
Alice yang terus larut dalam tangisannya akhirnya tanpa sadar ia tertidur dengan sendirinya .
Keesokan harinya.
Alice Qin hari ini akan bertemu dengan tuan Tama direktur Tama Grup , tuan Badak yang suka mempermainkan wanita, dengar-dengar satu hari tidak bercocok tanam dengan wanita ,badan menjadi pegal-pegal , jadi harus ada wanita yang siap melayaninya setiap harinya ,maka tidak heran dia punya banyak istri, bahkan jika para istri sedang datang bulan semua , dia harus mencari wanita lain untuk melayaninya.
Sekarang Alice Qin sudah siap untuk menemui tuan Tama , tapi sebelum bertemu tuan Tama dia berencana menemui Steve terlebih dahulu.
Ditempat lain , di Hotel dimana Steve berada.
Lin Long dan Wu wu yang sedang makan direstoran yang ada dihotel .
' Kak , Hp nya sudah diperbaiki?' tanya Wu Wu.
' Sudah , besok katanya baru jadi '. jawab Lin Long.
' Makanya , kalo ketoilet jangan bawa Hp '. sahut Wu Wu.
' Kamu tidak tahu rasanya kenikmatan merokok dan main Hp ketika BAB , hehe..'. jawab Lin Long terkekeh.
__ADS_1
' Sekalian bawa kopi sama Mendoan, biar lengkap !' sahut Wu Wu.
Lin Long tidak menanggapi ocehan Wu Wu , kini ia berfikir untuk menemui Alice Qin ,karena takut terjadi apa-apa pada Alice Qin. setelah makan selesai mereka kembali kekamar untuk mengambil kunci mobil , dan berencana menemui Alice Qin, tetapi saat mereka berjalan di lobi hotel , pucuk di cinta ulam pun tiba.
' Steve '
Ada suara wanita memanggil, dia adalah Alice Qin, Lin Long dan Wu Wu langsung menoleh kearah suara tersebut.
' Alice?!' jawab Lin Long menoleh kaget, padahal ia berencana mau menemuinya , ternyata Alice duluan yang datang padanya.
Alice Qin berlari langsung memeluk Steven Li, dan memeluknya erat-erat, ada rasa kerinduan dihatinya, rindu yang teramat dalam pada kekasih pujaan hatinya.
' Aku kangen '. ucap Alice Qin memeluk erat Steve , ada sedikit air mata yang menggenang dikelopak matanya.
' Kenapa kamu susah dihubungi '. dengus Alice Qin mendongakan wajahnya sambil cemberut menatap pria tampan yang dipelukannya.
' Maaf Hlp aku rusak sayang , tapi sedang diperbaiki kok ' . jawab Steve sambil tersenyum manis menatap wanita yang ia cintai.
' Rusak kecemplung aer ! soalnya kalo BAB harus bawa HP, rokok sama kopi ! '. sahut Wu wu yang dari tadi diam .
__ADS_1
Alice menoleh kearah Wu Wu sambil menggelengkan kepalanya , dia tidak memarahi Steve karena dia menganggap itu hal yang biasa . Dan Steve mendengar ucapan Wu Wu hanya diam saja , ngapain ribut sama orang saklek seperti Wu Wu , percuma saja buang-buang waktu.
' Kamu kenapa ? mata kamu kok sembab , kamu habis nangis ?'. tanya Steve ,karena ia perhatikan mata Alice yang sembab seperti habis nangis.
Alice tidak langsung menjawab tapi langsung memeluk Steve dalam-dalam, tangispun pecah .
Hiks..hiks..hiks..hiks..
' Kamu kenapa malah menangis ? ada apa ? ceritakanlah .' ucap Steve heran .
Alice Qin terus saja menangis , terlihat banyak beban yang sangat berat dipundaknya, penderitaan yang terus menerus menghampirinya , dan kesakitan yang terus menerus menjumpainya, sebagai manusia biasa, jelas Alice Qin tidak kuat menahan semua itu sendirian , yang ia butuhkan saat ini adalah ingin berbagi beban itu dengan orang ia sayangi yaitu Steve , ia sangat butuh Steve disisinya.
' Kamu jangan menangis terus sayang, coba ceritakan padaku , bebanmu adalah bebanku , jika kamu tidak sanggup menghadapi beban itu , berbagilah denganku, mungkin itu bisa mengurangi bebanmu' ucap Steve dengan senyum dipaksakan , sambil mengusap air mata Alice dipipinya.
Mendengar ucapan Steve lalu Alice menceritakan semua apa yang ia alami, semua apa yang ia rasakan saat ini . Mendengar cerita Alice , Steve pun tak sadar sudah meneteskan sedikit air mata dipipinya.
Bagaimana tidak sedih, orang berada yang dipelukanya , orang ia sayang dan orang yang ia cintai saat ini sedang menanggung beban yang sangat berat, sebagai seorang pria dia juga harus bisa melindungi, menyayangi, mencintai dan membuat nyaman wanita yang ia cinrai.
' Jangan pernah tinggalkan aku Steve, aku butuh tempat bersandar dimana ketika aku terasa sangat lelah '. ucap Alice Qin yang terus menangis memeluk erat Steve.
__ADS_1
' Aku sangat lelah Steve , aku benar-benar sangat lelah dengan semua ini , aku butuh kamu Steve , hiks..hiks..hiks..' lanjut Alice menatap wajah pria yang sangat ia butuhkan kehadiranya disisinya, disaat dia merasa lelah menahan penderitaan dan beban yang tak sanggup ia tanggung sendiri.
Begitulah hidup, setiap orang pasti ingin bahagia , tetapi hidup adalah ujian, mau tidak mau kita harus menghadapi ujian itu , alangkah lebih baik jika kita bisa berbagi beban itu dengan orang yang kita sayangi dan kita cintai.