
Alice Qin masih terus menangis dipelukan Lin Long , ia tidak ingin lepas darinya , perasaan bersalah masih terus ada dipikirannya , menyesali perbuatannya yang terus saja menyakiti hati Lin Long.
' Jangan terus terusan merasa bersalah seperti itu , ini bagian dari takdir hidup yang harus kita jalani '. ucap Lin Long menasehati Alice Qin.
' Kenapa kamu tidak membenciku Steve?, aku wanita yang tidak pantas untukmu ,hiks hiks..'.sahut Alice Qin penuh rasa bersalah.
' Jangan bicara seperti itu , setiap orang pasti pernah melakukan hal bodoh dan kesalahan'. jawab Lin Long senyum sembari memegang wajah Alice Qin dengan kedua tangannya dan menatapnya dalam-dalam.
' Tersenyumlah , karena kamu akan terlihat lebih cantik jika kau tersenyum '. lanjutnya.
' Iiih , apaan sih '. Alice Qin tersipu malu-malu ada rona merah diwajahnya , yang membuat wajah cantiknya semakin mempesona.
Entah setan apa yang merasuki keduanya , mata mereka saling bertatapan , ada perasaan aneh disana , rasa kagum , rasa kangen , rasa cinta dan rasa ingin memiliki yang begitu dalam telah menyelimuti hati mereka . Tak terasa wajah mereka semakin mendekat , Bibir mereka saling bersentuhan , tanpa sadar mereka sudah terbawa gejolak hasrat yang tidak bisa dibendung lagi, ingin rasanya hari itu juga mereka ingin melakukannya, tetapi belum sempat betindak ke hal yang lebih jauh lagi , tiba-tiba...
' Nak Steve , makanan sudah siap , ayo kita makan !'. teriak Saniah ibu Wu wu dari luar kamar, yang sontak membuat Lin Long dan Alice Qin kaget.
' I iya bibi !' . jawab Lin Long singkat.
__ADS_1
' Ayo kita keluar , kamu harus makan biar gak lemas '. lanjut Lin Long mengajak Alice Qin, akhirnya mereka berdua keluar kamar .
Cklek , kreeet..
' Eh nak Alice sudah siuman ?'. ucap Saniah sedikit kaget.
' Iya bibi '. Alice Qin tersenyum ,lalu menjabat tangan Saniah sembari mencium tangannya.
' Ayok makan nak Alice , panggil ibu dan nenekmu juga untuk makan '. ucap Saniah menyuruh Alice memanggil ibu dan neneknya.
' Ibuku dan nenek...'. Alice Qin bingung lalu menatap Lin Long.
Lalu mereka berdua memanggil nenek dan ibu Alice Qin untuk makan bersama mereka , Saniah dan Ta Wu sudah menunggu di meja makan , kecuali Wu Wu dia tidak ada disana , karena sedang diikat oleh Ta Wu di kandang Kambing.
' Paman bibi , kemana Wu Wu ?'. tanya Lin Long heran kenapa Wu wu tidak ada disana , biasanya kalo masalah makan Wu Wu yang paling pertama.
' Aku ikat di kandang kambing , biar malam ini dia tidur dengan kambing saja , kambingnya pada hamil juga gak apa-apa '. jawab Ta Wu sekenanya.
__ADS_1
' Hus ngawur ! '. sahut Saniah kesal , tetapi dia memaklumi tingkah anak dan ayahnya itu , kalau sedang bersama memang selalu saja ada yang diributin .
Semua orang hanya menggelengkan kepala saja , lalu mereka mulai memakan makanan yang sudah dihidangkan oleh ibu Wu Wu , setelah makan akhirnya mereka ngobrol bersama .
Hari sudah mulai larut malam , setelah mereka ngobrol bersama ,kini ayah dan ibu Wu Wu pamit untuk beristirahat , sekarang tinggal Lin Long , Alice Qin , Maria Tang dan nenek yang masih ngobrol.
' Nak Steve . maafkan kami atas semua yang kami lakukan padamu , kami merasa bersalah , sungguh kami orang yang tak tahu diri '. ucap Maria Tang mengutarakan penyesalannya atas semua yang keluarga Qin lakukan pada Steven Li.
' Aku juga minta maaf ibu ,Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan , yang penting bagaimana kita mau memperbaiki diri '. jawab Lin Long tersenyum , ia senang Maria Tang dan Nenek Elisabet mau berubah dengan adanya kejadian yang menimpa keluarga Qin.
Lin Long memang sengaja untuk tidak membantu keluarga Qin saat semua aset telah disita bank , padahal dia ada uang untuk menebus kembali aset keluarga Qin dari sitaan bank , karena ia memegang uang 500 milyar yang cukup untuk menebusnya, tujuan dia adalah untuk memberi pelajaran pada keluarga Qin.
Kejadian ketika ban mobil bocor saat itu ternyata ada hikmahnya , dia memang tidak datang tepat waktu untuk memberi uang tersebut , hingga akhirnya keluarga Qin buru-buru menikahkan Alice Qin demi mendapat uang untuk membayar hutang bank.
Tetapi malah kakek Sugiono menghianatinya , ia licik tidak menepati janjinya , pada akhirnya aset keluarga Qin disita bank , dan keluarga Qin pun hancur , mereka sekarang sudah jatuh miskin, mungkin jika keluarga Qin tidak jatuh miskin ,Maria Tang dan Nenek Elisabet masih menjadi orang yang angkuh dan arogan.
Hikmah dibalik hancurnya keluarga Qin ,kini Maria Tang dan nenek Elisabet menyesali semua perbuatannya , mereka ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, tidak sombong , arogan maupun angkuh lagi.
__ADS_1
Bisa dikatakan ' Setiap Kejadian atau Cobaan Pasti Ada Hikmahnya'. dan hanya yang Maha Kuasa yang tahu.