Dia Adalah Dewa

Dia Adalah Dewa
Tuan besar Lin


__ADS_3

Setelah makan selesai sambil menunggu Alex datang , Lin Long mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.


' Memang benar apa kata orang , habis makan kalo tidak ngrokok , itu ibarat dipukul orang tidak balas , hehe " . gumam Lin Long dalam hati.


' tapi rokok tidak baik , rokok bisa membunuhmu ' lanjutnya.


ciits...


Suara decit ban mobil dari luar . Ada 4 buah mobil mewah yang berhenti didepan restoran , semua yang ada didalam mobil keluar dengan tergesa-gesa.


Setelah itu mereka buru-buru masuk restoran .


Clingak Clinguk .


' Ada apa tuan , bisa saya bantu ?' sapa pelayan wanita yang bertubuh mirip gitar spanyol.


' Apakah kamu lihat seorang pemuda tampan yang datang makan disini ?' sahut Alex.


' yang tampan banyak , tapi yang paling tampan cuma orang itu" jawab pelayan wanitu itu , sambil menunjuk kearah Lin Long.


' oh iya itu orangnya , terima kasih nona' jawab Alex sopan , sambil menuju ke meja Lin Long.


' apa akan ada keributan lagi?' batin pelayan wanita itu.


Lin Long sebenarnya sudah tahu Alex datang , tapi dia cuek saja , sambil terus menikmati rokok dan kopinya.


' ma maaf , senior , kami terlambat datang , ada macet tadi dijalan " kata Alex sambil membungkukan badan hormat.


' tidak apa' jawab Lin Long singkat.

__ADS_1


' a ada apa senior memanggilku' Alex mencoba bertanya dengan tubuh gemetar, takut Lin Long tersinggung.


Lin Long tidak langsung menjawab , tapi berfikir sejenak.


' aku ingin bertemu dengan tuan mudamu' jawab Lin Long . Setelah apa yang ia pikirkan sejenak , akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Jhony Lin.


' kalo begitu , kita bisa kesana sekarang senior , sudah lama tuan muda dan tuan besar kami , menunggu anda datang ' jawab Alex semangat.


' baiklah , tapi tolong kamu bayar dulu makananku , aku tidak pegang uang , aku hutang dulu ' kata Lin Long.


' baik senior , tapi senior tidak perlu sungkan , biar saya saja yang membayarnya '. jawab Alex


' Pelayan tolong kesini ' suruh Alex pada seorang pelayan.


Setelah seorang pelayan datang.


' Ada apa tuan , bisa saya bantu?' tanya pelayan tersebut.


' maaf tuan untuk semua makanan ini , kata manager kami , makanan ini gratis untuk tuan muda ini ' jawab pelayan itu.


' karena pemuda ini telah membantu kami tadi ' lanjutnya.


Alex bingung , dia tidak tahu apa yang terjadi tadi , lalu ia menatap kearah Lin Long yang dari tadi diam . Melihat Lin Long menganggukan kepalanya Alex mengerti.


' kalo begitu kami ucapkan terima kasih kepada manager kalian " ucap Alex.


' baik tuan' jawab pelayan singkat , lalu pergi.


' se senior , apa semua urusan sudah selesai , bisa pergi sekarang ?' tanya Alex dengan sedikit gugup.

__ADS_1


' baik kita pergi sekarang, tapi kamu kalo bicara denganku yang biasa saja, jangan seperti orang ketakutan begitu' ucap Lin Long.


' aku tidak makan orang.' lanjutnya.


Alex tidak menjawab , hanya tersenyum kecut , bagaimana tidak takut , orang didepannya sangat mengerikan sekali , sekali salah singgung , tamatlah riwayatnya.


------------


Setalah itu mereka pergi ke kediaman keluarga Lin , Satu jam setelahnya mereka sudah sampai di kediaman keluarga Lin.


Mereka disabut oleh pengawal keluarga Lin dengan baik , tetapi ada juga pengawal yang sedikit tidak suka pada Lin Long , karena mereka anggap Lin Long pemuda biasa-biasa saja.


' apa hebatnya pemuda itu , cuma menang tampang doang , tingkat kultivasinya juga masih berada diranah body tempiring , masih kalah denganku' bisik pengawal kepada rekannya.


' sapa tahu dia menyembunyikan kekuatanya , nyatanya tuan muda kita sangat sopan padanya' jawab rekan yang punya badan sedikit lebih pendek.


'halah , omong kosong' jawab pengawal yang berbadan lebih tinggi.


Lin Long yang mendengar bisikan mereka diam saja. Selama mereka tidak terang-terangan memprovokasinya , maka Lin Long tidak akan bertindak.


' Tuan muda kami datang ' sapa Alex hormat .


' oh iya , silahkan duduk senior ' jawab Jhony Lin buru- buru berdiri , membungkuk hormat.


' dan ini perkenalkan , ayah saya tuan besar keluarga Lin , Mahesa Lin ' lanjut Jhony Lin memperkenalkan ayahnya.


' salam kenal tuan besar , saya Steven Li ' jawab Lin Long memperkenalkan diri.


Mahesa Lin tidak menjawab , hanya mengangguk . Lalu ia melirik kesalah satu pemgawal seorang pria paruh baya yang berambut perak.

__ADS_1


Apa maksud tuan besar Mahesa Lin melirik ke pengawal paruh baya itu ?


__ADS_2