
Setelah makan selesai sambil menunggu Alex datang , Lin Long mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
' Memang benar apa kata orang , habis makan kalo tidak ngrokok , itu ibarat dipukul orang tidak balas , hehe " . gumam Lin Long dalam hati.
' tapi rokok tidak baik , rokok bisa membunuhmu ' lanjutnya.
ciits...
Suara decit ban mobil dari luar . Ada 4 buah mobil mewah yang berhenti didepan restoran , semua yang ada didalam mobil keluar dengan tergesa-gesa.
Setelah itu mereka buru-buru masuk restoran .
Clingak Clinguk .
' Ada apa tuan , bisa saya bantu ?' sapa pelayan wanita yang bertubuh mirip gitar spanyol.
' Apakah kamu lihat seorang pemuda tampan yang datang makan disini ?' sahut Alex.
' yang tampan banyak , tapi yang paling tampan cuma orang itu" jawab pelayan wanitu itu , sambil menunjuk kearah Lin Long.
' oh iya itu orangnya , terima kasih nona' jawab Alex sopan , sambil menuju ke meja Lin Long.
' apa akan ada keributan lagi?' batin pelayan wanita itu.
Lin Long sebenarnya sudah tahu Alex datang , tapi dia cuek saja , sambil terus menikmati rokok dan kopinya.
' ma maaf , senior , kami terlambat datang , ada macet tadi dijalan " kata Alex sambil membungkukan badan hormat.
' tidak apa' jawab Lin Long singkat.
__ADS_1
' a ada apa senior memanggilku' Alex mencoba bertanya dengan tubuh gemetar, takut Lin Long tersinggung.
Lin Long tidak langsung menjawab , tapi berfikir sejenak.
' aku ingin bertemu dengan tuan mudamu' jawab Lin Long . Setelah apa yang ia pikirkan sejenak , akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Jhony Lin.
' kalo begitu , kita bisa kesana sekarang senior , sudah lama tuan muda dan tuan besar kami , menunggu anda datang ' jawab Alex semangat.
' baiklah , tapi tolong kamu bayar dulu makananku , aku tidak pegang uang , aku hutang dulu ' kata Lin Long.
' baik senior , tapi senior tidak perlu sungkan , biar saya saja yang membayarnya '. jawab Alex
' Pelayan tolong kesini ' suruh Alex pada seorang pelayan.
Setelah seorang pelayan datang.
' Ada apa tuan , bisa saya bantu?' tanya pelayan tersebut.
' maaf tuan untuk semua makanan ini , kata manager kami , makanan ini gratis untuk tuan muda ini ' jawab pelayan itu.
' karena pemuda ini telah membantu kami tadi ' lanjutnya.
Alex bingung , dia tidak tahu apa yang terjadi tadi , lalu ia menatap kearah Lin Long yang dari tadi diam . Melihat Lin Long menganggukan kepalanya Alex mengerti.
' kalo begitu kami ucapkan terima kasih kepada manager kalian " ucap Alex.
' baik tuan' jawab pelayan singkat , lalu pergi.
' se senior , apa semua urusan sudah selesai , bisa pergi sekarang ?' tanya Alex dengan sedikit gugup.
__ADS_1
' baik kita pergi sekarang, tapi kamu kalo bicara denganku yang biasa saja, jangan seperti orang ketakutan begitu' ucap Lin Long.
' aku tidak makan orang.' lanjutnya.
Alex tidak menjawab , hanya tersenyum kecut , bagaimana tidak takut , orang didepannya sangat mengerikan sekali , sekali salah singgung , tamatlah riwayatnya.
------------
Setalah itu mereka pergi ke kediaman keluarga Lin , Satu jam setelahnya mereka sudah sampai di kediaman keluarga Lin.
Mereka disabut oleh pengawal keluarga Lin dengan baik , tetapi ada juga pengawal yang sedikit tidak suka pada Lin Long , karena mereka anggap Lin Long pemuda biasa-biasa saja.
' apa hebatnya pemuda itu , cuma menang tampang doang , tingkat kultivasinya juga masih berada diranah body tempiring , masih kalah denganku' bisik pengawal kepada rekannya.
' sapa tahu dia menyembunyikan kekuatanya , nyatanya tuan muda kita sangat sopan padanya' jawab rekan yang punya badan sedikit lebih pendek.
'halah , omong kosong' jawab pengawal yang berbadan lebih tinggi.
Lin Long yang mendengar bisikan mereka diam saja. Selama mereka tidak terang-terangan memprovokasinya , maka Lin Long tidak akan bertindak.
' Tuan muda kami datang ' sapa Alex hormat .
' oh iya , silahkan duduk senior ' jawab Jhony Lin buru- buru berdiri , membungkuk hormat.
' dan ini perkenalkan , ayah saya tuan besar keluarga Lin , Mahesa Lin ' lanjut Jhony Lin memperkenalkan ayahnya.
' salam kenal tuan besar , saya Steven Li ' jawab Lin Long memperkenalkan diri.
Mahesa Lin tidak menjawab , hanya mengangguk . Lalu ia melirik kesalah satu pemgawal seorang pria paruh baya yang berambut perak.
__ADS_1
Apa maksud tuan besar Mahesa Lin melirik ke pengawal paruh baya itu ?