Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
bab 3 Tidak disangka


__ADS_3

Walaupun Lin Long masih dalam suasana kebingungan dia masih tetap melakukan apa yang istrinya suruh .


Apa aku harus tegas kepada mereka atau aku harus pura pura bodoh seperti orang ini ? " gumam Lin Long dalam hati.


"Salama mereka tidak berbuat melampaui batas , aku akan bersikap biasa pada mereka , tapi jika mereka bertindak melampaui batas wajar , aku tidak segan-segan untuk menghambisi mereka , tak peduli mereka mertua ,istri atau keluarga . " sambung Lin Long dalam hati.


Setengah jam berlalu, dan masakan sudah selesai .


" Ini makanan sudah aku siapkan , makanlah " kata Steve pada mereka yang sudah duduk di meja makan , dengan wajah dingin.


" Hey bodoh , kayaknya kamu sekarang sudah mulai tidak bertindak sopan ya kepada kami ! " bentak ibu mertua Steve.


Tetapi Steve tidak memperdulikan mereka , tanpa kata dia beranjak kekamar.


" Hey ! kami sedang berbicara denganmu ! apa kamu tuli ! " Bentak ibu mertua.


Steve tidak menyahutnya, hanya menoleh dengan senyuman dingin , yang membuat ibu dan istri Steve sedikit ada rasa takut.


Tanpa memperdulikan mereka , Steve pun masuk ke kamarnya.


" Ibu , apa kamu tidak merasa aneh dengan kelakuan Steve hari ini ? " Tanya Alice Qin

__ADS_1


"Iya seperti ada yang aneh , apa dia salah makan obat ? " Jawab Maria Tang


" Dan wajahnya sekarang tambah cerah , bisa dikatakan sangat tampan, sungguh sangat mengherankan, seperti bukan menantuku yang bodoh itu " Sambung Maria Tang dalam hati.


" Ibu , kok melamun ? " Tanya Alice Qin


"Ah , ti tidak , siapa yang melamun? ," jawab Maria Tang gelagapan .


"Ya sudah kalau tidak ada apa - apa , aku mau berangkat kerja , dan ini uang belanja harian , tolong nanti serahkan pada Steve " kata Alice sambil menyerahkan uang lalu berangkat kerja.


" Iya , nanti aku serahkan , dan kamu hati hati dijalan , sudah pesan taksi ? ' tanya Maria


" Sudah " jawab Alice singkat sambil melangkah pergi.


Steve yang masih larut dalam kekesalannya pada tubuh yang baru ia miliki ,dan ia mencoba untuk menenangkan diri.


"Huh , di duniaku yang dulu aku sangat disegani , sekarang di duniaku yang baru aku sungguh diperlakukan seperti sampah , apakah ini balasan yang aku tunai dulu? " gumamnya.


" Tidak , siapa saja yang mencoba memprovokasiku , tak segan akan aku habisi mereka , tak perduli siapa mereka " sambung Steve dengan seringai diwajahnya.


Larut dalam lamunan , tiba-tiba ada suara dari luar, siapa lagi kalau bukan Maria ibu mertuanya.

__ADS_1


"Steve , ini ada titipan uang dari Alice , buat belanja kebutuhan besok , kamu pergi ke pasar sekarang , buka pintunya "! teriak Maria Tang


Tanpa menjawab Sreve membuka pinta kamarnya.


Cklek ,


"I ini uang belanja harian dari Alice " kata Maria Tang .


' Oke " jawab Lin long


" Kalo tidak ada perlu silahkan pergi " sambung Lin Long


" iya ' jawab Maria tang seperti orang ketakutan .


" Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan menantuku ini , seperti bukan dia yang dulu , aku merasa dia berubah, entah apa dan kenapa aku merasa takut jika berhadapan dengan dia ' gumam Maria tang dalam hati . Lalu dia beranjak pergi .


Setelah Maria tang pergi , Lin long masuk kamar lagi lalu menutup pintu .


Dalam kamar.


Aku harus pergi kepasar , dari pada bingung disini " gumam Lin long dalam hati. Lalu dia berlalu pergi .

__ADS_1


..........................


Dijalan ..tiba-tiba ada suara pertengkaran . Lin Long penasaran dan mencari sumber dari suara pertengkaran tersebut.


__ADS_2