
Afit menggeleng bingung, ia pun tak paham, dengan perlahan ia membuka amplop tersebut.
"Deg"
Gugat cerai dari Sukma!"Afit terhuyung membaca surat tersebut, Neti yang mendengar ucapan suaminya tersenyum senang.Akhirnya ia akan menjadi istri Afit satu-satunya dan ia ingin disahkan secara hukum.
"Kenapa surat ini bisa sampai ke alamat rumah ini?apa kau menyampaikan perihal kehidupan kita disini?"sorot mata Afit menyipit curiga.
"Kak kenal istrimu saja tidak, bagaimana aku mau cerita.Sudahlah biarkan saja toh selama ini semua kebutuhanmu aku yang urusin"Neti memeluk erat tubuh Afit dan tangannya sudah menjalar kemana-mana.
"Aku siapkan air hangat buat kakak mandi, aku akan buat kakak lebih rilek heem"
Afit diam tak menjawab, ia terduduk lesu di sofa ruang tamu.
"Aku akan membuatnya menerima gugatan cerai itu"batin Neti
Beberapa minggu kemudian, urusan percerai berjalan lancar, walau tanpa kedatangan Afit di pengadilan. Bahkan lelaki itu tak lagi datang ke rumah mertuanya.Tapi sepertinya keputusannya sudah tepat karena Sukma dan mak Nah seolah tak peduli bahkan bisa jadi menghilangkan dirinya dari ingatan mereka.
"Sayang kakak hanya ingin menjenguk anak saja"Afit terlihat memohon pada istri sirihnya.
"Kalau kau pergi aku tak akan pernah mau bertemu denganmu lagi dan juga anak di dalam kandunganku, kau tak akan pernah melihat buah cinta kita"
"Jangan bicara begitu sayang, kakak jadi serba salah ini"
"Jangan pergi, aku sedang hamil kak.Anakmu selalu ingin dekat denganmu!"Neti memeluk Afit dengan erat.
Afit mengeluh dalam hati, susah sekali ingin lepas sejenak dari istri sirihnya, datang kepengadilan tak boleh, pulang ke rumah istri tua tak boleh.
"Tapi biarlah jika tak datang ke persidangan, artinya sidang dibatalkan jika aku tak hadir, dan Sukma tak akan bisa bercerai dariku"batin Afit lega.
"Ayo kak anakmu kangen, aku akan membuatmu sangat puas sebelum berangkat kerja!"Sukma menarik Afit ke kasur.Lelaki itu menurut saja berbeda dari biasanya lelaki itu akan semangat jika masalah kasur namun kali ini ia seperti enggan.
"Aku tak akan membiarkan kau kembali ke calon mantan istrimu, aku akan melakukan apapun agar kau hanya peduli padaku kak"batin Neti.
Neti tersenyum puas setelah lebih satu jam melayani Afit, walau suaminya terkesan tak berselera namun ia berusaha membuat Afit menikmati pelayanannya.Ia gegas menuju kamar mandi meninggalkan Afit yang setengah sadar karna kelelahan.
Satu jam berikutnya."Aku berangkat kerja"suara Afit hanya dijawab lirih oleh wanita yang menikmati tidurnya setelah berusaha keras membuat sang suami menikmati pelayanannya.
"Maafkan aku kak jika aku berdusta masalah kehamilan ini, semua aku lakukan karena aku tak mau kau meninggalkan aku seperti para lelaki sebelumnya"
Neti perlahan mengerjapkan matanya, ia hanya pura-pura tidur agar Afit segera berangkat kerja dan tidak lagi membicarakan urusan perceraiannya.
Wanita bertubuh montok itu mengulas kisahnya dalam ingatan.Beberapa tahun lalu ia datang ke daerah ini dengan keluarga jauhnya.Wanita yang ia panggil bibi Tina itu bekerja sebagai tukang masak di mess karyawan.Bibi Tina menikah sirih dengan seorang lelaki pendatang yang kebetulan bekerja di perusahaan sebagai seorang sopir.
__ADS_1
Suatu hari bibi Tina berangkat kerja, ia diminta mengurus rumah kecil bibinya seperti hari-hari sebelumnya.Dan disaat ia beristirahat karena lelah setelah membersihkan rumah, ia merasakan bagian tubuhnya terasa geli, sakit dan nikmat.
Neti yang saat itu baru berusia 18 tahun, hanya merasakan itu sebagai mimpi namun semakin lama rasa nikmat terus menjalari tubuh bagian bawahnya hingga ia terbangun dan terkejut, ia melihat om Narhan sedang bermain diintinya dengan lidahnya.
"Om jangan om"Neti berusaha melepaskan diri, namun tubuhnya kalah kuat dengan om Narhan.
"Om nanti bibi lihat"wajah gadis itu terlihat takut.
"Tidak akan sayang, bibimu baru akan pulang sore nanti, atau bisa jadi lembur"
Akhirnya Neti hanya pasrah menikmati sesuatu yang menyakitkan sekaligus menyenangkan dirinya, hingga ia harus rela menyerahkan harga dirinya untuk pertama kalinya pada om Narhan.
Mereka kerap melakukannya di rumah itu saat bibi Tina bekerja, atau bahkan pulang ke kampung untuk cuti.Tentu saja om Narhan mengatakan ia tak pernah pulang ke rumah mereka, beralasan tidur di mess.
Hingga hubungan mereka ketahuan karena Neti hamil anak om Narhan, dan lelaki itu tak mengakui perbuatanya, malah mengatakan pada bibi Tina jika Neti selalu mengodanya.
Neti menitikan air mata mengingat peristiwa itu, ketika ia dipaksa meminum ramuan yang dibawa sang bibi.Ia harus kehilangan bayinya dan yang menyakitkan ketika ia mendengar ucapan bibinya.
"Kau bisa menjadi ****** tanpa meninggalkan bekas, karena setelah ini kau tak akan bisa hamil!"
"Deg"
Rasa sakit dihatinya akan perbuatan pasangan dihadapannya begitu besar, hingga ia berjanji akan membuat mereka berpisah.
"Tentu saja aku memilih dirimu sayang, kau masih perawan nan ranum ketika kumiliki dan selalu membuat om bahagia ketika berdua denganmu, maaf waktu itu aku membuatmu tersakiti.Berjanjilah sayang jangan tinggalkan om, om janji akan membiayai semua kebutuhanmu sayangku"
"Bajingan!!! ternyata kalian berdua masih berhubungan, dan kau Narhan ternyata kau membohongiku!
Neti tidak hanya tersenyum melihat perkelahian mereka, bahkan meminta om Narhan mengusir bibi Tina dari mess.Dan Neti tersenyum puas ketika om Narhan menampar bibi Tina sangat kuat ketika wanita itu hendak menamparnya dan menariknya paksa keluar dari mess om Narhan.
Ia berhasil mendapatkan Narhan, tentu saja tujuannya menguras duit lelaki tua itu, hingga ia mendapatkan mangsa berikutnya yang lebih dari om Narhan, namun sayangnya suatu hari lelaki prnganti om Narhan itu meninggalkannya untuk kembali pada istrinya.sejak saat itu Neti sudah berganti pasangan beberapa kali dan selalu ditinggalkan setelahnya.
"Aku tak mau bernasib seperti sebelumnya, aku akan mempertahankan dirimu kak"guman wanita dengan terisak.
*****
Bocah tampan itu tersenyum-senyum senang melihat bunda dan kakaknya yang tertawa bahagia.Sukma sedang beemain boneka dengan sang putri sepulang kerja, gadis kecil itu terlihat antusia dengan hadiah baru dari sang ibu.
"Suka?"Sukma tersenyum melihat kepala Arum mengangguk-angguk dengan senyum yang terus tersemat di bibir kecilnya.
"Tantik"Sukma mengangguk ketika putrinya menyatakan boneka itu cantik.
"Arum harus jadi anak yang pinter ya, nurut sama emak dan ibu"
__ADS_1
"Iya"kekehnya senang.
Bintang yang menyaksikan hal itu pun ikut bahagia, sesekali ia mendekat memeluk sang ibu dan mencium pipi Sukma dan Arum, tapi sayang ibu dan adiknya tak meresponnya.
"Aku ingin ibu mengetahui keberadaanku, aku harus bisa bertemu dengan kakek sakti itu"tekadnya sudah bulat, bocah itu tak peduli resikonya.
Bintang melesat cepat menuju gubuk tua yang ditinggali Doan, ia segera menyusup masuk dan sekejap sudah ikut berbaring di kasur lusuh yang ditiduri Doan.
"Kau sakit An?, tadi kau tak ikut berkumpul di danau"Doan hanya meringis sebagai jawaban.
"Ada apa?"Bintang mencoba menyentuh kening Doan.
"Aaahh panas sekali!"tangan Bintang berkedut perih dan wajahnya terlihat meringis.
"Jaa ngan sentuh a ku, kau bi sa ter luka!"sorot mata Doan terlihat tajam seketika, namun sekejap berubah redup.
Bintang mengangguk pasrah, ia tak tega melihat keadaan Doa seperti itu.
"Aku terkena air panas"
"Haaa bagaimana bisa, air panas dari mana?"
"Ada manusia yang membuangnya dan mengenai bagian belakang punggungku"ringisan Deon membuat Bintang segera melihat punggung temannya, dimana posisi mereka saat itu sedang berhadapan.
"Ini mengerikan sekali aku harus apa An?agar lukamu bisa cepat sembuh!"
Bintang melihat punggung Doan yang seperti meleleh dan berwarna merah seperti darah.
"Ini bisa terjadi pada kami kapan saja, maka harus berhati-hati jika dekat dengan manusia, karena hal seperti ini bisa membuat kami musnah"ucap Doan seperti sebuah nasehat, dan Bintang mengangguk mantap.
"Tapi aku tak tahu apa kau juga sama sepertiku"
"Sama atau tidak aku tetap harus berhati-hatikan?"Doan mengangguk.
"Bi maaf, kau pergilah segera!"
Bintang bingung mendengar ucapan Doan yang tiba-tiba mengusirnya.
"Cepatlah Bi, pulanglah ke rumahmu disana lebih aman!"Doan mendorong tubuh kecil Bintang dan tanpa dapat mengelak tubuh Bintang seketika terlempar jauh.
"Aaaahhhhhh Ann!!!kenapa kau mendorongku seperti ini!"
BERSAMBUNG
__ADS_1