
Bulan merah jambu luruh dikotamu..yah malah nyanyi.
' Kak , setelah kita makan , kita mau kemana?' tanya Wu Wu sambil menyantap makanannya.
' Tidak tahu ' jawab Lin Long singkat ,sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya.
' Terus kita mau tidur dimana' sahut Wu Wu lagi.
' Kamu laki-laki bingung tidur dimana , seperti wanita saja' dengus Lin Long kesal , karena dari tadi Wu Wu berisik terus.
' Laki-laki mau tidur dimana saja bisa , dikolong jembatan juga bisa , ditempat sampah juga bisa, yang penting bisa buat tidur' sambung Lin Long.
' Aissh , aku tidak biasa tidur diluar , nanti masuk angin ' gerutu Wu Wu.
' Ya sudah , selesaikan makannya , nanti kita cari penginapan , dari tadi ngomong terus , apa jangan-jangan kamu baru lahir langsung bisa ngomong ya ' jawab Lin Long semakin kesal.
Diam sebentar.
' Kak , apa kakak tidak risih pakai baju lecek seperti itu , bagaimanapun penampilan adalah kesan pertama , pastas saja tidak ada wanita yang mau sama kakak, penampilannya begitu' kata Wu Wu menasehati.
' Kata guru kelasku , ada pribahasa , Ajining Rogo Soko Busono , Ajining Diri Soko Lati ' sambung Wu Wu.
' Apa artinya itu ' . jawab Lin Long.
' Tidak tahu , cari saja di internet ' jawab Wu Wu dengan santainya.
__ADS_1
Plak !
' Kenapa kakak mengeplak kepalaku ?! dengus Wu Wu kesal.
' Sudah diam , ayo kita cari penginapan ' sahut Lin Long , yang jelas dia sudah sangat merasa kesal dengan tingkah Wu Wu.
Setelah mereka berdua selasai makan , dan membayar semua pesanan , mereka berjalan mencari penginapan .
Sekian lama berjalan mencari penginapan , akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan , penginapan Bulan Merah Jambu namanya.
Tok , tok , tok .
' Halo ,permisi apakah ada orang didalam ?' teriak Wu Wu sambil mengetuk pintu.
Cklek , Kreeet..
' Iya ada apa tuan - tuan , bisa saya bantu? ' tanya pria paruh baya yang suaranya agak sedikit serak.
' Kami akan menginap disini , apakah ada kamar yang kosong?' sahut Lin Long .
' Tentu tuan , mari kita masuk , butuh kamar berapa tuan ?' tanya pria paruh baya sambil mempersilahkan masuk.
' Kita butuh kamar dua , apakah ada?' jawab Lin Long sambil berjalan mengikuti paruh baya tersebut.
' Oh iya ada tuan , tolong tunggu disini sebentar , aku akan mengambil kunci kamar sebentar ' sahut pria paruh baya , mempersilah kan Lin Long dan Wu Wu untuk duduk dikursi yang telah dipersiapkan , lalu beranjak pergi mengambil kunci.
__ADS_1
' Kak , ini penginapan apa kuburan , sepi amat , orang itu juga menakutkan sekali wajahnya pucat seperti Vampir ' bisik Wu Wu pada Lin Long.
' Sudah diam saja , laki-laki kok penakut , kalau ingin rame sana pergi kepasar malam'. jawab Lin Long padahal sebenarnya dia juga tahu , dipenginapan itu ada sesuatu yang tidak beres.
Ada banyak sepasang mata yang menatap tajam dengan aura membunuh yang cukup kuat , dibalik bayang -bayang gelap, tapi Lin Long diam saja , seolah -olah tidak tahu .
Karena penasaran apa yang sebenarnya terjadi dipenginapan itu, Lin Long memutuskan untuk tetap menginap di penginapan Bulan Merah Jambu tersebut.
Setelah beberapa menit telah berlalu , akhirnya pria paruh baya itu datang dengan menenteng kunci kamar , lalu membawa Lin Long dan Wu Wu menuju kamar yang akan mereka tempati.
' Silahkan tuan-tuan ini kuncinya , kalau ada apa-apa , bisa hubungi saya , saya biasa jaga didepan situ ' ucap pria paruh baya sambil menunjuk tempat yang ia biasa berjaga.
' terima kasih ' ucap mereka serempak , lalu masuk kamar masing-masing.
Setelah mereka masuk kekamar masing-masing , pria paruh baya yang tadinya terlihat sopan , sekarang menyeringai kejam lalu menghilang.
Wush !
Pria paruh baya itu menghilang pergi ketempat persembunyian orang-orang yang tadi sudah dicurigai Lin Long , mereka tidak tahu kalau Lin Long sebenarnya sudah mengetahuinya.
' Bagiamana , apakah mangsa sudah masuk kedalam perangkap kita?' tanya pemimpin pria paruh baya tersebut , wajahnya tentu pucat seperti pria paruh baya itu , tapi terlihat ada gigi taring yang keluar dari mulutnya. Sungguh menakutkan .
' Sudah pemimpin , jangan kawatir , kita tunggu sampai tengah malam nanti , setelah mereka terlelap tidur , baru kita beraksi ' jawab pria paruh baya menyeringai kejam.
' Aku sudah tidak sabar untuk menikmati manisnya darah mereka , hehe ' sahut salah satu teman pria paruh baya tersebut, sambil menjilati lidahnya.
__ADS_1
Akhirnya mereka tertawa bareng-bareng.