Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Aku paling tidak suka diremehkan.


__ADS_3

Setelah tuan Besar Keluarga Lin melirik pengawal paruh baya berambut perak , pengawal itu mengangguk, tanda mengerti.


Dia tahu apa yang harus dilakukan , tentunya untuk menguji kekuatan Steven Li. Karena penasaran , orang yang berada ditingkat body tempiring tahap awal masa tuan mudanya bilang kalau dia sangat hebat .


Sebagai seorang grandmaster pasti ia sangat tersinggung dan tak percaya, oleh karena itu dia ingin menguji Steven Li.


' hay , anak muda , apakah benar yang diceritakan tuan muda kami, jika dirimu sangat hebat' kata pengawal berambut yang bernama Huan Tu menyelidik.


' Ah senior itu hanya rumor , tuan muda yang melebih-lebihkan saja' jawab Lin Long merendah, walaupun dia tahu apa maksud perkataan Huan Tu.


' Bagaimana , kalau kamu main-main sama salah satu pengawal kami ' kata Mahesa Lin menyahut.


' Apa-apaan ayah , jangan membuat masalah ' bisik Jhony Lin pada ayahnya. Dia tahu orang yang didepanya sangat mengerikan , karena pernah melihat dengan mata kepala sendiri.


Jadi dia berinisiatif untuk menghentikanya, tentu saja yang lain tidak percaya karena belum membuktikanya, makanya tuan Mahesa Lin ingin melihatnya sendiri dan mengujinya.


' Baik' jawab Lin Long tanpa basa-basi.


' Tapi apa keuntunganku jika aku bisa mengalahkan pengawal itu' lanjut Lin Long.


' Tentu saja aku akan menghadiahkan sesuatu padamu' jawab Mahesa Lin.

__ADS_1


' Aku akan memberikan uang 100 juta jika kamu mengalahkan dia' sambungnya.


' Baik saya terima' jawab Lin Long , tentu saja dia tidak ingin membuang kesempatan , lagian dia juga butuh uang untuk bertahan hidup.


' Tuan Huan Tu , tolong bawa mereka ke arena pertandingan ' kata Mahesa Lin.


' Baik tuan , mari ikut saya ' jawab Huan Tu , sembari mempersilahkan Lin Long untuk pergi ke arena pertandingan.


Keluarga Lin adalah keluarga kultivasi , jadi tidak heran ada semacam arena pertandingan di kediaman mereka yang cukup luas.


Setelah mereka sampai di arena pertandingan , Huan Tu sebagai wasit mempersilahkan Lin Long untuk bersiap-siap , dan juga pengawal yang ditunjuk Mahesa Lin yang badanya tinggi besar , berotot, kulit tebal seperti Badak.


Jelas dia termasuk pengawal elit dikeluarga Lin , tingkat kultivasinya ranah pondasi tahap awal.


' Pantang bagiku menyerah sebelum mencoba' jawab Lin Long singkat.


' Apa kalian sudah siap ' ucap Huan Tu pada meraka.


' Siap' jawab pengawal dan Lin Long serempak.


' Kalian sudah tahu aturannya , siapa yang keluar dari arena pertandingan , maka dia yang kalah ' ucap Huan Tu pada mereka lalu turun dari arena pertandingan.

__ADS_1


' Hay anak muda , aku tidak tega memukul dirimu , bagiaman jika kamu yang memukulku saja" ucap pengawal itu dengan sombongnya.


' tapi dalam 10 pukulan kamu tidak bisa menjatuhkanku , maka kamu kalah , bagaimana ?' lanjutnya percaya diri , karena yakin Lin Long tidak akan bisa menjatuhkanya dalam 10 pukulan .


Bagaimanapun juga dia terkenal pengawal yang paling kuat diantara para pengawal elit keluarga Lin , dia juga dijuluki Otot Kawat Balung Wesi.


' apa kamu yakin ? ' jawab Lin Long dengan senyum kecil diwajahnya.


' Yakin , dan jika kamu bisa mengalahkan dalam 1 pukulan , aku akan tambah hadiah untukmu 50 juta. ' jawab pengawal sangat percaya diri.


' Ayo silahkan serang aku sesukamu , mau pilih yang mana yang kamu ingin pukul' lanjutnya sombong.


' oke ' jawab Lin Long singkat.


BOOOM !


uugghh !


Pengawal itu terlempar keluar arena sejauh 100 meter , jatuh ketanah memuntahkan darah , badan kejang-kejang mirip orang kena ayan, tidak berkutik lagi . Pingsan.


' Aku paling tidak suka diremehkan' ucap Lin Long.

__ADS_1


Semua orang terkejut , bagaimana tidak terkejut , Lin Long hanya menjentikan jari saja , pengawal yang dijuluki otot kawat balung wesi dikalahkan begitu saja.


Mereka sumua sadar , jika orang yang didepan mereka adalah orang yang mengerikan yang tidak boleh disinggung. Tapi berbeda dengan Huan Tu , dia masih penasaran dan ingin menguji kekuatan Lin Long.


__ADS_2