
Malampun semakin larut , walaupun mereka tidur satu kamar tetapi mereka tidak melakukan apa-apa, apalagi membuat dedek bayi, nyium tangan juga enggak.
Bagiamanapun Steve masih menghormati Alice, wanita cantik yang selama ini mengisi hatinya, walaupun Alice memaksa melakukannya, tetapi dia tidak ingin melakukan hal bodoh itu, bagaimanapun dia juga menghormati Erik Wang calon suami Alice Qin.
Steve sungguh lelaki langka yang hanya ada di dunia Novel saja, seandainya di dunia nyata ada laki-laki yang seperti itu , perlu dipertanyaan kenormalannya. Jangan - jangan jeruk makan jeruk, bwehehehe.
Akhirnya walaupun mereka tidur dalam satu kamar tetapi mereka memutuskan untuk tidur berpisah , Alice di kasur dan Steve di sova.
-----------------------------
Keesokan harinnya.
Steve yang biasa tidur sendiri lupa kalau masih ada Alice Qin dikamarnya, karena ia sudah bangun dari tidurnya, dia ingin cuci muka kekamar mandi , aktifitas yang biasa ia lakukan disetiap bangun pagi. Tanpa ia sadari langsung saja membuka pintu kamar mandi.
Cklek !
Kreet !
' Steve ?' kamu sudah bangun ? ucap Alice yang tidak kaget, walaupun ia dalam keadaan tidak menggunakan sehelai kainpun.
Terlihat tubuhnya yang putih , mulus seperti giok , tubuhnya yang ramping tapi masih terlihat berisi, ada dua gundukan yang tidak terlalu besar atau kecil yang masih kencang ,dan dipucuknya berwarna pink smooth ,setelah itu terlihat dibawah pusarnya ada Sarang Tawon yang cukup lebat , sungguh serasi yang melengkapi keindahan tubuhnya.
' Ma , maaf Alice aku tidak sengaja' ucap Steve sembari memalingkan wajahnya dan berlalu pergi '
' Xixixi..' kekeh Alice Qin , dia tahu jika Steve baru pertama kali ini melihat dia tanpa busana.
' Ah sial , kenapa aku harus melihatnya'. gumam Steve sambil mengusap-usap wajahnya, dengan perasaan tidak karuan dan jantung berdetak kencang.
Sesaat masih terhanyut dalam lamunan ,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok , Tok , Tok.
__ADS_1
' Kak, kakak, sudah bangun belum ? , woy ! ' teriak Wu Wu dari luar pintu.
' Dah ' jawab Steve yang sudah tersadar dalam lamunannya, lalu membuka pintu .
Cklek !
' Ada apa pagi-pagi kesini badak ! ' ucap Steve agak kesal.
' Ayo kak cari makan , Utamakan Sarapan !' sahut Wu Wu .
' Iya nanti nunggu Alice sedang mandi'. jawab Steve memberi tahu.
' Waduh , kak Alice belum pulang?! ' sahut Wu Wu sedikit kaget.
' Belum , semalam tidak mau pulang ,jadi tidur disini '. jawab Steve menjelaskan.
' Hayo ngapain tadi malam..? berapa ronde kak.' tanya Wu wu menyelidik.
Wu Wu langsung berjalan keluar , tentu saja sambil menggerutu.
' Baru kemaren ditinggal kak Angel, sekarang sudah tinggal satu kamar sama cewek laen, dasar laki-laki yang tidak bisa dipercaya .' gumam Wu Wu dalam hati.
' Aiishh..aku juga laki-laki , kalo begitu aku juga mau mendua ah...bwahahaha ' , tawa Wu wu dalam hati, karena Wu Wu bertekad ingin medua.
Yah begitulah kadang teman itu sangat mempengaruhi perilaku kita, jika teman kita baik maka akan berpengaruh baik, jika teman kita tidak baik, bisa saja akan mempengaruhi kita kepada hal yang tidak baik juga.
Maka dari itu jangan kalian salah memilih teman , sebisa mungkin carilah teman yang baik, agak bisa mempengaruhi kita kedalam hal-hal yang baik.
---------
Setengah jam kemudian.
__ADS_1
Mereka semua sudah siap untuk pergi mencari makan direstoran yang ada Hotel tersebut. setelah menemukan restorannya akhirnya mereka makan bersama
' Kak ' ucap Wu Wu sambil makan.
' Apa ' jawab steve singkat.
' Wu wu Ingin Mendua, masa iya suruh jadi obat nyamuk terus ' sahut Wu Wu.
' Bukannya kamu sudah ada Nen Nen yang setia dikampung ?' ucap steve .
' Nen Nen ya buat dikampung , kalo ditempat laen ya harus ada yang laen lagi, bwahaha' sahut Wu Wu tidak merasa bersalah.
' Nanti kalo Nen Nen tahu, terus ninggalin kamu gimana'. Steve menasehati.
' Kebetulan ! bwahahaha ' . sahut Wu wu enteng saja.
' Dasar badak .' gumam Steve dalam hati, dia tidak menanggapi perkataan Wu wu lagi. Malas juga menanggapi orang yang pintar ngomong seperti Wu Wu, mau dinasehatin seperti apapun, tetap masih bisa menjawab.
' Wu , kamu jangan begitu, hargai perasaan wanita , kamu harus setia, wanita sangat rapuh kalo masalah hati.' ucap Alice Qin yang dari tadi diam.
' Bagaimana , seandainya ibunmu diselingkuhin sama ayahmu ?, apa kamu tega?'. lanjut Alice menasehati.
Wu Wu hanya diam manggut-manggut saja, seolah-olah menerima nasehat dari Alice, padahal dia sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan wanita lain lagi.
Saklek memang.
---------------------------
Permintaan Maaf Author :
Maaf jika di capter ini ada kata-kata Author yang membuat imaginasi reader menjadi liar, teruma yang jomblo karatan.
__ADS_1
Mendingan bayangin babi aja, mereka juga putih seperti giok.