
Maria Tang dan nenek Elisabet telah menyesali semua perbuatannya, mereka berjanji ingin berubah dan mencoba untuk hidup sederhana, mereka juga sudah menyetujui hubungan Lin Long dengan Alice Qin.
' Ibu dan nenek sudah menyetujui hubungan kalian , jika kalian ingin menikah , menikahlah secepatnya , karena terlalu lama berpacaran nanti akan terjadi fitnah '. ucap Maria Tang memberi persetujuan kepada hubungan Lin Long dan Alice Qin.
' A apa , menikah ?!. Lin Long mendengar kata-kata Maria Tang sedikit kaget , bagaimana tidak kata-kata itu keluar dari mulut Maria Tang sendiri , terasa sedikit aneh saja pikirnya , tapi disisi lain ia juga merasa bahagia.
' Iya , kami ingin kalian menikah '. jawab Maria Tang dan disetujui oleh nenek Elisabet Qin.
' Kalau itu ..tergantung Alice saja '. sahut Lin Long menoleh kearah Alice yang tertunduk malu.
' Bagaimana dengan kamu Alice , apa kamu setuju untuk menikah dengan Steve?'. tanya Maria Tang meminta kepastian pada Alice Qin.
' Mau banget !'. jawab Alice Qin keceplosan, yang membuat mereka tertawa , Alice Qin pun tersipu malu, Long yang melihat Alice Qin bertingkah konyol hanya tersenyum geli.
Alice Qin bagaimana tidak bahagia , sesuatu yang ia harapkan , yang ia doakan , yang ia nantikan akhirnya terwujud juga , harapan dia adalah bisa bersatu lagi dengan Steven Li , hidup bersama dengab Steven Li sampai ajal menjemputnya, dalam ikatan yang suci yaitu ikatan pernikahan.
' Nak Steve , Alice sudah setuju , kira-kira waktunya kapan yang tepat nak Steve akan menikahi Alice '. tanya Maria Tang memastikan.
__ADS_1
' Karena Alice baru ditinggalkan suaminya , setidaknya butuh waktu 40 hari dari sekarang untuk aku bisa menikahi Alice '. jawab Lin Long menjelaskan.
' Baik 40 hari dari sekarang kalian akan menikah , tidak perlu acara yang besar, yang pentinh sah secara hukum saja sudah cukup'. ucap Maria Tang .
Waktu pernikahan sudah ditentukan , dan mereka hanya tinggal harinya saja, setelah pembicaraan mereka selesai dan waktu sudah larut malam , akhirnya mereka memutuskan untuk pergi tidur , karena sudah lelah dan mengantuk.
---------------------
Kesesokan harinya .
Mereka bangun pagi seperti biasa , dan melakukan aktifitas seperti biasa juga, Maria Tang dan nenek Elisabet sekarang sedang diajak oleh ibu Wu wu Saniah pergi ke sawah , mereka sedang diajarkan cara bertani oleh Saniah, itu juga atas ide Lin Long untuk mengajarkan mereka hidup sederhana.
Berbeda dengan hidup di kota, yang orang-orang lebih cuek dan rasa empatinya tidak seperti orang desa , walaupun tidak semuanya begitu , tetapi kebanyakan seperti itu.
Rencana mereka ingin hidup menghabiskan hari tuanya dengan ingin menjadi petani saja, itu disetujui oleh Alice Qin dan Lin Long, mereka mendukung sepenuhnya keinginan Maria Tang dan nenek Elisabet, oleh karena itu Lin Long berencana akan membelikan rumah dan sawah untuk mereka.
Lin Long dan Alice Qin yang sedang bahagia - bahagianya karena hubungan mereka telah disetujui oleh Maria Tang dan nenek Elisabet, kini mereka seperti seorang pemuda pemudi yang baru kasmaran, kemana-mana selalu bersama ,pokoknya dimana ada Lin Long disitu ada Alice Qin ,cuma mandi dan BAB saja yang tidak bersama.
__ADS_1
' Hemm ..Nempel Terus Kayak Perangko !'. ucap Wu Wu yang melihat Lin Long sedang menggandeng tangan Alice.
' Eh ada Wu Wu , mau kemana Wu '. ucap Lin Long yang melihat Wu wu sudah ada dibelakang mereka.
' Urek - urek ! ' . jawab Wu Wu singkat.
' Apaan itu urek - urek ?!'. tanya Lin Long penasaran karena tidak tahu apa itu urek-urek.
' Cari Belut ! '. jawab Wu wu singkat agak kesal.
' Mentang - mentang orang kota tidak tahu urek - urek '. gumam Wu wu kesal dalam hati , sembari berjalan menuju sawah yang ada dibelakang rumah.
' Wu kita ikut ! '. teriak Lin Long mengejar Wu Wu .
' Mau urek - urek kok ikut ! , sawah bukan tempat pacaran , kalau mau pacaran tuh di Warnet ! '. jawab Wu wu sekenanya.
-------------000------------
__ADS_1
Maaf gaes , alurnya bertele - tele , memang sengaja biar Bab nya lebih banyak 😆