
Setelah tuan Tama dan Dina selesai pelepasan , akhirnya mereka berdua tergeletak lemas dengan nafas ngos-ngosan di sova, Dina yang memakai pakaian atas saja lamgsung mengelap cairan putih yang ada dibagian perutnya, lalu memakai CD dan roknya kembali.
' Apakah tuan sudah puas ?' tanya dina kepada tuan Tama sambil membelai dada tuan Tama.
' Jangan tanya itu padaku , aku masih belum merasa puas, setelah ini kita akan main bersama Alice Qin hehe'. jawab tuan Tama sembari menyalakan rokoknya, lalu menghembuskan asap rokoknya keatas.
Buush..
' Maksud tuan ?' jawab Dina tidak mengerti apa maksud main bersama dengan Alice Qin.
' Nanti kamu beri dia obat yang telah aku sediakan, obat perangsang dilaci mejaku itu, setelah Alice meminumnya , kita akan main bersama-sama, kamu dan dia melawan aku sendiri bwahaha'. jawab tuan Tama menjelaskan, dan ada tawa kemenangan.
Dina hanya mengangguk setuju , apapun yang tuan Tama inginkan dia tetap akan setuju, mungkin yang dipikirkan Dina adalah yang penting dia dapat uang banyak, tak peduli ia harus menjual diri kepada pria paruh baya seperti tuan Tama .
Bodo amat dengan ocehan sinis orang lain , yang penting perut bisa kenyang, kebutuhan bisa tercukupi. Sudah dapat enak juga dapat duit , itulah kemungkinan yang dipikiran Dina, tapi semua itu kembali kepada Dina , yang tahu semua adalah Dina sendiri.
Kita sebagai sesama manusia hanya bisa saling mengingatkan , tetapi tidak boleh saling menjudge perbuatan orang lain, karena kita semua mempunyai hak untuk memilih pilihan hidup masing-masing.
Selama setengah jam mereka terkapar karena kelelahan , akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mandi bersama, setelah mandi dan memakai baju masing-masing ,tak berapa lama Alice Qin pun datang .
Tok , tok , tok.
__ADS_1
' Masuk '. jawab tuan Tama.
cklek .
Pintu dibuka dan terlihat wanita yang sangat cantik berdiri didepan pintu.
' Siang pak , saya Alice Qin '. ucap Alice Qin menunduk kepala hormat.
' Masuklah Alice ,jangan terlalu sungkan,hehe'. jawab Tama.
' Duduklah'. lanjut tuan Tama mempersilahkan Alice untuk duduk.
Alice hanya mengangguk , lalu ia duduk di sova yang habis dipake bercocok tanam oleh tuan Tama dan Dina.
' Apa maksud kamu datang kesini Alice?'. tanya tuan Tama , padahal dia sudah tahu maksud kedatangan Alice , karena sudah diberi tahu oleh nenek Elisabet Qin.
' ee..aku kesini untuk meminta pinjaman modal untuk perusahaan kami tuan'. jawab Alice Qin menunduk dan to the point.
' Hahaha apa hanya itu saja ?, apakah tidak ada hal lain lagi?'. tawa tuan Tama ada rasa kemengan dihatinya.
Sebelum Alice Qin menjawab ,datang Dina membawa minuman yang dipesan tuan Tama yang sudah dicampuri obat perangsang , dan menawari Alice Qin minum
__ADS_1
' Ini minumannya nona Alice'. ucap Dina menawari sambil menunduk hormat.
' Terima kasih '. Alice Qin mengangguk ada senyum kecil diwajahnya yang cantik itu.
' Ayo diminum , jangan sungkan, mari kita bersulang sebagai tanda kontrak perusahaan Utama Grup dan perusahaan Qin grup sudah deal.' ucap tuan Tama sembari menyodorkan minumannya untuk bersulang kepada Alicen Qin.
Alice Qin tidak menjawab hanya tersenyum kecil dan mengangguk sejutu , lalu menyodorkan minumannya untuk bersulang .
' Bagiamana Alice , apakah kamu merasa senang bekerja sama denganku?' tanya tuan Tama sembari teruk memandangi tubuh molek Alice Qin . dengan mata penuh nafshu.
' Ten, tentu tuan '. jawab Alice Qin singkat, dan yang sudah sedikit merasakan pusing dikepalanya, setelah meminum minuman yang berikan oleh Dina.
Melihat Alice Qin mulai bereaksi karena pengaruh obat yang dicampurkan kedalam minuman ,tuan Tama tidak mau membuang-buang kesempatan, lalu duduk menghampiri Alice Qin , lalu melihat Dina dan memberi kode mengedipkan matanya.
Dina yang sudah tahu maksud tuan Tama, dia langsung melepas semua bajunya , karena maksud tuan Tama mereka ingin segera bermain cocok tanam bersama ,secara 2 lawan 1 , kasarannya dua wanita cantik melawan satu Badak.
Alice yang melihat Dina sudah tidak memakai pakaian sehelai pun dan mulai mendekatinya, kini ia menjadi ketakutan.
' A apa yang kalian ingin lakukan '. ucap Alice ketakutan, melihat dan tuan Tama.
' Hahaha..kamu jangan pura-pura lugu Alice , bukannya kamu sudah janda 2 kali ? dan keluargamu sudah setuju dengan semua ini, hahaha.' tawa tuan Tama penuh kemenangan.
__ADS_1
' Apakah keluargamu tidak memberi tahumu , kalau mereka setuju dengan semua ini ? , dana akan cair jika kamu mau melayaniku , ayolah Alice kita bersenang-senang..' lanjut tuan Tama yang sudah tak terbendung lagi hasratnya, lalu tuan Tama membuka bajunya ,dan telah siap menggagahi Alice Qin.
Alice yang sudah merasa sangat pusing tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya bisa menangis tak berdaya,ingin melawanpun percuma, tubuhnya sudah lemah mau mengangkat tanganpun sudah tak berdaya, jadi dia hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan tuan Tama nanti.