Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Kalian tidak pantas mengujiku.


__ADS_3

Setelah membereskan otot kawat balung wesi , Lin Long dengan santainya berjalan turun dari arena, tapi tiba-tiba Huan Tu memanggilnya.


' Anak muda , jangan buru-buru , bagaimana kalau kita main-main dulu' . ucap Huan Tu.


Lin Long berhenti berjalan , lalu menoleh kearah Huan Tu.


' Apa anda yakin , senior?' jawab Lin Long mengernyitkan keningnya.


' Apa kamu bilang , kamu meremehkanku ?!" sahut Huan Tu kesal karena merasa diremehkan , bagaimanapun dia adalah seorang grandmaster yang cukup disegani dikota Y.


Huan Tu termasuk orang yang paling ditakuti dikota Y , dia orang yang kejam terhadap musuh-musuhnya , sekali ada yang menyinggungnya tidak luput dari kematian. Itulah mengapa dia direkut oleh keluarga Lin untuk menjadi pengawal pribadi Tuan besar Mahesa Lin


Tidak diragukan lagi kekuatanya , seorang grandmaster termasuk orang-orang yang kuat yang tidak boleh disinggung.


' Apa keuntunganku jika aku bertarung denganmu senior?' tanya Lin Long dengan senyum licik diwajahnya.


' Tenang saja , aku akan bayar kamu 1 milyar jika kamu bisa mengalahkanku ' jawab Huan Tu percaya diri.


Lin Long termenung sejenak , dia seperti memikirkan sesuatu , tapi sebenarnya tidak sedang mikir.


' Baiklah ' jawab Lin Long singkat.


' Ayah , kenapa jadi begini , kenapa guru Huan Tu malah melawan Steven Li ?' tanya Jhony Lin panik pada ayahnya .


' Kamu tenang saja nak , tuan Huan Tu tidak akan membunuhnya '. jawab Mahesa Lin

__ADS_1


Jhony Lin tidak menjawab dia mengangguk saja tanda mengerti , mungkin maksud ayahnya , tuan Huan Tu hanya menguji saja.


Setelah itu Huan Tu dan Lin Long siap-siap untuk bertarung.


' Bagaimana anak muda ,apa kamu sudah siap?' tanya Huan Tu.


' Sudah' jawab Lin Long santai.


Setelah itu Huan Tu mengeluarkan seluruh kekuatannya , dia tidak ingin dipermalukan oleh seorang anak muda ingusan seperti Lin Long, bagaimanapun dia grandmaster harus menjaga reputasinya, jika kalah hilanglah harga dirinya.


Oleh sebab itu dia mengeluarkan seluruh kekuatanya, aura intimidasi yang sangat kuat , samar-samar cahaya putih keluar dari sela-sela kulitnya. Banyak orang yang melihat merasa tertekan, ada juga yang sampai pingsan , tidak kuat menahan aura dari Huan Tu.


Sungguh kekuatan yang sangat besar bagi mereka , tapi berbeda dengan Lin Long , dia santai dan tidak merasa tertekan sama sekali.


Tiba-tiba Huan Tu menghilang , menyerang dengan sekuat tenaga , semua orang tidak percaya , mereka tidak bisa melihat kemana arah Huan Tu menghilang , karena sangat cepat sekali.


Berbeda dengan Lin Long , dia melihat Huan Tu menyerang dengan sangat lambat sekali, seperti Siput yang berjalan mencari makan dikebun.


BOOOMM !


Suara dentuman energi yang sangat keras , seperti bom meletus , yang membuat daerah sekitar arena berguncang , menyebabkan tembok-tembok disekitar retak .


Sungguh kekuatan yang sangat dahsyat. Semua orang terpana ,dan begitu juga Jhony Lin yang sedikit khawatir akan keselamatan Lin Long , tak disangka Huan Tu akan mengeluarkan kekuatan penuhnya.


' Wah , bagaimana nasib pemuda itu yah , kasian , ganteng-ganteng mati muda ' bisik seorang pengawal pada rekannya.

__ADS_1


' iya kasian , aku tidak menyangka guru Huan Tu akan serius menyerangnya'. jawab salah satu rekannya.


Tak lama mereka yang melihat pertarungan itu dengan rasa tak percaya, Asap yang menyelimuti tempat Lin Long bertarung mulai menghilang.


Dan apa yang terjadi.


Haaa??????


Semua orang melongo tak percaya, apa yang mereka lihat , ternyata Lin Long masih berdiri santai , tidak ada luka sedikitpun , hanya bajunya yang ada sedikit robek.


Dengan santainya Lin Long mencengkram leher guru Huan Tu , seperti memegang leher ayam yang sudah disembelih.


' Bagaimana senior apa sudah puas?' tanya Lin Long pada Huan Tu.


' Kalian tidak pantas untuk mengujiku' lanjuk Lin Long monohok.


Guru Huan Tu tidak menjawab , lidahnya kelu , badannya lemes , keringat dingin keluar dari dahinya, dia tidak percaya bahwa pemuda tampan dihadapannya sungguh kuat seperti Dewa.


Setelah Lin Long melepas cengkramannya, tubuh guru Huan Tu ambruk ketanah, tubuhnya seperti tidak punya tulang belulang.


' Senior masih ingat janjinya kan ?, jangan lupa 1 milyar hehe..' ucap Lin Long senyum licik diwajahnya.


Sungguh sial nasib guru Huan Tu, sudah kalah ,ngasih duit 1 milyar lagi, itu akibat dia terlalu meremehkan orang lain.


Maka untuk siapapun , jangan pernah kita meremehkan orang lain , karena belum tentu kita lebih baik dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2