
Beberapa menit berlalu mobil David sudah sampai di halaman rumah Sukma, lelaki itu ikut turun mengantar Sukma sampai depan pintu dan Sukma menawarinya untuk masuk, begitu pintu terbuka.
"Lain kali saja ya sayang, mas jamin kalau mas masuk besok baru keluar"kerling mata David membuat Sukma tersenyum malu-malu.Entah mengapa Sukma tak bisa menolak pesona bos tampannya, walau ia sudah berusaha untuk menahan diri.Tapi jika David mulai merayunya hati wanita cantik itu langsung meleleh.
David mengecup sekilas kening Sukma dan segera pamit, Entah mengapa tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.
Sukma segera mengunci pintu depan dan gegas masuk ke dalam kamarnya.Begitu tiba di kamar Sukma meletakan tasnya begitu saja di meja, setelah ia mengeluarkan benda pipih yang tadi sempat David berikan, detik berikut ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Memandangi benda pipih yang dapat menghubungi pujaan hati.
Ya ponsel itu pemberian David, David tak mau lagi kesulitan mencari pujaan hatinya, hingga ia berinisiatif membelikan Sukma ponsel, ketika ia honeymoon ke luar negeri saat itu.Andai Sukma tahu dimana dan kapan David membelikan benda pipih yang tergolong mahal itu, yakinlah wanita cantik itu tidak akan sudi menerimanya.
Saat ini hati wanita cantik itu diliputi perasaan yang campur aduk, ada rasa takut akan sesuatu yang tak ia pahami.
Namun terus terang ia bahagia, lelaki yang pernah menempati hatinya setelah Afit itu kembali memberinya harapan.
"Maaf aku tak bisa menolak pesona mas David, perasaanku padanya kian subur kini, apa yang baru kami lakukan membuatku yakin.Cintaku hanya untuknya"
"Brrraaakkk!"Suara benda seperti dihempaskan itu terdengar cukup keras.
"Astaga apa itu!"
Sukma menelisik sekitar kamar yang cahaya lampunya temaram.Tak sadar matanya menatap tas kerjanya yang teronggok di lantai dengan isi yang berhambur.
"Aneh tas itu tadi aku letakan di atas meja, kenapa sekarang bisa jatuh?"guman Sukma bingung.
Sukma memunguti isi tasnya dan setelahnya meletakan kembali tas kerjanya di atas meja.
Wanita itu kembali membaringkan tubuhnya, hingga tak lama mata itu memejam dan Sukma tertidur.
"Kau istriku sayang, aku cemburu pada manusia itu.Tapi hatiku tak bisa memungkiri jika aku senang melihat senyum bahagiamu".
Sukma semakin lelap tertidur dalam pelukan sosok astral, yang mulai memberikan cumbuan yang tak biasa dilakukan manusia.
Di tempat berbeda, seorang lelaki yang baru saja merasakan kebahagian bersama pujaannya.Duduk terisak menatap sosok istri yang sudah tak bernyawa.Wajah pucat Danis sudah kembali cantik karena riasan bak pengantin, dengan mengenakan gaun berwarna putih.Wanita yang telah beda alam itu tidur selamanya dalam peti yang baru beberapa menit tiba di rumah.
"Bapak sebaiknya berganti pakaian, itu di luar sudah mulai berdatangan para pelayat".saran bibik yang wajahnya sama sembabnya dengan David.
David menatap sendu wajah sang istri, ia mengecup kening Danis, sebelum berlalu ia sempat berpesan pada sang bibik, dan segera beranjak gontai menuju kamar.
__ADS_1
"Temani ibu bik, saya ganti baju dulu!"lirih David yang diangguki oleh sang bibik.
Beberapa jam berlalu suasana rumah duka semakin ramai oleh para kerabat, dan sahabat serta teman-teman yang datang melayat.David tak banyak bersuara melayani para pelayat, lelaki itu hanya mengangguk pelan di setiap tanya yang terlontar.
Hingga keesokan harinya rumah duka itu masih di datangi kerabat jauh, dan selama itu pula Renata tak menampakkan batang hidungnya.
Renata mendekam di dalam kamarnya, wanita itu enggan menemani jenasah kakak sepupunya, tentu saja dengan alasan kehamilan.Pamali wanita hamil berada dekat mayat.Mitos yang dipercaya Renata dari teman-teman ngumpulnya.
David tentu saja tak perduli dengan tingkah Renata, asal tidak membahayakan janinnya saja, lelaki itu mengiyakan saja kemauan Renata.
"Aku akan menuntut kak David, untuk segera menikahiku secara hukum.agar semua orang tahu akulah istri David Arya Tama"senyum Renata mengembang lebar.Menurutnya tak ada alasan bagi David untuk menolak permintaanya.
Tapi entahlah..tak ada yang tahu seperti apa akhir perjalanan hidup manusia.
Yang digenggaman saja bisa lepas, apa lagi jika itu hanya mengenggam air..hanya perlu beberapa saat saja untuk bertahan.
Kita lihat saja nama siapa yang terpatri di hati seorang David Arya Tama.
Waktu terus bergulir, tak terasa sudah seminggu kepergian Danis ke pelukan TuhanNya.Dan kabar meninggalnya Danis tentu saja sampai di telinga Sukma.
"Pantas saja mas David seperti hilang ditelan bumi setelah hari itu, ternyata ia sedang berduka".guman Sukma lirih.
"Aku harus bertemu dengan mas Zain, lelaki itu harus segera menjatuhkan talaknya padaku!"
Sukma gegas membereskan semua miliknya ke dalam tas, dan setelahnya wanita cantik itu ke luar dari ruangannya, menuju ruang kerja lelaki yang masih menjadi suami sirihnya.
"Maaf bu, pak Zain sudah pulang lebih dahulu"jelas seorang rekan Zain pada Sukma yang baru beberapa menit tiba di ruangan kerja Zain.
"Oo..kalau begitu saya permisi"Sukma menundukan kepala memberi salam.
"Eh maaf bu"laki-laki itu nampak ragu menatap Sukma.
"Ada apa pak?"wajah Sukma terlihat penasaran.
"Maaf bu, saya hanya ingin kasih tahu, jika pak Zain sikapnya sudah berubah"Sukma menatap bingung lelaki di hadapannya.
"Anu bu pak Zain itu kalau datang suka berantakan gitu penampilannya, dan suka bau alkohol"
__ADS_1
Mata Sukma melebar mendengar penjelasan lelaki yang usianya lebih muda dari Zain.
"Apa pak Zain selalu pergi ke klub gitu setiap pulang kerja?"
"Setahu saya tidak bu, waktu saya ke rumah pak Zain karena ada urusan kerja, saya lihat pak Zain minum di rumahnya dengan kawannya"
Sukma mengangguk mantap, wanita cantik itu mengucapkan terimakasih dan gegas berlalu dari hadapan lelaki yang masih terus menatap dirinya hingga hilang dari pandangan.
"Cantik sekali ...Ya Tuhan seperti itu maksud hamba"guman lelaki itu lirih.
Beberapa puluh menit berlalu, Sukma berdiri di depan rumah bertingkat dua dengan cat berwarna putih.
"Dia di rumah, tapi sepertinya tidak sendiri"Sukma menatap satu mobil lain di halaman rumah Zain.
Wanita itu gegas menuju teras rumah, taxi yang mengantarnya ia minta untuk menunggu.Sukma berjanji akan membayar tarif tiga kali lipat.
Sukma mengetuk pintu beberapa kali, tapi tak ada tanda-tanda akan dibuka.Wanita cantik itu mengarahkan pandangannya pada pintu samping, detik berikut langkah Sukma gegas melangkah ke sana, tangan Sukma tanpa sadar meraih ganggang pintu.Dan..
"Ckleekk"
Sukma melangkah masuk ke dalam rumah yang pernah ia tinggali beberapa saat waktu itu.
"Sepi sekali"
Sukma menuju ruang dapur, banyak botol minuman berpose bebas di atas meja makan.Terlihat berantakan sekali, hingga langkah Sukma sampai ke ruang tengah.
Tubuh Sukma membeku laksana patung, kakinya terasa berat.Mata wanita cantik itu mengerjap-ngerjap tak percaya.Hingga akhirnya ia tersadar dan segera mengeluarkan ponselnya.Ponsel pemberian David.
"Bodoh amat, lelaki itu sudah zolim padaku dan emak, aku tak sudi lagi hidup dengannya..laki-laki munafik, datang mengiba minta maaf dan minta rujuk ternyata kelakuannya..."guman Sukma dalam hati.
Haaaiiii pembaca setia๐๐๐
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...๐๐๐
__ADS_1
BERSAMBUNG๐