
Alice Qin sekarang sedang merasakan trauma yang teramat dalam, dengan apa yang telah terjadi padanya , ada rasa putus asa, rasa takut dan rasa hancur hidupnya , ia merasa bukan gadis yang suci lagi .
' Kamu jangan menangis terus sayang, ada aku disini '. ucap Steve menenangkan Alice Qin.
Hiks , hiks ,hiks.
Alice Qin terus menangis , dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, dia ingin jujur dengan apa yang terjadi padanya , tapi dia takut pada Steve jika dia mengetahuinya , Alice takut Steve akan marah padanya dan meninggalkannya.
' Sudah , jangan menangis terus , sekarang ceritakan padaku, mengapa kamu berada diperusahaan Utama grup'. tanya Lin Long sembari menenangkan Alice Qin yang terus menangis dan memeluknya.
Alice Qin tidak menjawabnya , tetapi ia semakin memeluk erat Steve ,dan terus menangis , seperti orang yang tidak mau kehilangan orang yang berada dipelukannya.
' Steve apa kamu benar-benar mencintaiku ?' ucap Alice yang terus menangis dan memeluk erat-erat Steve.
' Iya , aku mencintaimu' jawab Steve mengangguk sembari mengusap punggung Alice yang berada dipelukannya.
__ADS_1
' Kamu janji , jangan pernah tinggalkan aku , karena kamulah orang yang satu-satunya dihatiku'. ucap Alice yang terus memeluk Steve , seperti tidak mau kehilangan.
' iya , aku akan berusaha untuk tidak meninggalkanmu '. jawab Steve sambil mengecup kening Alice.
' Sekarang ceritakan padaku kenapa kamu diperusahaan Utama Grup' lanjut Steve bertanya pada Alice , karena ia ingin tahu apa yang terjadi , kenapa Alice berada di perusahaan Utama grup.
Lalu Alice Qin menceritakan semuanya, kenapa ia berada diperusahaan Utama grup , karena desakan keluarga untuk menjodohkannya dengan tuan Tama, Alice Qin tidak memberitahu Steve. Karena jika ia memberitahu Steve ,takutnya Steve akan marah dan sakit hati. Dan Alice Qin juga menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya ketika dia berada di perusahaan Utama grup, yang ia ingat waktu itu ia akan digagahi tuan Tama , sebelum ia tak sadarkan diri.
Mendengar penjelaskan Alice Qin , hati Steve manjadi sakit dan marah , bagaimana tidak ,orang yang dia cintai sangat ceroboh dan tidak jujur. Walaupun Steve marah tetapi ia mencoba untuk tenang , dia mencoba untuk mengerti keadaan Alice , jika dia diposisi Alice , mungkin dia akan bertindak sama seperti Alice.
Alice Qin merasa sudah menjadi wanita kotor , karena sudah dinodai oleh tuan Tama, yang membuat hidupnya sangat hancur , itu semua karena keserakahan keluarganya dan kebodohannya. Tentu dia tidak tahu sebelum tuan Tama berhasil menggagahinya, Alice Qin telah membunuh tuan Tama lebih dulu saat dia berubah wujud , karena perubahan wujudnya sendiri Alice Qin pun tidak menyadarinya, jadi Alice Qin telah menyangka dirinya sudah ternodai.
' Jika kamu melakukan itu dengan suka rela mungkin aku tidak akan memaafkanmu , tetapi jika itu karena kamu dipaksa, apapun keadaanmu AKU AKAN TETAP MENERIMAMU APA ADANYA'. jawab Steve tersenyum sembari memegang wajah Alice Qin dengan kedua tanganya, lalu mengecup kening Alice Qin.
Mendengar kata - kata Steve , membuat Alice merasakan perasaan antara bahagia dan sedih, lalu memeluk erat-erat Steve , bagaimana tidak merasa bahagia, orang ada dipelukannya ternyata mempunyai cinta yang sangat tulus kepadanya, tidak perduli dengan keadaannya dan tetap menerima ia apa adanya.
__ADS_1
Sedih karena ia belum bisa membahagiakan Steve, sedih kerena terus menerus membuat sakit hati Steve,dan sedih karena tidak bisa memperjuangkan cinta demi menyenangkan keluarganya.
' Alice lalu siapa yang membunuh tuan Tama, saat aku datang, tuan tama dan bawahanya telah mati terbunuh'. tanya Steve yang memecahkan keheningan sejenak.
' Apa?! tuan Tama mati ?! , aku tidak tahu Steve . saat itu aku tidak sadarkan diri '. jawab Alice keheranan, tentu saja dia tidak tahu siapa yang membunuh tuan Tama, walaupun dia sendiri yang telah membunuhnya ketika dia berubah wujud.
Lin Long yang mendengar jawaban dari Alice Qin terdiam , ia sedang berfikir siapa sebenarnya orang yang membunuh tuan Tama, dan ia juga menemukan Alice Qin pada saat itu sedang tergeletak tak sadarkan diri dan banyak darah yang keluar dari mulutnya .
Lin Long juga tidak bisa merasakan aura orang yang telah membunuh tuan Tama , bisa dipastikan orang tersebut lebih kuat dari dirinya.
' Steve , apa benar tuan Tama telah mati?' . tanya Alice memecah lamunan Lin Long.
' Iya , itu yang membuat aku penasaran , siapa orang yang membunuhnya, dan aku juga tidak bisa merasakan aura orang tersebut, kemungkinan orang tersebut kekuatannya jauh lebih besar dariku'. jawab Lin Long menjelaskan.
' Ya sudah jangan dipikirkan , yang penting kamu telah baik-baik saja sekarang '. lanjut Lin Long tersenyum lalu mengecup kening Alice Qin.
__ADS_1
Alice Qin hanya mengangguk , lalu memeluk erat Steve , dia merasakan aman dan nyaman saat ini.