Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Kesombongan Karin Liu


__ADS_3

Jurus andalan Kerin Liu dan Daren Qu telah berbenturan, yang menyebabkan gelombang kejut yang dahsyat , orang-orang yang menonton untungnya telah dilindungi oleh formasi , jika tidak maka bisa jadi mereka akan kena dampak serangan Karin Liu dan Daren Qu tersebut, walaupun ada sebagian penonton biasa yang tidak punya kultivasi masih merasakan dampaknya.


Sementara diatas arena kini Karin Liu dan Daren Qu masih bertarung , mereka terlihat tidak seimbang , karena terlihat Karin Liu menguasai pertandingan , walaupun begitu Daren Qu tidak mau kalah , dia sangat berusaha untuk melumpuhkan Karin Liu walaupun sangat mustahil. Bagiamana tidak ,setiap jurus yang keluarkan Daren Qu bisa ditangkis oleh Karin Liu.


BOOM !


BOOM !


' Menyerahlah saja Daren ' ucap Karin Liu dengan senyum mengejek , karena melihat Daren sekarang sudah sangat kewalahan .


' Tidak ada kamus dihidupku untuk menyerah begitu saja , sebelum aku benar-benar kalah darimu!'. jawab Daren Qu dengan wajah jelek. Kini dia mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya akibat terkena pukulan Karin Liu.


' Ayo kita mulai lagi ! ' seru Daren Qu dan langsung mengeluarkan Jurus pamungkasnya.


Auman Harimau !


Tak mau kalah Karin Liu pun segera menangkis serangan Daren Qu dengan teknik pelindung terkuatnya.


Perisai Api !


BOOOOOOM !


Ughh !

__ADS_1


Serangan Daren Qu telah ditangkis oleh teknik pelindung Karin Liu , karena serangan Daren Qu sangat kuat , melawan perisai Api Karin Liu yang juga sangat kuat maka dampaknya adalah serangan tersebut berbalik menyerang Daren Qu sendiri. Kini Daren Qu terpental kebelakang 50 meter jatuh keluar Arena akibat dampak dari serangannya sendiri.


Braak !


Daren Qu jatuh ketanah , tubuh ambruk tak berdaya , matanya memandang kosong, sekujur tubuhnya ada bekas luka bakar dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya , Daren Qu telah kalah dan terluka dalam.


' Hanya segitu kemamouan yang katanya jeniusnya para jenius di Negara ini ? '. ucap Karin Liu dengan senyum mengejek.


Mendengar kata-kata Karin Liu semua penonton yang ingin mengikuti pertandingan tersebut menjadi bergidik . Bagiamana tidak , melihat Daren Qu seorang pemuda jeniusnya para jenius dikalah dengan mudah oleh Karin Liu , yang membuat nyali mereka menciut seketika.


' Bro , kamu jadi ikut pertandingan gak , kalo aku tidak jadi ikut saja, takut nanti nasibnya seperti Daren Qu '. bisik seorang pemuda kepada temannya.


' Iya , aku juga tidak jadi ikut, mengerikan sekali Karin Liu, Daren saja mudah dikalahkan apalagi kita yang para kroco '. jawab temannya bergidik ngeri.


' Kepalamu !'. jawab teman lainnya serempak.


Sementara diatas Arena Karin Liu berdiri dengan bangganya , kini ia merasa tidak ada lagi orang yang bisa mengalahkannya , seorang jeniusnya para jeniusnya saja seperti Daren Qu saja dia kalahkan apalagi yang lainnya.


' Siapa lagi yang akan melawanku , ayok cepat kesini !' teriak Karin Liu dengan bangga dan percaya diri.


' Apa hanya itu kemampuan orang-orang dinegara ini ! , kalian para sekumpulan sampah saja ! '. lanjut Karin Liu dengan sombongnya.


Melihat keangkuhan Karin Liu semua penonton hanya tertunduk malu dan ada rasa takut dihati mereka , bagaimana tidak takut orang yang ngomong didepan mereka bisa dikatakan sebagai orang nomor 1 terkuat di kota atau bahkan di negara mereka.

__ADS_1


' Kalian diberi kesempatan 30 menit untuk berfikir , dan untuk nona Karin dipersilahkan untuk beristirahat dulu '. ucap Wasit pertandingan memberi kesempatan pada penonton yang ingin ikut pertandingan , dan mempersilahkan Karin Liu untuk beristirahat sejenak untuk memulihkan kekuatannya.


Semantara penonton diberi kesempatan untuk berfikir , dan Karin Liu meninggalkan arena menuju tempat duduk dimana ayahnya berada , dia adalah tuan kota J , Franks Liu namanya.


' Bagaimana nak '. ucap Franks Liu kepada anaknya Karin Liu yang sudah duduk disebelahnya.


' Ternyata semua orang-orang disini semua sampah , tidak cocok untukku'. jawab Karin Liu dengan arogannya.


Franks Liu tidak menjawabnya , dia hanya tersenyum kecut, dia tahu kalau puterinya adalah orang yang sedikit arogan , tetapi sebenarnya hatinya baik, peduli dengan orang -orang sekitar yang lemah dan miskin tentunya.


' Aku akan memberi mereka kesempatan untuk berfikir , jika nanti tidak yang mau melawanku , kita sudahi saja pertandingan ini'. lanjut Karin Liu dengan senyum mengejek dan percaya diri.


Sementara dibarisan penonton dimana Lin Long dan Wu wu berada .


' Kak , kenapa tadi gak maju ke arena , malah planga-plongo kayak kebo !' ucap Wu wu kesal yang melihat Lin Long tidak segera maju ke atas Arena.


' Tenang saja Wu , hanya ingin memberi kesempatan pada yang lainnya, tentu saja memberi kesempatan nona Liu untuk beristirahat'. jawab Lin Long santai.


' Kalau aku maju dan mengalahkan dia , kesannya aku memanfaatkan kelelahan dia yang sudah banyak melawan nona Liu'. lanjut Lin Long menjelaskan .


------------------------


Maaf ,update gak tentu, soalnya mood buat menulis masih belum kembali, soalnya ASI saya masih diluar kota, ntar lah kalo asupan ASI sudah kembali dan terpenuhi, saya akan coba crazy up. 😆

__ADS_1


__ADS_2