
Karin Liu yang sangat gigih berlatih karena berharap menjadi pendamping hidup yang layak untuk Lin Long ,kini ia mulai berlatih kembali , dengan sumber daya yang melimpah dari ayahnya dia berharap meningkatkan kultivasinya dengan cepat.
Singkat cerita , keesokan harinya ditempat Wu Wu , kini Lin Long dan Alice Qin sudah bersiap-siap pergi ke pasar Wage untuk membeli kebutuhan pernikahan mereka.
Lin Long juga berencana mencoba mencari peruntungan di pasar, mencari artefak atau sumber daya untuk meningkatkan kultivasinya.
' Wu Wu dimana paman ?'. tanya Lin Long kepada Ta Wu , karena ia ingin mengajak Wu Wu ke pasar dicari dikamarnya tidak ada.
' Itu dikandang kambing , sedang kasih makan kambing'. jawab Ta Wu memberitahu.
' Oh ya terima kasih paman , aku akan kesana'. sahut Lin Long lalu ia pergi kekandang kambing menemui Wu Wu.
' Wu ! mau ikut gak '. ucap Lin Long yang sudah berada dibelakang Wu Wu yang sedang kasih makan kambing.
' Ikut kemana ?' jawab Wu Wu menoleh.
' Ke pasar Wage '. sahut Lin Long singkat.
' Ngapain ke pasar Wage?' jawab Wu Wu heran.
' Beli keperluan untuk pernikahanku , dan mencari sumber daya atau artefak untuk meningkatkan kultivasi '. sahut Lin Long mengutarakan tujuannya.
' Yang benar saja , mencari artefak atau sumber daya biasanya kalau di Novel sebelah itu dipelelangan bukan di pasar , Novel saklek ini memang '. gumam Wu Wu dalam hati.
__ADS_1
' Thor ! kumat lagi sakleknya yah ! , kalau mencari sumber daya atau artefak di Novel sebelah itu dipelelangan ! bukan dipasar ! apalagi pasar Wage ! '. Teriak Wu Wu , dia tidak menjawab perkataan Lin Long malah marah-marah sama Author.
' Pasar Wage itu tempat jual Ayam sama Kambing ! '.lanjutnya.
' Brisik ! kalau tidak tahu ceritanya mending diem aja ! '. sahut Author kesal yang dimarahin Wu Wu.
' Owalah...dasar Novel saklek amatiran ! aku doain tidak ada yang mau baca Novel ini, aku aja eneg jadi tokoh di Novel ini !'. jawab Wu wu kesal juga, dia nyumpahin biar Novel ini tidak ada yang baca.
' Aamiin..hahaha'. sahut Author bangga.
Plak !
Aduh !
' Ya '. jawab Wu wu singkat karena ia masih merasa kesal sama Author.
Setelah melihat Wu wu setuju mengantar ke pasar , akhirnya mereka bertiga pergi ke pasar untuk mencari keperluan nikah dan sumber daya untuk meningkatkan kultivasi, kalau ada.
Setelah satu jam perjalanan dari rumah ke pasar naik Delman istimewa , akhirnya mereka sampai di pasar Wage.
' Kamu mukannya jangan ditekuk mulu, nanti aku belikan kamu baju SUPREME yang baru lagi'. ucap Lin Long yang dari tadi melihat Wu Wu cemberut sepanjang perjalanan.
' Benar ?! kalau begitu ayok kita belanja bwahahaha'. jawab Wu Wu sumringah mendengar dia akan dibelikan baju SUPREME baru.
Melihat Wu wu yang mendadak semangat, Lin Long dan Alice Qin hanya menggelengkan kepala , tapi memang begitu Wu Wu walaupun tingkahnya saklek tapi itu yang membuat mereka merasa terhibur jika bersama Wu wu.
__ADS_1
Setelah mereka mencari keperluan yang diperlukan untuk pernikahan dan sudah mendapatkan semuanya, akhirnya Lin Long memutuskan untuk mencari sumber daya dan artefak untuk meningkatkan kekuatan.
Kini mereka menuju kepedagang kecil , ada seorang kakek-kakek yang membuka lapak barang antik disana , meskipun pasarnya cukup ramai ,tetapi tidak ada satupun pembeli yang mendatangi lapak kakek tersebut.
' Silahkan tuan-tuan , ada yang bisa saya bantu ?'. ucap kakek melihat kedatangan Lin Long , Alice dan Wu Wu.
' Kami mau lihat ' lihat kakek '. jawab Lin Long sopan.
' Silahkan , jika ada yang berkenan'. sahut kakek tersenyum.
Lin Long mencari sesuatu ditempat lapak kakek tersebut, dia melihat ada sebuah batu putih sebesar telur burung Emprit. Lin Long tertarik dengan batu tersebut , karena ada energi yang kuat menyelimutinya, walaupun batu itu mengandung energi yang kuat ,tetapi hanya Lin Long yang tahu .
' Batu ini harganya berapa kek '. tanya Lin Long .
' Itu harganya hanya 5000 perak tuan '. jawab kakek .
' Aku beli batu ini kek '. sahut Lin Long lalu ia mengeluarkan uang seratus ribu untuk membayar batu itu.
' Kembaliannya buat kakek saja '. lanjut Lin Long sembari menyodorkan uang seratus ribu pada kakek.
' I ini terlalu banyak tuan'. jawab kakek tidak enak.
' Tidak apa-apa kek , anggap saja buat penglaris lapak kakek, dan ini ada sesuatu buat kakek , mohon diterima ya?'. sahut Lin Long menyodorkan amplop pada kakek yang berisi uang 1 juta . Setelah mengambil batu itu mereka langsung pergi .
' Terima kasih tuan , semoga keberuntungan selalu menyertai kalian semua'. ucap kakek itu yang melihat kepergian Lin Long , Alice dan Wu Wu.
__ADS_1