salah satu diantara pilihan yang sangat sulit .


Bagaimanapun dia adalah seorang wanita , tentu lebih didominasi oleh perasaan daripada logika , sehebat apapun seorang wanita dia akan merasa lemah jika menyangkut perasaanya.


Tak sadar Alice Qin meneteskan air mata , sungguh berat hidup yang ia jalani , dimana perasaan itu mulai tumbuh, tapi tiba-tiba datang ujian yang membuat hati Alice Qin menjadi hancur seketika.


" Apakah aku harus mengorbankan semua perasaanku demi menyenangkan perasaan orang lain ? ' keluh hati Alice Qin.


Jelas perasaan Alice Qin saat ini sedang terombang - ambing , tidak tahu kemana arah tujuan yang harus ia pilih.


Iya benar , walaupun cinta tidak harus memiliki , tapi tidak munafik bahwa semua orang pasti ingin memiliki sesuatu yang ia cintai , peribahasa Cinta Tidak Harus Memiliki itu hanya sebuah omong kosong, yang hanya untuk menenangkan perasaan orang saja.


Padahal jauh dalam lubuk hati semua orang, pasti ingin memiliki apa yang ia cintai , itu bisa dipastikan.


Alice Qin terus terhanyut dalam tangis dan lamunan , tiba - tiba terdengar teriakan Maria Tang dari luar kamar.


" Alice bangun , ini sudah siang , cepat siap-siap pergi kepertemuan keluarga Qin !" teriak Maria Tang.


" Mungkin kita sudah ditunggu nenek dan saudara lainnya !" Lanjut Maria Tang.


' Iya bu sebentar " jawab Alice Qin malas, lalu ia pergi kekamar mandi .

__ADS_1


Didapur Steven Li ketika mendengar teriakan Maria Tang ,tentang acara pertemuan keluarga ia hanya diam saja, mungkin dalam benaknya itu hanya pertemuan biasa yang para keluarga lainnya juga biasa melalukan itu .


Tapi berbeda dengan Alice Qin saat ini , hatinya galau , perasaannya rapuh , pikirannya ruwet , yang membuat Alice Qin menjadi pusing.


Semuanya sudah siap. Sudah sarapan , dan mereka sudah siap pergi kepertemuan keluarga.


" Steve , nanti kamu ikut kepertemuan keluarga ya ?" kata Alice Qin ragu-ragu, ada sedikit rasa bersalah kepadanya.


Steven Li tidak menjawab , tapi diam berfikir.


' Dalam ingatan orang ini , bukannya orang ini dari dulu kalau ada pertemuan keluarga tidak pernah diajak ya , kenapa hari ini diajak ? " fikir Lin Long dalam hati.


Lin Long masih terdiam dan bingung , tiba-tiba Maria Tang yang dari tadi diam memperhatikan Steven Li , ia bersuara.


" Steven , kamu hari ini harus ikut kepertemuan keluarga , soalnya ada hal penting yang ingin kami bicarakan" kata Maria Tang dingin.


" Dan kamu ga usah banyak tanya , nanti juga akan tahu sendiri , sekarang bersiaplah untuk pergi , kita sudah ditunggu " lanjut Maria Tang.


Tanpa menjawab steven Li hanya mengangguk setuju, lalu mereka pergi bersama ke kediaman nenek Alice Qin.


Setengah jam telah berlalu mereka sudah sampai di kediaman Nenek Alice Qin yaitu Elisabet Qin.

__ADS_1


Sampai dipintu mereka disambut oleh pengawal keluarga Qin. Tatapan semua anggota keluarga Qin semua tertuju pada Steven Li .


Mereka menatap Steven Li dengan tatapan jijik .


Tetapi tentunya Steven Li tidak memperdulikan mereka , asal mereka tidak memprovikasi dia , Steven Li akan berlaku tidak perduli pada mereka , karena Steven Li menganggap mereka hanya para semut yang sedang berkumpul .


" Akhirnya kalian datang , kami sudah menunggu kalian cukup lama ' kata Nenek Elisabet.


" Maaf nek dijalan macet " jawab Maria Tang sambil membungkukan badan tanda hormat.


" Sekarang semua sudah berkumpul , mari kita bicarakan apa dari tujuan kita melakukan pertemuan ini " kata nenek Elisabet to the point.


Sebelumnya Maria Tang sudah memberi tahu nenek Elisabet , tentang masalah perusahaan , dan syarat jika perusahaan ingin tidak bangkrut , maka mau tidak mau Alice Qin harus mensetujui syarat dari Erik Wang .


Yaitu menceraikan Steven Li dan menikah dengan Erik Wang . Jelas ini akan disetujui oleh para keluarga Qin , bagaiamanapun juga perusahaan tetap diprioritaskan .


Tak peduli bagaimana perasaan Alice Qin , yang penting mereka senang , tetap kaya , tetap masih bisa menikmati indahnya dunia.


Walaupun harus mengorbankan perasaan Alice Qin , bodo amat .


Itu kata mereka ,yang otaknya hanya harta dan tahta saja. Sungguh egois dan serakah orang-orang yang seperti itu , tidak punya perasaan kan ? , hewan aja kalah

__ADS_1


__ADS_2