
Hari ini Sukma sudah selesai melakukan evaluasi di kantor cabang, ia sangat kagum dengan perkembangan di kantor cabang yang dipimpin David.Ia percaya lelaki yang masih merajai hati dan pikirannya itu mampu membuat kantor cabang di Sumatera maju, namun ia tak menyangka akan maju pesat seperti ini dalam jangka yang lumayan pendek.
"Kau sangat hebat mas!".puji Sukma saat mereka hanya berdua menikmati suasana sore di salah satu pantai terkenal yang ada Batam, menunggu sunset yang kata penduduk setempat sangat indah.
"Aku melakukan semua itu untuk dirimu, semua itu bukti bahwa aku sangat mencintaimu".
"Apa hubungannya, ada-ada saja".Sukma tak setuju atas pendapat David perihal cinta dan pekerjaan di Batam ini.
"Orang jatuh cinta itu akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya". Sukma tersenyum samar.
Suasana menjelang senja itu begitu indah, saat itu dimanfaatkan David untuk melamar wanita pujaannya.Di hiasi semburat jingga di cakrawala David berlutut mempersembahkan sebuah cincin cantik yang membuat Sukma terkejut.
"Will you marry me?"
Sukma tersentak begitu David tiba-tiba berlutut di hadapannya.Sebuah cincin berlian terlihat berkilau di tangan lelaki gagah itu.
Sukma masih tak percaya jika David melamarnya saat ini, hati wanita cantik itu terus terang sangat bahagia.Sampai-sampai ia tak mampu menjawab permohonan David.
"Ayo terima bu, sudah waktunya Arum punya adek lagi".tiba-tiba saja Gayatri sudah hadir bersama Emil diantara mereka.
Sukma menutup mulut asistennya.Dengan gemas ia mencubit perut Gayatri prlan.
"Aawww ibu, pakai cubit segala!"rengek Gayatri manja.Emil hanya tersenyim melihat wanita mungil yang membuat dirinya seharian ini sakit kepala.
Ya Gayatri memaksa Emil untuk menemaninya keliling tempat wisata di Batam, dan tentu saja menikmati kuliner terkenal disana.
"Ayo bu, koq malah bengong!".Gayatri menepuk lenganbosnya yang masih terpaku atas lamaran David.
Sedang lelaki gagah yang usianya sudah mencapai 44 tahun itu terlihat sangat cemas.
"Yes".lirih Sukma namin masih bisa di dengar oleh mereka bertiga.
David gegas berdiri, memakaikan cincin yang semakin cantik di jari manis Sukma.
Sukma tidak bisa membohongi dirinya jika ia masih sangat mencintai David, seperti apa pun kelakuan David dahulu, ia tak lagi mempertimbangkannya.Di mata Sukma dirinya dan David sama-sama bukan orang suci yang tak pernah melakukan kesalahan.Mungkin seperti itulah pemikiran Sukma.
Keesokan harinya David dan Sukma mengelar pernikahan di pantai Nongsa, dihadiri oleh kedua asisten masing-masing dan juga para staf dan karyawan Kantor Cabang Batam.
Sukma melupakan sesuatu yang seharusnya jadi pertimbangan dirinya.Arum dan Zain, dua sosok yang selalu menanti kehadirannya dan berharap leboh padanya.Tapi itulah cinta rasa yang bisa membuat orang lupa sekelilingnya.
Seusai acara pesta David memboyong Sukma ke Singapura.Lelaki itu sudah mengatur segalanya untuk wanita pujaannya, yang saat ini sudah sah sebagai istrinya.
Sukma sudah menghubungi Zain, wanita cantik itu kembali meminta tolong pada Zain untuk menjaga putrinya. Ia mengatakan jika belum bisa pulang.Tentu saja Sukma tak bercerita perihal pernikahannya dan juga bulan madu dirinya di Singapura.Ia hanya mengatakan jika ia belum bisa kembali pulang.
*
*
Saat ini David begitu menikmati bulan madunya dengan wanita pujaannya, yang usianya lebih muda 19 tahun darinya.Rasa bahagia karena bisa mempersunting wanita pujaannya, membuat lelaki paruh baya itu seperti merasakan kembali muda.
Di tempat lain Arum sudah kembali bersekolah dimana Zain mendaftarkannya di TK yang dekat dengan cafenya, gadis kecil itu selalu pulang ke cafe Zain setiap pulang sekolah, karena Zain lah yang mengantar jemput gadis kecil itu.
"Papa apa ibu masih lama pelginya?"
"Kenapa?kangen ibu ya?".Arum mengangguk dan Zain segera mengendong gadis kecilnya menuju kamarnya, dimana semua perlengkapan sehari-hari Arum ada di sana.
"Sayang ganti baju dulu ya, baru makan"Arum mengangguk.Zain senang dengan sikap Arum yang patuh dan tak pernah rewel.
Selesai makan siang, Zain mengajak gadis kecilnya ke dapur.Arum terlihat senang ketika Zain membolehkannya membantu koki yang membuat kue di cafe itu.
Hari sudah larut malam, Zain merebahkan tubuh letihnya di samping gadis lecilnya yang sudah terlelap, setelah tadi sempat membuat drama sebelum tidur.
"Sehat terus sayang, kau tahu papa begitu menyayangimu".lirih Zain seraya mendekap tubuh kecil Arum dalam pelukannya.
Di tempat berbeda David dan Sukma tak henti menikmati manisnya bulan madu, lelaki nyaris paruh baya itu berharap banyak agar segera diberi momongan.
__ADS_1
David tak pernah melepaskan pelukannya pada istri cantiknya itu.
"Sayang apakah kau masih memberikan tugas padaku mengurus kantor cabang di Batam?"
Sukma tercenung mendengar tanya suaminya, ia sama sekali tak memikirkan hal itu sebelumnya, tapi sekarang ia harus berpikir.
"Mas untuk sementara mas tetap di kantor cabang Batam ya? karena mas tahu sendiri belum ada yang mampu menandingi kecerdasan mas mengelola kantor di Batam".
"Ada Emil sayang, aku tak sanggup jauh darimu!"rengekan David membuat Sukma tersenyum.
"Kau benar sayang, tapi belum saatnya Emil menjadi Kepala cabang".
"Mas jangan khawatir mengenai kita, nanti setiap minggu atau bulan aku pasti datang, seperti itu malah lebih berasa kangennya mas".bibir Sukma tersenyum smirk.Sukma tahu maksud suaminya.Tapi saat ini memang belum ada yang cakap memimpin kantor cabang di Batam ini seperti suaminya.Dan lagi ia belum bisa mengabarkan perihal pernikahannya pada Arum putrinya yang begitu ingin menjadikan Zain papanya.Terlebih melihat Zain patah hati.
*
*
Tak terasa sudah seminggu Sukma dan David mengenyam manis madu pengantin basi.(kkwwwkkww)Sukma sudah harus kembali pulang.Rasa bersalah pada putrinya membuat wanita itu langsung melakukan panggilan video call pada Arum.
"Ibu kapan pulangnya?"rengek Arum manja.
"Besok ibu pulang sayang, Arum nggak nakal kan sama papa Zain?"
"Tidak, Arum bantu papa, ya pa?"Zain mengangguk dan tersenyum.Zain tak melepas pandangannya pada Sukma.Ia merasakan ada yang berbeda dengan wanita cantik itu.
"Mas tolong temani Arum sampai besok ya".
"Aman dek, besok mas jemput di bandara ya?".
Sukma tetlihat mengangguk dan tak lama Sukma mengakhiri percakapan itu.
Keesokan harinya Zain dan Arum sudah berada di bandara, mereka terlihat tersenyum begitu melihat Sukma yang berjalan menuju ke arah mereka.
"Ibuuu..ibu!"Arum berlari menyambut sang ibu yang sudah sangat ia rindukan.
"Sama papa ya nak, ibu kamu terlihat lelah".
Arum mengangguk dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Zain.
"Manjanya anak mama".
Arum hanya tersenyum mendengar ucapan sang ibu, posisinya dalam gendongan Zain sudah peuuunaaaK sehingga malas untuk bergerak.
Tak lama mereka sudah sampai di rumah Sukma, wanita cantik itu gegas masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Zain dan Arum yang duduk di ruang keluarga.
"Papa bobok sama Alum ya nanti malam?".
"Sayang, kan mama sudah datang, katanya kangen sama mama".
"Tapi Alum mau bobok sama papa".rengek Arum manja.Zain akhirnya mengalah dan menuruti kemauan putri cantiknya itu.
Tak terasa bulan berlalu pernikahan Sukma dan David sudah berjalan selama 3 bulan.Hubungan mereka seperti kemauan Sukma, dimana setiap bulannya wanita cantik itu akan datang ke Batam menegok Suaminya.
Dan hari ini sudah seminggu ia di Batam, tapi saat ia harus kembali Sukma malah sakit, hal itu membuat David menjadi cemas.Dan tentu saja ia menahan istrinya agar tetap di Batam sebelum sehat kembali.
"Aku hanya pusing saja mas, jangan berlebihan".elak Sukma ketika suaminya mengajaknya ke rumah sakit.
"Kali ini menurutlah sayang, mas tak izinkan kau balek jika tak sehat!".ucapan David membuat Sukma membeku.Ia tahu suaminya melakukan hal itu karena khawatir padanya.Namun Sukma kepikiran putrinya, gadis kecilnya baru masuk sekolah SD, ia perlu dirinya saat bersiap ke sekolah.Tapi lagi-lagi ia mejadikan Zain tempat meminta pertolongan jika itu soal Arum.Karena hanya Zain yang mampu meluluhkan hati gadis kecilnya itu.
"Baiklah, ayo kita segera ke rumah sakit!" .ajakan Sukma membuat David tersenyum.Selang setengah jam mereka tiba di rumah sakit dan langsung mendaftar di bagian umum.
David menemani istrinya ketika nama istrinya dipanggil oleh petugas untuk masuk ke ruangan dokter.Sukma dan David duduk di hadapan seorang wanita paruh baya.Dari name taq tertulis dr.Silvia.
"Apa keluh apa ibu?".suara dokter Silvia terdengar ramah.
__ADS_1
"Saya hanya pusing..".
"Istri saya tadi pagi sakit kepala, dan nyaris pingsan dokter dan itu sudah beberapa hari ini terjadi".tungkas David karena ia merasa istrinya mengurangi penjelasan dengan kata 'hanya'.Sukma hanya geleng kepala melihat sikap suaminya.
Dokter Silvia tersenyum melihat David yang mengambil alih menjelaskan pertanyaan darinya.Ia melihat sikap David yang perhatian pada istrinya, dan terlihat sangat posesif.Maklum wanita dihadapannya itu masih sangat muda dan cantik sekali, jadi wajar jika suaminya begitu posesif.
"Baiklah kita periksa dulu ya bu".Sukma mengikuti serangkaian tes yang dilakukan oleh bidan yang mendampingi dr.Silvi.
"Begini bapak dan ibu, menurut hasil pemeriksaan saya ibu Sukma baik-baik saja(Sukma menatap suaminya horor, sedang David hanya nyengir saja)tapi perlu diperiksa ulang dibagian Obgyn, karena prediksi saya ibu sedang hamil".
"H a m i l?".lafal David slow respon.Sukma dan David berpandangan, sesaat kemudian senyum merekah di bibir mereka berdua.
"Iya bapak, sepertinya ibu sedang hamil".
"Mbak Alya bisa bantu ibu ini menggunakan tespeck!".titah dr.Silvi lrmbut.
Sepuluh menit setelah melakukan tes di kamar mandi pribadi di ruangan itu.dr.Silvi menunjukan hasil tespeck jika Sukma memang sedang hamil.
Menit berikutnya Sukma dan David sudah di ruangan Obgyn, David menunggu istrinya yang sedang melakukan USg.
"Ibu Sukma, lihat ada dua kontong janin disini?".
"Dua dok? maksudnya?".David menatap layar monitor dengan intens.Lelaki itu seperti memberi kode dengan dua jarinya yang mengacung ragu.
"Iya pak ada akan memiliki bayi kembar saat ini sudah memasuki minggu ke 7". terang dokter lelaki yang ada di hadapan David.
"Ya Tuhan..sayangku anak kita kembar, puji Tuhan terimakasih".
David memeluk dan mengecup kening istrinya, perasaannya saat ini sangat bahagia.
Sukma tak mampu berkata-kata, wanita itu hanya bisa mengangguk dengan mata berkaca-kaca.Terlihat jelas pasangan baru itu sangat bahagia.
Keesokan harinya David langsung mengumumkan berita bahagia itu di kantornya.Tentu saja kabar itu membuat para karyawan turun senang apa lagi David dan Sukma membagikan makan gratis dan juga sembako.
"Semoga bu Sukma dan bayinya selalu sehat sampai lahiran".
"Semoga bu Sukma sekeluarga selalu diberi kesehatan dan limpahan rezeki".
"Semoga langgeng pernikahan Bu Sukma dan Pak David".
Ucapan dari para karyawan itu diaminkan oleh David dan Sukma.Hingga akhirnya acara srlesai dan David langsung menuntun istrinya ke dalam ruangan kerjanya.
"Sayang bagaimana jika kita tinggal disini saja".ucapan David membuat Sukma termenung, sebenarnya ia memang lebih suka tinggal di Batam tapi ia harus memikirkan putrinya yang belum grnap setahun pindah sekolah.
"Mas ingin bisa terus mengawasimu selama kehamilan sikembar".David meraih tubuh istrinya dan mendudukannya perlahan di pangkuannya.
"Tapi bagaimana dengan Arum?".
"Kita bisa membawanya ke sini sayang".David menatap istrinya bingung.David tak tahu saja jika Arum tak bisa lepas dari Zain.Dan itu menjadi pertimbangan Sukma.
"Ada apa dek?"David menatap dalam mata indah istrinya.Sukma akhirnya menceritakan semuanya pada David tanpa ada yang ditutupi, karena ia tak mau suaminya itu cemburu pada mantan suaminya.
"Beri aku waktu mas, aku harus bicara pada Arum dan Zain".David mengangguk, ia tak mau memaksa Sukma.itu tak baik bagi istrinya yang sedang hamil.
*
*
Tak terasa sudah 2 sebulan Sukma di Batam, biasanya ia hanya seminggu jika mengunjungi suaminya, namun karena kehamilannya yang masih rawan jika bepergian jauh, membuat Sukma akhirnya bertahan di Batam.
Sedang Arum tinggal di rumah Zain dan selama kepergian Sukma gadis cantik itu tak pernah mau jauh dari Zain.Zain pun tak bisa jauh dari gadis kecilnya, selama tak ada Sukma keperluan Arum menjadi tanggung jawabnya.
Di Bandara nampak wanita cantik yang perutnya sudah terlihat menyembul karena sudah memasuki trimester 2, ia tidak sendiri ditemani lelaki yang bucin akut atas dirinya.Tujuan mereka datang untuk menjemput Arum.
Mereka tak sadar jika keputusan mereka mematahkan dua hati yang mengharap bisa bersama membina keluarga seperti dahulu.
__ADS_1
TAMAT
MAAF UNTUK READER SETIA, CERITA AKU TAMATKAN SAMPAI DISINI..KARENA KESIBUKAN DI DUNIA NYATA YANG HARUS AKU PRIORITASKAN🙏🙏🙏