
Semua keluarga Qin kaget tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut kakek Sugiono, harapannya pupus, angan-angan ingin mendapat menantu kaya raya ,yang bisa penyelamat keluarga mereka , ternyata adalah ular berbisa , mereka sudah licik masih ada saja orang yang lebih licik , mereka yang serakah masih saja ada orang yang lebih serakah.
Itu namanya balasan sesuai dengan perbuatan. Siapa yang menunai dialah yang memetik. itulah kira-kira apa yang dirasakan keluarga Qin saat ini.
' Sekarang urusanku disini sudah selesai , aku akan membawa Alice isteriku pergi dari tempat sampah ini haha'. ucap kakek Sugiono dengan senyum kemenangan .
' Tunggu ! mau dibawa kemana puteriku !'. teriak Maria Tang marah.
' Apa hakmu melarangku, dia adalah isteri sahku ! , mau dibawa kemanapun terserah aku !'. jawab kakek Sugiono tak mau kalah.
' Tapi kamu sudah ingkar janji ! '. teriak nenek Elisabat Qin marah karena kakek Sugiono tidak menepati janjinya.
' hahaha..kalau aku tidak menepati janjiku apakah kalian akan melawanku ?!. tawa kakek Sugiono memicingkan matanya.
' Kami tidak takut denganmu !'. ucap Dono Qin yang dari tadi diam, dia langsung bergegas untuk menyerang kakek Sugiono.
BOOOM!
Braakh !
Ugh !
__ADS_1
Sebelum Dono Qin sampai kearah kakek Sugiono ,tiba-tiba ada energi yang melesat kearahnya, yang membuat Dono Qin terpental kebelakang dan menabrak dinding bangunan rumah , ia jatuh ketanah mengeluarkan banyak darah dari mulutnya .
' Jangan sekali -kali kalian memprovokasi tuan kami '. ucap pengawal pribadi kakek Sugiono yang menghajar Dono Qin, wajahnya putih pucat seperti mayat ,namanya adalah Yin .
Yin adalah pengawal pribadi kakek Sugiono yang sangat kuat , dia adalah seorang Grandmaster , ranah kultivasinya setara dengan Wu Wu yang berada diranah Bumi tahap 2 , selain Yin ada juga pengawal pribadi kakek Sugiono yang kekuatannya sama dengan Yin , namanya adalah Yang. Yin dan Yang adalah pengawal pribadi kakek Sugiono yang terkenal kuat dan kejam , mereka tidak segan-segan untuk membunuh jika ada yang berani memprovokasi kakek Sugiono.
Melihat Dono Qin dihajar dengan begitu saja , membuat semua anggota keluarga Qin ketakutan , mau melawan juga percuma , mereka tidak punya kemampuan seni beladiri , daripada setor nyawa lebih baik menyelamatkan diri.
' Jika kalian masih tetap ingin melawan , aku tidak segan-segan untuk membantai kalian semua'. ucap kakek Sugiono mengancam.
' Ayo pengawal bawa Alice Qin ke mobil, kita akan pergi '. lanjut kakek Sugiono menyuruh pengawalnya membawa Alice Qin pergi .
Melihat Alice Qin yang dibawa oleh kakek Sugiono, semua keluarga Qin tidak bisa berbuat apa-apa , rasa sedih , menyesal dan harapan hancur telah dirasakan oleh mereka, orang yang paling diandalkan sebagai tulang punggung malah dibawa pergi oleh pria licik seperti kakek Sugiono, sekarang mereka hanya bisa menerima nasib kehancuran keluarga Qin mereka saja.
Begitu juga dengan perasaan Maria Tang , ia sangat menyesali perbuatannya, yang tega membohongi dan rela mengorbankan anaknya sendiri demi menuruti ego dan keserakahannya, tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur , mau menyesalpun tidak ada gunanya, keserakahan memang kadang tidak menghasilkan ujung yang indah.
Setelah beberapa menit Alice Qin dibawa pergi oleh kakek Sugiono, pihak bank pun datang , mereka menagih janji yang telah diberikan kepada keluarga Qin , untuk melunasi semua hutang keluarga Qin , yang jatuh tempo hari ini juga, jika keluarga Qin tidak bisa melunasi maka pihak bank akan menyita semua aset keluarga Qin seluruhnya.
' Bagaimana nyonya Qin , apa sudah ada uang untuk melunasi hutang-hutang kalian?'. ucap petugas bank kepada nenek Elisabet Qin.
' Maaf tuan , bisakah anda memberi kesempatan pada kami masa tenggang sebulan lagi ?'. jawab nenek Elisabet memohon.
__ADS_1
' Kami berjanji ,kami akan melunasinya'. lanjutnya, bagaimanapun nenek Elisabet harus bisa mengulur waktu.
' Sebulan kepalamu ! , kita sudah berbaik hati dan sering memberi tenggang waktu , tapi kalian tetap saja tidak juga melunasi !'. sahut petugas bank marah, karena merasa dibohongi.
' Tolong tuan beri kami waktu '. jawab nenek Elisabet memohon sembari menjatuhkan diri berlutut dilantai , dan diikuti oleh keluarga Qin , apapun akan dilakukan asalkan semua aset keluarga tidak disita , disuruh menjilat pantat petugas bank pun mau mau saja , asal tidak jatuh miskin.
Tidak perduli harga diri, yang penting tidak hidup miskin ,itulah kira-kira yang dipikiran semua keluarga Qin . Daripada punya harga diri tapi miskin, lebih baik tidak punya harga diri tapi kaya. Buat apa punya harga diri tapi tidak bisa makan ?, prinsip yang bagus memang bagi orang-orang yang saklek.
' Aku tidak perduli lagi dengan kalian ! , petugas sita semua aset keluargan Qin , bawa semua barang -barang berharga, sisakan baju saja untuk mereka !'. ucap petugas bank kepada petugas lainnya.
' Dan usir mereka dari tempat ini !'. lanjutnya tegas.
BYAAAR !
Ambyar sudah harapan keluarga Qin , kini mereka benar-benar jatuh miskin , mendengar semua aset disita , anggota keluarga Qin ada yang mendadak pingsan , ada yang mendadak struk , ada yang mendadak kena penyakit ayan dan juga ada yang mendadak menjadi gila.
Inilah Hari Kehancuran Keluarga Qin.
Mereka diusir dari rumah mereka sendiri, kini mereka hidup dijalanan seperti pengemis, karena pihak Bank tidak mau berkompromi lagi , kini pihak bank telah menyita semua aset keluarga Qin , dari perusahaan , rumah , dan barang berharga lainnya .
Sampai Ayam dengan kandang kandangnya.
__ADS_1