Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Wu Wu masih kesal


__ADS_3

Wu Wu masih kesal, dia ingin mencurahkan semua uneh-unegnya selama ini , bagaimana tidak kesal, orang yang paling tampan didesanya , malah dijadikan tokoh di Novel amatiran yang tidak jelas seperti ini.


Wu Wu tidak mau menjadi bahan percobaan oleh Author amatiran di Novel ini , dia sangat malu pada Novel-novel sebelah yang bahasanya mudah dimengerti, penyusun kata-katanya rapi dan juga alur ceritanya jelas.


Berbeda jauh dengan Novel ini , penggunaan bahasanya yang berantakan , dan alur cerita yang tidak jelas , sudah dipastikan ini Novel amatiran dari seorang Aurhor saklek , sok gegayan membuat Novel.


' Woy ! thor , bothor ! , apa kamu gak malu , Novel fantasy Cina , nama tokoh - tokohnya juga cina tapi bahasanya pake bahasa ngapak ! ' . teriak Wu Wu kesal.


' Aku doakan tidak ada yang mau membaca novel ini ! ' . lanjut Wu wu nyumpahin Authornya.


' Aamiin ' jawab Author singkat.


Aurhor tidak membalas semua perkataan dan sumpah serapah Wu Wu, bagaimanapun perkataan Wu Wu semua benar.


' Owalah..malah di amini , benar-benar saklek emang .' jawab Wu Wu tak percaya.


Nen Nen yang melihat tingkah laku Wu Wu yang mirip orang gila , memberanikan diri untuk bertanya.


' Wu , deneng kowe ngomong dewek kaya wong gemblung sih , ketempelan setan kowe yah ' . tanya Nen Nen heran.


' Gemblung kepalamu ! aku sedang kesal sama aurhor ! ' bentak Wu Wu kepada Nen Nen kekasihnya.


' Dan kamu juga ! tingkah lakunya plenyak- plenyik mirip BELATUNG NANGKA, pakai pakaian norak gitu apa kamu gak malu ! ' lanjut Wu Wu kesal karena dikatain gemblung sama kekasihnya.

__ADS_1


Angel Lin yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara.


' Wu Wu , kamu sebagai laki-laki tidak pantas berkata kasar pada perempuan , sebagai laki-laki harusnya bisa mengayomi , melindungi , memberi kenyamanan dan pengertian ' ucap Angel menasehati .


' Jika ada masalah bicarakan baik-baik, jika wanitamu berbuat salah nasehati baik-baik, sekuat-kuatnya perempuan tetap saja mereka lemah dalam hal perasaan, sebagai laki-laki jangan suka memberi harapan palsu dan sebagai lelaki itu harus Peka '. lanjut nasehat Angel tapi matanya melirik kearah Lin Long. Karena Angel Lin ingin Lin Long peka terhadap perasaannya.


Wu Wu yang dinasehatin Angel hanya manggut-manggut saja. Seperti mengerti apa yang diucapkan Angel kepadanya, padahal aslinya tidak mengerti sama sekali , gimana mau ngerti mikir juga nggak.


' Sekarang kamu minta maaf pada Nen Nen , sebagai laki-laki harus berani minta maaf jika dia salah, jangan egois , itu tidak baik'. ucap Angel .


' Iya maaf ya sayang , tadi aku hanya terbawa emosi pada Author , kamu malah kebawa-bawa ' ucap Wu Wu minta maaf pada Nen Nen.


' Aku janji aku tidak akan mengulangi lagi '. lanjut Wu Wu sedih .


' Ora papa kok Wu , nyong ora kesuh , nyong ngerti '. jawab Nen Nen sambil memeluk Wu Wu.


' Ya wis ya Wu Wu sayang , nyong tek meng pasar disit , arep tuku beras nggo madang'. lanjut Nen Nen .


' Iya sayang, hati-hati dijalan, kalo jatuh bangun sendiri ' ucap Wu Wu melihat kekasihnya pergi.


' Ayok kak , kita lanjut lagi, kerumahku masih jauh soalnya' ajak Wu Wu melanjutkan perjalananya pulang kerumah.


Tapi sebelum mereka melangkah , tiba-tiba ada seorang pemuda yang badannya agak pendek , menghampiri mereka , namanya Tu Lung teman Wu Wu didesa.

__ADS_1


' Wu . suwe ora keton nangdi bae siki ?. tanya Tu Lung kepada Wu Wu.


' Aku habis melancong ' jawab Wu Wu singkat.


' Oh..gaya siki kowe yah , pantesan ora tau keton , tek ajak ngarit malah , suket nang daerah kana lemu-lemu banget siki , nggo empan Wedus apik banget. ' ucap Tu Lung membari tahu Wu Wu.


' Kamu bisa bahasa indonesia yang baik dan benar gak? malu sama temanku yang dari kota itu'. sahut Wu Wu menunjuk kearah Lin Long dan Angel.


' Nyong ora bisa Wu , mbok kowe ngerti dewek , aku ora tau mangan bangku sekolahan' . jawab Tu Kul sedih karena tidak pernah sekolah.


' Kalo gak ada bangku sekolah ya bangku rumahku banyak '. jawab Wu wu kesal.


' hahaha malah ngajak gurisan, yawis Wu aku tek ngarit nggolet suket disit , wedusku mbok kencot ! ' ucap Tu Lung lalu melangkah pergi.


' oh ya Wu , ngko ana Dangdutan nanggone pak lurah , artise apik banget Happy Asmara !, nonton ya !. ucap Tu Lung sambil teriak kearah Wu Wu.


Wu Wu tidak menjawab karena kesal , mungkin ia malu punya teman tidak bisa bahasa indonesia yang baik benar.


' Wu , kamu tidak boleh seperti itu , tidak boleh merendahkan orang lain , tidak boleh malu dengan bahasa daerah masing-masing, apapun bahasanya kita tetap harus menghargainya' ucap Author tiba-tiba menasehati Wu wu , karena merasa kesal dengan Wu Wu yang suka merendahkan orang lain.


' Jangan suka membully orang lain , apapun bahasanya , apapun bentuknya ,kita semua suadara , harusnya saling hormat menghormati bukan saling jatuh menjatuhkan' . lanjut author.


' Saya buat novel ini juga tujuannya untuk itu , bukan sekedar mengajak mereka untuk ber imaginasi saja, tetapi juga ingin mengajak para pembaca untuk bisa berfikir positif , bisa memilih benar atau salah , yah walaupun author sendiri juga belum benar , tetapi setidaknya Author ingin berbuat terbaik untuk para reader'.

__ADS_1


__ADS_2