
Wu Wu yang melihat mereka berdua juga ikut merasa sedih , bagaimanapun mereka sudah ia anggap kakak sendiri, setelah mendengar semua apa yang Alice Qin ceritakan, membuat Wu Wu sangat marah, seandainya dia tidak ingin menjaga perasaan Alice Qin yang sudah dia anggap kakak , mungkin Wu Wu akan membantai keluarga Qin saat itu juga, karena orang-orang yang serakah dan orang-orang yang mementingkan kesenangan sendiri diatas penderitaan orang lain seperti keluarga Qin , tidak layak untuk hidup didunia ini.
' Kasihan kakak Alice , harus menanggung beban berat sendiri,demi menyenangkan orang-orang egois keluarganya'. gumam Wu wu dalam hati.
Setelah Alice menceritakan semuanya , kini ia sedikit merasa lega , walaupun rasa sakit itu tidak akan mudah hilang, setidaknya bisa mengurangi sedikit, kini ia berencana menemui tuan Tama si tuan Badak itu, tetapi Alice tidak memberitahu Steve, dia takut Steve akan sakit hati.
' Terima kasih Steve telah mendengarkan semua uneg-unegku, aku sedikit merasa lega sekarang'. ucap Alice ada senyum lembut diwajahnya yang sangat cantik itu, walaupun hatinya masih merasakan sakit yang amat dalam. tetapi ia mencoba untuk tersenyum.
' Kamu tidak perlu berterima kasih , jika ada uneg-uneg ,ceritakanlah kepadaku , aku berjanji akan menjadi pendengar setiamu'. sahut Steve ada senyum kecil diwajahnya .
' Oh iya , aku ada sedikit tabungan , mungkin bisa membantu mengurangi biaya hutang keluargamu walaupun tidak berapa'. lanjut steve.
' Ini ada kartu ATM , disitu ada saldo 20 milyar , aku dapatkan itu karena telah memenangkan pertandingan '. lanjut Steve sembari menyodorkan kartu ATM pada Alice.
' Aku bukan istrimu, kenapa kamu memberikan itu padaku ?' sahut ALice tersenyum lebar dan menolak pemberian Steve.
' Bukannya kamu calon istriku ?' . kekeh steve menggoda Alice.
' Iiihhh...apaan sih ..' ucap Alice memanyunkan mulutnya dan mencubit perut Steve , wajahnya memerah karena malu dan hatinya bahagia walaupun itu hanya kata-kata, tapi kata itu yang ia harapkan dari orang ia cintai.
' Kamu terima ya sayang, walaupun sedikit mungkin bisa mengurangi biaya itu hutang itu'. ucap Steve tersenyum.
__ADS_1
' Ini simpan saja , buat modal kita nikah nanti '. Alice tertawa kecil , tetapi ada air mata yang menetes diwajahnya.
' Kenapa kamu malah menangis ?' ucap Steve mengerutkan kening.
' Aku tidak apa apa sayang ' . sahut Alice sembari mengusap air mata diwajahnya, ia tidak mau mengatakan jika mendengar kata-kata menikah itu sangat menyakitkan hatinya , bagaimana tidak , sebentar lagi ia akan dijodohkan dengan tuan Tama , sedangkan yang ia inginkan adalah menikah dengan Steve, apakah dia harus memperjuangkan cintanya, apakah ia harus menyerah, itulah yang membuat Alice menangis lagi.
' Kamu jangan menangis lagi , kamu tidak ingin kan, aku sedih ?' kata Steve sambil memegang wajah Alice dengan kedua tangannya.
Alice Qin hanya mengangguk dan mencoba untuk tersenyum.
' Sayang aku pulang dulu ya ? ada urusan yang harus aku selesaikan, kamu jaga kesehatan dan jangan nakal'. ucap Alice menatap wajah Steve dan ada senyum kecil diwajahnya.
' Dan kurangi merokok !.' lanjut Alice pura-pura marah.
'iihh...gitu kan...ya udah aku pulang dulu , ingat jangan nakal ! ' . sahut Alice mengerucutkan bibirnya .
' Iya , kamu hati-hati ya sayang '. sahut Steve sembari mengecup kening Alice.
Setelah mereka saling berpelukan, lalu Alice pergi meninggalkan mereka untuk menemui tuan Tama , Lin Long tidak tahu kalau Alice ingin menemui tuan Tama, karena Alice tidak memberitahunya.
' Maafkan aku Steve , maafkan aku yang selalu menyakitimu , maafkan aku yang tidak bisa membahagiakanmu'. gumam Alice dalam hati, ketika ia melangkah berpaling dari pandangan Steve menuju keluar hotel, ada air mata yang terus menetes dipipinya.
__ADS_1
Setelah melihat kepergian Alice , Lin Long berencana untuk bermeditasi dikamar saja , untuk menstabilkan pondasi kekuatannya.
-------------------------------
Ditempat lain , tepatnya dikantor tuan Tama dipurasahaan Utama Grup.
' Hahahaha..akhirnya aku bisa mendapatkanmu Alice Qin ..wanita yang selama ini aku mimpi-mimpikan, hahaha..' tawa tuan Tama bahagia , bahagia karena mendapatkan Alice Qin wanita yang selama ini ia mimpi-mimpikan untuk bisa tidur dengannya.
' Memang Harta adalah segalanya , buktinya aku bisa beli wanita cantik seperti Alice Qin..hahahaha ' lanjutnya membanggakan diri.
' Apalah tuan mau menidurinya sekarang?' tanya wanita yang berada dipangkuan tuan Tama, dia adalah sekretarisnya.
' Iya , aku tidak mau membuang-buang kesempatan emas ini hahaha'. tuan Tama bangga.
' Bukanya kita baru saja melakukannya tuan , apa tidak capek? '. jawab sekretarisnya yang bernama Dina.
' Saya kalau masalah bercocok tanam tidak pernah merasa capek , cukup istirahat sebentar bisa mulai lagi , hahaha'. sahut tuan Tama.
' Ayok kita melakukannya lagi sambil menunggu Alice Qin datang , hahaha'. lanjut tuan Tama sembari tangannya mengangkat rok yang pakai dina , melorotkan CD Dina.
Akhirnya mereka melakukannya lagi , kini posisinya tuan Tama duduk dikursi , dan Dina duduk dipangkuan Tama sambil naik turun naik turun.
__ADS_1
' Tuan Tama memang sangat kuat seperti Badak '. gumam Dina dalam hati.