
Jaman memang sudah jaman edyan , melakukan hal seperti itu dianggap sudah biasa saja, tak perduli dimana tempatnya , di kandang ayam , di kandang kambing atau kandang babi pun tidak masalah ,yang penting enak , aroma taik pun bisa menjadi aroma terapi , asalkan hasrat bisa terpenuhi.
' Jadi gimana neng sudah siap ?'. bisik pemuda yang ingin menggagahi gadisnya.
' Tapi sakit gak bang ?'. jawab gadis itu ragu-ragu.
' Sakit sebentar kok neng , habis itu nikmatnya seumur - umur '. jawab pemuda itu merayu , ia tidak ingin membuang-buang kesempatan didepan matanya. Ingin cepat memasuki lembah kenikmatan sang gadis yang masih terkunci rapat adalah tujuannya.
' Tapi aku takut bang ?'. jawab gadis itu yang masih merasa takut dan ragu.
' Kenapa takut , kalo neng hamil abang akan tanggung jawab.' jawab pemuda itu merayu.
' Abang juga melakukan ini cuma sama Neng doang , karena abang cinta sama Neng '. lanjutnya memberi kepastian , padahal cuma rayuan gombal saja , jika si gadis hamilpun belum tentu dia mau tanggung jawab.
Dengar rayuan maut dari kekasihnya, si gadis itu langsung percaya saja, dia mau serahkan satu - satunya barang berharganya kepada laki - laki yang belum sah menjadi suaminya , yang belum tentu laki - laki itu akan bertanggung jawab ,atau juga akan menjadi jodohnya nanti.
Itulah kelemahan wanita , jika disentuh perasaannya oleh lelaki yang ia sayang , maka akal logikanya tidak bisa berjalan dengan sebaiknya ,kadang mereka mau melakukan hal bodoh demi menyenangkan hati orang yang dia sayang , walaupun tidak semuanya.
Melihat gadisnya sudah pasrah , pemuda itu buru - buru memberi pelumas pada bijinya dengan air liurnya , agar bijinya masuk dengan mulus, karena dia lupa tidak membawa baby oil.
Tetapi sebelum batang bijinya masuk tiba - tiba...
Slassh !
__ADS_1
Aduh Biyung !
' Bijiku ! , bijiku ! '. teriak pemuda itu menahan kesakitan , ada banyak darah yang keluar dari pangkal bijinya.
' Ada apa bang?!'. sahut gadisnya kaget dan penasaran .
' Bijiku hilang neng ! ' jawab pemuda itu nangis kejer , dan menahan sakit didaerah bijinya yang terpotong itu.
Wush !
Tap , tap ,tap !
' Hahaha , hay bocah mesum ,bagaimana rasanya tidak punya biji !'. ucap Su Lang dan kawan kawannya tiba - tiba datang . dia yang memotong biji pemuda itu.
' Si siapa kalian ?!'. jawab pemuda itu ketakutan karena wajah mereka terlihat menyeramkan , meski terlihat samar-samar dalam kegelapan malam yang bersinarkan rembulan.
' Kamu tidak perlu tahu siapa kami '. ucap Ku Lang sembari menebaskan pedangnya dengan cepat kearah kepala pemuda itu. Dan pemuda itu mati dengan keadaan kepala terpotong , mata membelalak seakan tidak percaya.
Melihat kekasih pujaan hatinya mati dengan kepala terpotong jatuh menggelinding ketanah , Gadis itu tidak bisa berteriak karena Su Lang telah menembakan energi kepadanya , yang membuat tubuhnya menjadi kaku tak berdaya.
' Cepat bawa gadis itu , sebelum orang-orang kampung mengetahuinya'. Suruh Su Lang pada saudara lainnya.
Dengan sigap mereka membawa gadis itu dalam keadaan tidak berdaya dan tidak memakai celana , mereka langsung melesat membawa gadis itu menuju ke markas mereka, tetapi ditengah perjalanan mereka dihadang oleh dua orang pemuda, mereka adalah Lin Long dan Wu Wu.
__ADS_1
Wush !
Tap , tap .
' Siapa kalian , kenapa menghalangi kami ! '. teriak Su Lang .
' Tidak usah banyak tanya , serahkan gadis itu pada kami ! '. jawab Wu Wu mengintimidasi.
' Hahaha langkahi dulu mayat kami '. jawab Wu Lang ,dia langsung menyerang Wu wu dengan menggunakan teknik kuatnya.
Teknik tinju iblis !
Wu Wu yang mengetahui dirinya diserang , ia pun langsung mengeluarkan teknik andalannya.
Teknik tinju Badak !
BOOOOOOOM !
Ugh !
Mereka berdua terpental kebelakang , kekuatan mereka sama sama kuat , ada seteguk darah yang keluar dari mulut mereka.
' Kamu cepat telan pil penyembuh ini Wu '. ucap Lin Long yang mengetahui Wu Wu terluka , dia dengan cepat melesat kearah Wu Wu dan mengeluarkan pil penyembuh dalam ruang penyimpanannya .
__ADS_1
' Kita harus hati-hati , mereka bukan lawan sembarangan , sebaiknya kita lawan mereka bersama-sama, karena kekuatanku juga belum sepenuhnya pulih '. lanjut Lin Long memberi saran.
' Baik kak , ayo kita lawan mereka bersama-sama'.