Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Cerai


__ADS_3

Keesokan harinya .


Maria Tang , Alice Qin , dan juga Steven Li sudah siap-siap untuk pergi ketempat urusan perceraian mereka.


Dengan perasaan yang rapuh dihatinya Alice Qin mencoba untuk tetap tagar , bagaimanapun ini adalah keputusannya, yang mau tidak mau dia harus jalani.


Setelah itu mereka masuk ke mobil pergi ke pengadilan.


Setelah sampai disana, petugas pengadilan menyambut kedatangan mereka. Proses perceraian mereka pun dimulai.


'Alice Qin , Steven Li , apakah kalian sudah siap ?, semuanya sudah diikirkan matang-matang?' tanya petugas pengadilan.


' Sudah ' jawab mereka serempak , meski dalam hati Alice Qin sangat berat sekali.


' Kalo begitu silahkan tanda tangani surat perceraian ini' jawab petugas pengadilan.


Prosespun telah selesai , sekarang mereka sudah tidak berstatus suami istri lagi.


Dengan nafas berat ,mata nanar , sedikit ada air mata yang menetes dipipi Alice Qin , dia menatap wajah Steven Li dalam- dalam.


' maaf selama ini aku mengecewakanmu , menyakitimu " kata Alice Qin uraian yang menetes dipipinya.

__ADS_1


' akhirnya harus aku relakan , kehilangan perasaan ini , perasaan cinta yang mulai tumbuh , hiks , hiks, hiks " sambungnya dengan deraian air mata yang terus mengalir.


Steven Li hanya diam , tak tahu harus berkata apa , dia hanya mendengarkan kata-kata Alice Qin .


' Jika suatu saat nanti kamu temukan bahagia , ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya. ' lanjut Alice Qin.


' Apakah kamu percaya dengan jodoh ?, jika kamu percaya , maka jangan terlarut dalam keterpurukan" jawab Steven Li.


' Jika kita ditakdirkan untuk berjodoh , kemanapun kita pergi, kemanapun kita melangkah , suatu saat nanti pasti akan bersatu lagi" lanjut Steven Li dengan senyum tipis dibibirnya.


' iya , aku percaya ' jawab Alice Qin sembari menapa wajah tanpan Steven Li dengan dalam.


' Apakah setelah ini kamu akan melupakanku ?' kata Alice Qin.


' Apa kamu tahu ,CINTA MUNGKIN BISA HILANG , TETAPI KENANGAN ITU TIDAK PERNAH BISA HILANG , SAMPAI KITA TIDAK BISA LAGI MELIHAT TERBITNYA MENTARI ' jawab Steven Li sembari mengusap-usap rambut hitam Alice Qin.


Mendengar kata-kata Steven Li , Alice Qin menundukan wajahnya menangis lagi.


' Sudah aku bilang , kamu jangan menangis lagi, aku tahu kamu wanita kuat ' kata Steven Li menguatkan hati Alice Qin.


' Ayo dong...kamu wanita tangguh , kamu pasti bisa , ayo semangat , senyum dong, hehe..' lanjut Steven Li.

__ADS_1


' iya , iya ..ini aku sudah senyum , hehehe ' jawab Alice Qin dengan senyum yang dipaksakan , sebenar jauh dalam lubuk hatinya . merasakan sakit yang teramat perih.


Bagaimana tidak perih , dia harus kehilangan orang yang dia cintai , orang yang selama ini bersamanya , menjaganya, menyayanginya , melindunginya, meski dulu dia berperilaku buruk padanya.


Tetapi dengan ketulusan hati Steven Li kepadanya , dia selalu bertahan , selalu berusaha membuat dia merasa senang, nyaman dan juga terlindungi.


Harta itu bisa dicari , tapi mencari cinta yang tulus itu susah, karena kebahagia itu dihati.


Tidak bisa dipungkiri , walaupun harta adalah bagian dari kebahagiaan itu sendiri , tapi yang terpenting adalah hati.


' ya sudah , aku pergi dulu ya , jaga dirimu baik-baik , eh iya jangan lupa belajar masak , istri itu harus pinter masak loh ? biar suamimu tambah sayang sama kamu, hehe ' ledek Steve Li.


' Apaan sih ' jawab Alice Qin mengerucutkan bibirnya.


' Kamu juga jaga baik-baik dirimu, jaga kesehatan makan yang teratur " sambung Alice Qin menundukan wajahnya.


Setelah itu Steven Li beranjak pergi , Alice Qin menatap kepergian Steve Li dengan perasaan yang teramat sedih.


' Maaf Stev , AKU SANGAT MENCINTAIMU " kata Alice Qin dalam hati , sembari menatap punggung Steven Li yang berlalu pergi.


--------------------

__ADS_1


__ADS_2