Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Kebimbangan Alice Qin


__ADS_3

Setelah selesai urusannya didapur, makanan sudah dihidangkan , Steven Li langsung masuk kekamarnya bersiap untuk mandi .


Cklek ! kreeet..


Tiba-tiba ada suara teriakan .


" Akkkh..kamu ! " teriak Alice Qin kaget .


Bagaimana tidak kaget tiba-tiba ada orang yang masuk kamar pas dia sedang ganti baju , walaupun Steve Li suaminya sendiri , tapi hampir 3 tahun mereka tidak pernah melihat tubuhnya masing-masing ketika sedang tidak berpakaian , itu artinya mereka tidak pernah mandi bareng .


Bagaimana mau mandi bareng , saling menyentuh tangan bisa dibilang tidak pernah, apalagi melakukan kewajiban sebagai suami istri .


Author : " menikah sudah hampir 3 tahun , tapi tidak pernah melakukan kewajiban suami istri , itu yang bodoh suaminya apa istrinya , sungguh mensia-siakan surga dunia".


Reader : " yah , author tidak kreatif , masa ceritanya mirip-mirip novel sebelah , menikah 2 tahun atau lebih tidak pernah melakukan kewajiban suami istri , author tidak kreatif ! ".


Author : " bisa dibilang emang authornya tidak kreatif , reader memang pintar sekali tebakanya , hahahaha" .


" Maaf " kata Steven Li dan dengan santainya tanpa rasa bersalah ia langsung masuk kekamar mandi .

__ADS_1


Alice Qin juga tidak berhak memarahi Steven Li, bagaimanapun dia juga suaminya yang sah , yang berarti tubuhnya juga miliknya .


Tetapi dengan keegoisannya , Alice Qin tidak mau melakukan kewajiban suami istri, dikarenakan Alice Qin tidak pernah mencintai Steven Li , dia ingin yang bisa menyentuh tubuhnya kelak itu hanya orang yang dia cintai .


Sungguh prinsip yang bodoh , masa suaminya tidak boleh menyentuhnya , apapun alasanya suami ya tetap suami, hak dia untuk melakukan apapun pada istrinya , selagi masih dalam lingkup norma-norma yang berlaku.


Setelah berganti baju , Alice Qin langsung pergi ke meja makan untuk makan malam , dan Maria Tang pun sudah menunggunya untuk makan.


" Alice ' kata Maria tang .


" Sebelumnya kamu ingin menceritakan masalah perusahaan , ada masalah apa dengan perusahaan ?" sambung Maria Tang.


" Tapi hanya ada satu perusahaan besar yang mau menginvestasi ke perusahaan kita , tapi dengan satu syarat..." sambung Alice Qin dengan ragu-ragu.


" Syarat apa ?" jawab Maria Tang penasaran.


" Syaratnya adalah ..., aku harus menceraikan Steven Li " jawab Alice Qin ragu dan bimbang.


" Ibu tahu Erik Wang dari keluarga Wang kan ? " sambung Alice Qin.

__ADS_1


" Tuan muda Erik dari keluarga Wang yang kaya raya itu ? " selidik Maria Tang.


" Iya bu " jawab Alice Qin dengan wajah menunduk.


" Kenapa kamu tidak terima saja , bagaimanapun perusahaan adalah prioritas kita , nasib perusahaan tergantung padamu" kata Maria Tang.


" Apakah kamu ingin perusahaan kita hancur demi seorang sampah seperti Steven Li itu? , jangan ragu setujui permintaan Erik Wang , dan ceraikan si sampah itu " lanjut Maria Tang.


Alice Qin tidak menjawab , dia bimbang , apakah menceraikan Steven Li demi menyelamatkan perusahaan yang diujung kebangkrutan , apakah mempertahankan pernikahannya tetapi mengorbankan perusahaannya, sungguh keputusan yang membuat Alice Qin bimbang.


Bagaimanapun juga ,Steven Li adalah suaminya , yang sudah tidak bisa dibilang hanya sebentar bersamanya , Steven Li memperlakukannya dengan baik , sangat menyayanginya dengan tulus, tidak pernah mengeluh jika Alice Qin berbuat tidak baik pada Steven Li .


Jadi bohong sekali jika Alice Qin tidak punya rasa sama sekali pada Steven Li , walaupun hanya sedikit saja. Ada pepatah bilang " Sekeras-kerasnya batu , suatu saat nanti akan terkikis juga jika diterpa air terjun terus - menerus".


Alice Qin sungguh bimbang , dia tahu apakah dengan melepas Steven Li dan memutuskan untuk menerima tawaran Erik Wang , semua akan berakhir dengan baik , apakah Erik Wang akan memperlakukan sama seperti Steven Li pada Alice Qin ? .


Yang dengan sungguh-sungguh tulus mencintainya tanpa pamrih , karena dia sebenarnya tahu , mencintai tanpa balas adalah suatu hal yang sangat menyakitkan , bagi siapapun . Dan bisa dibilang sungguh langka manusia yang mencintai seperti itu .


( Walaupun menurut Author , Steven Li memang bisa dikatakan pria bodoh , karena menurut Author Steven Li ini jauh dari fitrah sebagai laki-laki , karena fitrah laki -laki adalah mudah mencinta dan ingin banyak wanita alias playboy , bohong sekali kalau ada pria yang bilang " SETIA " , jangan percaya ya para wanita, itu hanya tipuan mereka saja hehehe..)

__ADS_1


Sungguh bimbang perasaan Alice Qin saat ini.


__ADS_2