
Setelah melihat Steven Li pergi , hati Alice Qin terasa sangat sakit , dia tahu keputusan yang diambil ini akan membuat hati orang terluka .
Bagaimanapun dia adalah suaminya , orang yang pertama kali menemaninya selama ini , Alice Qin dari dulu tidak pernah menerima seseorang dalam hatinya , baru kali ini dia mulai menerima orang dalam hatinya , tetapi keadaan yang membuat semua hancur , dimana rasa itu sudah mulai tumbuh , tetapi ujian itu datang tanpa diduga-duga.
Semuanya hancur , hatinya rapuh , rasa sakit yang selama ini ia rasakan sudah tidak bisa ditahan lagi, semua karena keegoisan keluarganya.
Sungguh malang nasib Alice Qin , seorang wanita yang sejatinya memerlukan kasih sayang , memerlukan perlindungan dari seorang laki-laki , tapi nyatanya dia harus menanggung beban keluarga , jadi tulang punggung keluarga , meski harus mengorbankan perasaannya.
Buk !!
Alice Qin jatuh kelantai , pingsan tak sadarkan diri .
' Alice ! " jerit Maria Tang sembari berlari menuju ke Alice Qin.
" Kamu kenapa nak ?! " sambungnya ketakutan .
Semua keluarga jelas merasa panik melihat Alice Qin pingsan.
" Tolong bantu aku mengangkat Alice " teriak Maria Tang panik.
" Pengawal tolong bantu " teriak nenek Elisabet.
" Siap " jawab pengawal lalu bergegas membantu Maria Tang mengangkat tubuh Alice Qin yang mulai pucat .
" Jangan panik , mungkin Alice Qin hanya kelelahan , sekarang lebih baik bawa kekamar nenek saja untuk beristirahat" kata nenek Elisabet mencoba menenangkan keadaan.
" Tidak nek , lebih baik aku bawa Alice pulang saja " jawab Maria Tang.
" Biar saja aku yang mengurusnya " sambungnya.
" Memangnya tidak apa ? " sahut nenek Elisabet.
" tidak nek tenang saja " jawab Maria Tang.
__ADS_1
' ya sudah , sekarang pengawal cepat bawa Alice kerumahnya, cepat!" suruh nenek Elisabet.
Tak menunggu waktu lama para pengawal dengan sigap membawa Alice Qin kerumahnya naik mobil keluarga.
Tak berapa lama , kebetulan rumah nenek dan rumah Alice Qin tidak begitu jauh , dan didukung jalanan tidak macet , maka degan waktu 5 menit sudah sampai rumah.
Sesampai dirumah Alice Qin langsung dibawa kekamarnya untuk beristirahat.
------------------------
Disisi Lain
Setelah Steven Li pergi dari rumah dia berjalan tanpa arah tujuan , bukan karena galau , tetapi memang sengaja ingin mencari suasana baru , ingin melihat -lihat keindahan kota Y .
Yang dimana banyak gedung - gedung pencakar langit , yang sangat megah , hiruk pikuk orang berlalu -lalang , sibuk dengan urusanya sendiri sendiri ,ada yang sibuk mencari sesuao nasi , ada yang hanya ingin bersenang - senang, dan lainya.
Sungguh kota yang terlihat damai tetapi dibalik semua itu, sebenarnya kota yang sangat menyeramkan .
Dimana orang-orangnya begitu cuek dengan kehidupan sekitar, sikap individualis , yang kaya yang berkuasa , dan yang miskin yang tertindas.
Tapi Steven Li tidak bertindak menghentikanya , karena orang tersebut tidak ada niat membunuh.
Lalu dia tiba-tiba menghilang dari tempatnya .
Wushh !
Steven Li sudah berada dibelakang orang yang mengikutinya.
" Apa yang kamu lakukan , kenapa kamu memata-mataiku" tanya Steven Li dingin.
Sontak membuat orang yang memata-matai kaget . Dengan sedikit ketakutan dia menoleh kebelakang. Dan melihat Steven Li sudah berada dibelakangnya.
" Ma , maaf senior , saya tidak bermaksud lancang pada anda" jawab Alex orang yang disuruh tuan muda Lin untuk memata-matainya.
__ADS_1
' Saya hanya disuruh tuan muda Lin untuk mengawasi anda " sambung Alex sembari membungkukan badanya 90 derajat.
" Apa tujuanya mengawasiku " jawab Steven Li dingin.
" Ka , kalau itu saya tidak tahu senior , saya hanya disuruh untuk mengawasi senior, dan jika ada kesempatan , saya disuruh membawa senior kekediaman keluarga Lin" sahut Alex dengan tubuh masih gemetar karena takut.
' Ke kediaman keluarga Lin ?, maksudnya untuk apa?" tanya Steven Li mengerutkan kening.
" Sa saya tidak tahu senior, jika tidak keberatan sekarang senior bisa kerumah keluarga Lin , mungkin tuan muda Lin ada sesuatu yang dibicarakan senior" kata Alex .
' Maaf untuk saat ini aku tidak bisa , masih ada urusan , mungkin lain waktu ' jawab Steven Li.
" Kalau begitu , ini saya tinggalkan kartu nama , jika senior sekiranya sudah sudi untuk berkunjung kekeluarga Lin , senior bisa hubungi nomor pada kartu itu, nanti saya jemput " jawab Alex.
" Baiklah , sekarang kamu boleh pergi" sahut Steven Li.
' Ba baik senior ' jawab Alex sembari membungkukan badanya lalu balik pergi.
Setelah melihat Alex pergi , Steven Li melanjutkan jalan-jalannya menikmati suasana kota Y.
------------------------------
Dikediaman keluarga Lin.
' Bagaimana dengan orang yang kamu anggap hebat itu Jhon ?' tanya ayah Jhony Lin yaitu tuan besar Mahesa Lin.
' Sudah dapat informasi tentang dia?' lanjutnya.
" Maaf ayah ,menurut informasi dari Alex , kita sudah dapat informasi tentang dia " jawabnya Jhony Lin.
' apa informasinya' sahut Mahesa Lin.
' menurut informasi dari Alex , dia bernama Steven Li , menantu dari salah satu keluarga kaya no 3 dikota Y ,yaitu keluarga Qin, istrinya bernama Alice Qin ' jawab Jhony Lin.
__ADS_1
' tapi rumor beredar , pernikahan mereka tidak harmonis dikarenakan ikut campur keluarga Qin , yang tidak suka dengan Steven Li.' sambung Jhony Lin.
' Hem ??? ,keluarga Qin ?? ,aku baru dengar ada yang namanya keluarga Qin dikota Y ini.' jawab Mahesa Lin sambil mengerutkan keningnya.