Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Perasaan Alice Qin


__ADS_3

Alice Qin terdiam , dalam hatinya , dia tidak tahu harus berbuat apa , keputusan yang dia ambil itu mungkin menjadi sebab nasib masa depannya . Karena jika dia salah ambil keputusan maka akan mempengaruhi kehidupannya.


Masih dalam keheningan , tiba-tiba Maria Tang berkata .


" Alice Qin , ibu mohon jangan ragu untuk mengambil keputusan , ini demi masa depan perusahaan kita , perusahaan keluarga Qin, kamu harus tahu balas budi pada nenek, yang telah memberikan kamu segalanya, memberi kepercayaan kepadamu untuk mengurus perusahaan " kata Maria Tang.


" Tanpa nenek memberi kepercayaan kepada kamu untuk mengurus perusahaan , mungkin keluarga kita akan tetap miskin dari dulu , kamulah satu-satunya harapan kita , ibu mohon jangan ragu untuk ambil keputusan , ceraikan Steven Li segera" sambung Maria Tang.


Alice Qin tidak menjawab, tapi ia berkata dalam hati.


" Apakah dengan balas budi itu harus mengorbankan salah satu pihak ? , mengorbankan perasaan orang lain ? , balas budi macam apa itu ?"


" Itu namanya bukan balas budi , tapi merampas hak orang lain " sambung Alice Qin dalam hati.


' Besok ada perkumpulan keluarga Qin , kita bicarakan ini pada nenek " kata Maria Tang memecah keheningan .


" Ah sudahlah bu , aku capai aku mau istirahat dulu " jawab Alice Qin sambil berlalu menuju kekamar.


" Tapi kamu harus setuju dengan keputusan ini !" teriak Maria Tang .


Tanpa menjawab Alice Qin tetap melangkah menuju kekamarnya.

__ADS_1


Cklek , kreeet..


Alice Qin membuka pintu kamar , diapun langsung merebahkan dirinya diatas kasur , dia melirik pada Steven Li yang sedang sibuk melipat baju .


" Kamu memang pria baik Steve " kata Alice Qin dalam hati.


' Aku baru tahu jika suamiku sangat tampan , berhati baik , tulus , dan mencintaiku apa adanya " sambung kata Alice Qin dalam hati .


" Ah , tidak mungkin , apakah aku mulai menyukainya ?! , tidak tidak .." jerit Alice Qin dalam hati.


Tidak bisa dipungkiri , walaupun wanita suka harta karena fitrah dari yang maha kuasa , tetapi wanita juga akan sangat bahagia jika mempunyai pria yang sangat tulus mencintai dan menjaganya.


Ada pepatah bilang " Jika kamu ingin mendapatkan perhatian wanita , SENTUHLAH DIA TEPAT PADA HATINYA, MAKA KAU AKAN DAPATKAN SEGALANYA '.


" Kamu ada apa melihatku seperti itu ' kata Steve Li memecah keheningan , yang jelas juga membuat Alice Qin kaget dan malu.


" Siapa yang melihatmu ! , percaya diri sekali ! " sanggah Alice Qin tentu saja dia berbohong.


Alice Qin jelas malu , ternyata curi-curi pandangnya diketahui oleh Steven Li.


Yah bagaimana tidak malu, baru kali ini dia mencuri pandang kepada Steven Li yang sedikit ada rasa kagum pada suaminya itu , malah ketahuan .

__ADS_1


" Kamu kalau capek , istirahat saja , terus makan , kamu kan belum makan malam " kata Alice Qin untuk menghilangkan salah tingkahnya karena malu.


" Iya sebentar , ini tanggung sebentar lagi mau selesai " jawab Steven Li .


Alice Qin tidak menjawab tapi dalam hati ia berkata.


" Ah, kenapa aku jadi perhatian sama dia ? , perasaan ini..tidak !" jerit Alice Qin dalam hati, lalu ia memutuskan untuk tidur.


" Ya sudah aku tidur " kata Alice Qin , tanpa menunggu jawaban dari Steven Li dia langsung menutup matanya untuk tidur.


-----------------------------------


Keesokan harinya.


Pagi yang sangat cerah , udara dingin yang menyejukan bagi jiwa-jiwa yang telah lelah oleh kerasnya hidup , burung - burung berkicau , suaranya yang merdu , mampu menghipnotis alam bawah sadar , mampu melupakan semua masalah setiap insan yang telah lama dipecundang dunia.


Tetapi tidak dengan perasaan hati Alice Qin , dia seperti berjalan dipinggir jurang yang amat dalam , jika dia salah melangkah maka dia akan terjatuh . Bagitulah perumpamaan perasaan yang dirasakan oleh Alice Qin , karena hari ini dipertemuan keluarga Qin dia akan mengambil suatu keputusan , yang dimana dua-duanya sangat menyulitkan , jelas Alice Qin harus tetap memilih salah satunya.


Berbeda dengan Steven Li , seperti biasanya , dia setiap pagi melakukan hal - hal yang sudah menjadi kebiasaan dia , memasak , mencuci , beberes rumah , bisa dikatakan Steven Li termasuk Bapak rumah tangga yang rajin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


MAAF AUTHOR UPDATE PENDEK PENDEK PERBAB , TIDAK BISA TARGET 1000 KATA PERBAB , BUKANYA TIDAK BISA ,TAPI EMANG AUTHORNYA MALES HAHAHA.


__ADS_2