
" Alice Qin apakah kamu sudah ambil keputusan terkait masalah keluarga Qin ? " tanya nenek Elisabet.
Alice Qin hanya diam tidak menjawab .
" Apapun keputusanmu nanti , nenek harap kamu tidak lupa akan kebaikan kami selama ini kepadamu , nasib keluarga Qin tergantung kepadamu " lanjut nenek Elisabet sedikit memaksa.
" Tenang nenek, Alice Qin pasti tidak akan melupakan kebaikan nenek " jawab Maria Tang , yang tahu kalau Alice belum bisa menjawab pertanyaan nenek Elisabet , jadi dia berinisiatif untuk buru-buru menjawabnya, jelas Maria Tang tidak perduli dengan perasaan Alice Qin .
" ya sudah kalau begitu , kita besok urus surat perceraian Alice Qin dengan Steven Li" kata nenek Elisabet tanpa menunggu persetujuan kedua belah pihak .
Steven Li yang dari tadi diam , karena tidak tahu duduk perkaranya pun terkejut dengan apa yang dikatakan nenek Elisabet tadi.
" Maksudnya apa ini ? , kenapa kalian ngomongin perceraian kami , dan memutuskan sebelah pihak tanpa menunggu persetujuan kami " tanya Steven Li, yang sedikit terkejut dan keheranan.
" Kamu tidak berhak untuk ikut berbicara disini , kamu itu hanyalah seonggok sampah dimata kami !" jawab nenek Elisabet dengan nada sedikit membentak.
" Semua keputusan ditangan kami , jadi mulai besok kami akan urus surat perceraian kalian !" lanjut nenek Elisabet .
Tanpa menjawab nenek Elisabet, Steven Li menatap Alice Qin yang dari tadi menunduk diam.
" Alice Qin , tolong jawab pertanyaanku , apakah kamu setuju dengan keputusan keluargamu untuk menceraikanku ?" tanya Steven Li.
__ADS_1
" Aku tahu , aku belum bisa memenuhi semua kebutuhanmu , tapi setidaknya aku sudah berusaha untuk selalu menyenangkanmu , mencintaimu dengan tulus , menjagamu dan memanjakanmu " sambung Steven Li.
" Apa yang kamu lakukan padaku , aku anggap itu sebagai angin lalu , aku tidak memperdulikan perasaanku , aku akan terus berusaha berbuat baik kepadamu , karena aku tahu cinta itu butuh waktu ' lanjut Steven Li.
Walaupun sebenarnya Steven Li mengucapkan itu hanya main kata-kata saja , tidak dengan rasa cinta , karena sebenarnya yang ngomong adalah Lin Long .
Tapi dengan kata - kata Lin long , Alice Qin menjadi sangat galau , dengan mata nanar dia menatap Steven Li , perasaannya sangat tersentuh , bagaimanapun dia adalah seorang wanita , yang jika disentuh hatinya maka akan luluh juga.
Tanpa menjawab Alice Qin hanya menunduk dan menangis terisak -isak.
" Dan untuk kamu nenek , ibu mertua dan semuanya yang ada disini , apa kalian tidak pernah memikirkan perasaan orang lain ? " tanya Steven Li dengan nada gemetar karena marah , sebenarnya sih pura-pura marah.
Karena Lin Long juga tidak mencintai Alice Qin , yang mencintai kan Steven Li , pemilik tubuh yang dia tempati itu.
Jadi sebisa mungkin Lin Long mempertahankan pernikahan Steven Li dengan Alice Qin.
" Memang aku belum bisa menjadi menantu yang baik untuk kalian , terutama Alice Qin , tapi aku akan terus berusaha untuk menjadi suami yang siaga untuk Alice Qin " sambung Lin Long.
" Bagaimana aku bisa membuktikan menjadi suami yang baik dan bisa memenuhi kebutuhan Alice Qin , sedangkan kalian tidak pernah memberi saya kesempatan untuk mencari nafkah pada istriku ini?" lanjut Lin Long.
" Kalian selalu menghalang-halangiku untuk bekerja diluar rumah , padahal setidaknya aku mampu untuk bekerja , walaupun sebagai kuli bangunan" lanjut Lin Long sekenanya.
__ADS_1
" Apapun hasil dari jerih payah seorang suami , maka itu harus diterima istri dengan iklas" sambung Lin Long.
Belum sempat berkata lagi, nenek Elisabet sudah menyahutnya.
" Hay bodoh , yang realytis saja , apakah pernikahan hanya bermodal cinta saja, apakah dengan cinta kita bisa kenyang!" sahut nenek Elisabet yang sedikit kesal.
" Bukan begitu nek , memang benar pernikahan itu bukan sekedar bermodal cinta saja , ada kalanya kita butuh materi untuk memenuhi kebutuhan kita ' jawab Lin Long.
" Tetapi permasalahanya , tidak semua orang kususnya seorang suami itu bernasib sama , ada suami yang hanya bisa mendapatkan harta sedikit , ada seorang suami yang bisa mendapatkan harta melimpah , itu karena semua orang punya nasib yang berbeda-beda" lanjut Lin Long.
" Apapun pendapatan suami , apapun nasib suami , harusnya istri terap menerima apapun dari suami dengan iklas , dan terus menyemangatinya, apapun itu " sambung Lin Long.
" Bukan malah mencari yang lain , yang lebih kaya , lebih mapan , itu namanya istri tidak tahu diri " lanjut Lin Long lagi sekenanya.
Semua terdiam , walaupun perkataan Steven Li ada benarnya, tapi karena perasaan mereka sudah dikuasai oleh keserakahan , kata kata apapun tidak didengarkannya, yang ada dipikiran mereka , yang penting tetap menjadi orang kaya.
Sungguh pemikiran yang sangat hina sekali .
" Jadi bagaimana keputusanmu Alice " tanya Steven Li.
'Maaf steven , sepertinya kita memang harus berpisah " jawab Alice Qin dengan suara berat karena menangis.
__ADS_1
" Oke , juga itu keputusanmu , semoga kamu sudah memikirkan matang-matang keputusanmu , dan semoga kamu tidak menyesal dengan keputusanmu " jawab Steven Li dengan menghembuskan nafas berat.
" Dan oke kalau begitu urusan sudah selesai , aku tidak akan memaksamu , karena aku sudah tidak diperlukan lagi dalam pertemuan ini , aku pergi dulu" lanjut Steven Li , membalikan pada lalu pergi dengan santainya.