Dia Ibuku

Dia Ibuku
Pesan lewat secarik kertas


__ADS_3

Sukma menatap Wati dengan sorot tak suka, ia tak akan melepas Arum pada orang lain.Orang lain?


Wati dan keluarganya bukan orang lain bagi Arum, mereka keluarga Arum..mbah dan tantenya.


"Maaf jika aku lancang,maksudku tadi biar mbak bisa bekerja dengan tenang tanpa khawatir dengan Arum, karena ini juga pesan mas Afit sebelum ia meninggal" Wati menunduk takut.


Wati tahu perasaan Sukma, wanita cantik itu pasti tak mau berpisah dengan Arum, putri yang selalu menemaninya dan satu-satunya miliknya saat ini.Tapi membiarkan Arum dengan orang lain juga bukan hal yang baik kan?.


Sukma terlihat mulai tenang ketika mendengar alasan Wati, saran dari mantan adik iparnya itu tak salah ia hanya memberikan solusi, jika baik menurut Sukma usulnya bisa ia lakukan segera. Karena ia tak bisa lama -lama berada disini, ia harus bekerja.Walau itu usaha keluarga tetap saja ia harus profesional.


"Maaf dek, mbak tadi berpikir kalian akan mengambil Arum dariku!"Wati tersenyum lalu ia mendekat ke arah Sukma, ia memeluk wanita itu dengan erat, Setitik airmata jatuh di sudut matanya.


"Iya mbak, Mbak bisa ikut ke rumah untuk bertemu ayah dan ibu, mereka sebenarnya ingin bertemu dengan mbak, tapi mereka takut mbak menolak mereka"


"Itu tidak mungkin dek, besok aku akan mengajukan cuti, kita akan menemui ayah dan ibu bersama!"


"Ayo kita tidur, kelamaan ngobrol jadi lupa waktu!"mereka terkekeh bersama.


"Mbak saya tidur di kamar emak ya, biar malam ini mbak yang tidur dengan Arum!"Sukma mengangguk.


Malam kian merangkak, mata wanita cantik itu tak jua bisa terpejam.Sukma mengingat kembali kejadian aneh saat di makam.


"Siapa lelaki itu? kenapa ia seolah menjemput dan mengantarkan diriku dari makam itu"


"Ya Tuhan semoga saja apa yang aku pikirkan salah, tak mungkin hal seperti itu ada"guman Sukma lirih.


Saat malam mulai menyentuh dini hari, Sukma yang baru bisa terlelap mendadak terbangun.Wanita cantik itu seperti nyata melihat Afit berjalan beriringan dengan seorang bocah lelaki, dalam tidurnya ia seperti dituntun untuk mengakui jika bocah tampan itu putranya bersama Afit.


Disaat ia hendak mendekati mereka tiba-tiba ada sosok yang besar menghalangi pandangannya.Sukma tak sanggup bernafas karena tiba-tiba sosok itu merengkuh tubuhnya erat.Namun sayup-sayup Sukma masih mendengar jeritan bocah lelaki memanggil dirinya.

__ADS_1


"Ibu..ibuuuu..dia ibuku..dia ibuku!"Dan perlahan suara itu lenyap seiring ia terjaga dari mimpinya.


"Ya Tuhan..apa arti mimpiku"


Di tempat berbeda, di sebuah rumah tingkat dua yang bercat putih, pasangan yang sudah berpisah beberapa tahun itu, saling bergelut dengan gaya bebas, sang lelaki seperti berusaha memuaskan hasrat wanitanya, wanita cantik itu sangat liar dan ber naf su.Zain bukannya tak tahu, jika Maysa memiliki penyimpangan ***, Maysa hiper.Tapi bagi Zain yang perasaannya tertutup oleh cinta buta, tak masalah karena ia akan selalu siap melayani kebinalan Maysa.


Maysa wanita yang sudah ia ceraikan beberapa tahun lalu.Wanita yang masih menguasai hati dan pikirannya.Wanita yang akan membuat ia terpuruk lebih dari sebelumnya.Dan Maysa pula yang membuat kandas rumah tangga Zain dan Sukma.


Beberapa jam setelah meneguk manisnya surgawi, Zain masuk ke kamar mandi. Biasa ia membersihkan sisa-sisa percintaannya. Tapi tiba-tiba jantung lelaki itu nyaris meloncat, ketika ia melihat sosok mak Nah dalam cermin di kamar mandinya.


"Tidak!!!aku hanya merasa bersalah saja padanya, hingga pikiranku teringat padanya!"lirih Zain.


Beberapa menit kemudian Zain perlahan menurunkan lengannya, yang ia gunakan untuk menutup matanya saat melihat sosok mertuanya di cermin.


Zain bernafas lega setelah sadar jika itu hanya pikirannya saja.Tiba-tiba terbersit rasa bersalah pada wanita yang saat ini masih berstatus istrinya.Sekalipun Sukma hanya istri sirih, tapi ia belum menceraikan wanita cantik itu.


"Cintaku sudah kembali, aku tak akan menduakan perasaan cinta wanita yang sampai saat ini masih bertahta di hatiku"


Zain menuju ranjang dimana Maysa tertidur pulas, lelaki tampan itu membaringkan raganya di samping tubuh Maysa, ia memeluk tubuh polos yang sudah beberapa minggu ini menemani malamnya.


"Kita akan menikah ulang sayang, kau akan menjadi istriku satu-satunya"Zain mengecup kening Maysa lembut, ia tersenyum melihat wanitanya yang tak merasa terganggu atas sikapnya.


Pagi menyapa dengan sinarnya yang seperti segan masuk ke dalam kamar bernuansa putih itu.Maysa melirik lelaki yang masih pulas tertidur sembari memeluk erat pinggangnya.


"Aku harus segera bersiap, sudah cukup lama aku disini, Kak Yordan pasti akan mencari tahu keberadaanku, maaf sayangku aku hanya sedikit mengenang masa lalu bersama lelaki ini, tapi kau tetap yang terbaik"guman Maysa dalam hati.


Wanita cantik itu bergerak pelan, seolah takut membangunkan lelaki di sampingnya yang masih pulas dengan tidurnya.


Dengan berjingkat Maysa masuk ke kamar mandi, beberapa menit kemudian wanita cantik itu sudah rapi dengan tampilannya yang mengenakan celana jeans 3/4 dengan kaos tanpa lengan, yang terlihat ketat dan memperlihatkan perut mulusnya.

__ADS_1


Maysa sengaja tak membangunkan Zain, ia hanya meninggalkan pesan melalui selembar kertas yang ia letakan di atas nakas yang ia tindih dengan ponsel Zain.


Beberapa jam kemudian, suara menguap khas Zain terdengar mewarnai pagi hari menjelang siang itu, Lelaki tampan itu melirik ke samping tempat tidurnya yang sudah dingin.Sepertinya sudah cukup lama sang pemilik bangun dari tidurnya.


Zain beranjak menuju kamar mandi, butuh waktu puluhan menit sampai lelaki itu selesai membersihkan diri.


Zain mengeryitkan keningnya, tak biasanya Maysa keluar kamar selama ini.Lelaki itu bergerak menuju arah pintu.Tapi beberapa detik kemudian ia menuju nakas untuk mengambil ponselnya.


"Apa ini?"


"DUUUUAAAARRR!!!"


Lelaki tampan itu meluruh di lantai yang dingin, hatinya kembali terluka, tapi luka kali ini lebih terasa pedih.


"Jahat sekali kau May!!!kau hanya menganggapku pengisi waktumu!!!"


Suara tangis terdengar meraung dan mengema di kamar tidur itu, lelaki tampan itu merasakan dunia hancur, seperti ia menghancurkan dunia istrinya.


"Aku akan mencarimu May, kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi padaku!!!"


Zain meraih secarik kertas yang ditinggalkan Maysa untuknya dan menyimpannya dalam dompetnya.


Lelaki itu berlari keluar rumah dan gegas menuju mobilnya, ia menghidupkan mesin mobilnya dan setelahnya ia melaju kencang menuju bandara.


...*Terimakasih telah menemani hari-hariku di kota ini.Aku harus kembali......


^^^Maysa😘^^^


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2