
Sukma selesai dengan survei lapangannya bersama tim, ia berniat langsung pulang ke rumah.
"Bu sama-sama saja, langsung pulang kan?"Sukma mengangguk.
Sukma duduk di kursi tengah, dua rekannya duduk di depan.Selama perjalanan menuju rumah Sukma, mereka terus membahas masalah pekerjaan. Hingga tak lama mobil yang di kendarai rekannya masuk ke perkampungan wanita cantik itu.
"Di sini saja Bob..mampir yuk!"
"Terimakasih bu..lain kali saja!"jawab kedua rekannya serempak.
"Terima kasih atas tumpangannya!"setelah mengucapkan terima kasih, Sukma menuju rumahnya begitu mobil berlalu dari hadapannya.
Sukma masuk ke dalam rumah disambut mak Nah, wanita itu nampak berpikir melihat sang putri yang sudah beberapa hari ini pulang sendiri.Namun wanita tua itu tak mau bertanya, ia menyerahkan Arum yang ada digendongannya pada Sukma.
"Wanginya putri ibu"Sukma menciumi pipi Arum yang terlihat makin chaby.gadis kecil itu hanya tertawa kegelian mendapat perlakuan dari sang ibu.
Di tempat berbeda seorang lelaki yang tak mengizinkan wanitanya ikut masuk ke kantor dan hanya ia minta menunggu di parkiran mobil, terlihat tergesa keluar dari ruangannya.Ya Zain hanya masuk untuk menyimpan berkas kerjasama yang sudah ditandatangani Maysa ke ruang kantornya, makanya ia meminta Maysa tak usah ikut masuk ke kantornya agar ia bisa lebih cepat mengantar sang mantan pulang ke hotel.
"Tidak lama kan?"Zain menoel hidung Maysa yang mancung.Wanita yang awalnya kesal karena tak dibolehkan ikut masuk ke kantor itu tersenyum tipis.
Zain melajukan mobilnya keluar dari wilayah perkantoran.Lelaki itu terlihat diam sampai mobil yang dikendarainya masuk ke halaman hotel di mana Maysa menginap.
Maysa mengamit lengan Zain manja, sesekali ia menyandarkan kepalanya di dada Zain, membuat debaran di dada lelaki itu makin tak karuan.
Maysa menyerahkan kunci kamarnya pada Zain dan lelaki itu membukanya, lalu mempersilakan Maysa masuk lebih dulu.
Maysa memeluk pinggang Zain erat, dan wajahnya menghirup aroma tubuh Zain dengan rakus.Tubuh lelaki itu bergetar hebat ia tak sanggup menolak hasratnya pada wanita yang selalu ada di hatinya. Dengan sadar lelaki itu membalas lebih perlakuan Maysa.
Nafas mereka masih tersengal-sengal setelah mengarungi lautan kenikmatan yang sudah beberapa tahun tak mereka rasakan manisnya, tubuh mereka masih berpelukan erat di bawah selimut.
Zain memberi kecupan yang lembut dan lama di kening Maysa, setelah nafas mereka teratur.Maysa diam meresapi perlakuan Zain hanya tangannya semakin erat memeluk tubuh polos yang barusan memenuhi kebutuhan batinnya.
"Kak...temani aku di sini ya?"Tanpa berpikir dua kali lelaki itu mengangguk, dan itu membuat Maysa tersenyum lebar.
Malam makin larut pikiran Sukma semakin tak karuan karena suami sirihnya belum kembali ke rumah.
__ADS_1
"Kemana dia, apa dia menginap di rumahnya?"
"Kenapa tak memberi kabar?"
"Kamu ke mana mas?"
Wanita cantik itu akhirnya tertidur setelah lelah berpikir, berbeda dengan sang suami yang baru tertidur karna semalaman tak henti mereguk nikmat duniawi bersama mantan istrinya.
Di kediaman mewah David, lelaki yang baru datang dari kantornya itu bergegas mendatangi kamar istrinya.Kecupan hangat berlabuh di kening wanita ringkih itu.Danis mengamit kedua lengan sang suami lemah.
"Mas kau sudah datang, mandilah dulu setelah itu kita makan malam bersama ya"David mengangguk dan meninggalkan sang istri untuk membersihkan diri.
Satu jam kemudian David menuju meja makan, Danis dan Renata nampak menunggu dirinya.Tanpa banyak bicara mereka makan dengan tenang, sesekali Renata melayani Danis.atau Danis yang mencoba melayani sang suami namun ditolak halus oleh David.
"Biar aku sendiri sayang, kau makanlah dengan tenang"David mengedipkan matanya cara ampuh untuk meluluhkan hati Danis.
Renata menatap Danis intens ketika David menyudahi makannya dengan meneguk habis air putih di gelas yang biasa ia siapkan.Danis tersenyum tipis ke arah Renata yang langsung menunduk.
Setelah beberapa menit selesai makan malam David mengantar sang istri ke kamar, meninggalkan Renata yang masih setia di kursinya di ruang makan itu.
Danis duduk di kepala ranjang dengan membaca buku, ia menatap sang suami yang berganti piyama tidur lengan pendek dan celana selutut.
"Kau belum mengantuk sayangku?"Danis tersenyum seraya mengangguk pelan, Danis melihat mata suaminya yang terlihat sayu.David bergerak mendekat ke arah istrinya namun ia merasakan kepalanya yang mulai terasa pening.
"Ada apa mas?"Danis menatap sang suami dengan tatapan panik.
"Tidak apa sayang"elak David yang tak ingin sang istri khawatir.
"Jangan begitu mas, aku melihat tubuhmu seperti limbung"
"Hanya pening sedikit"elak David.
"Mas biar aku bantu hilangkan peningmu, ambilkan minyak jaitun di kamar Renata, ia mengurutku kemarin di kamarnya, dan minyak itu tertinggal di sana"titah Danis seperti tak ingin dibantah.
"Tidak usah dek..ak..."
__ADS_1
"MAS..!"
"Iya sebentar ya"David mengalah ia keluar dari kamar meninggalkan Danis yang terlihat kesal, ia tak mau memperpanjang masalah dengan sang istri.
"Tok...tok...took!"Tubuh David mendadak bergetar ketika mengetuk pintu bayangan akan tubuh Renata waktu lalu kembali terlintas.Lelaki gagah itu menggelengkan kepalanya.
"Masuk ..!"terdengar suara Renata dari dalam, dengan ragu David membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.
Tubuh David membeku dengan nafas yang tak teratur, penampakan Renata yang sexy di atas tempat tidur membuat miliknya menegang seketika.Renata tersenyum lebar dalam hati menyaksikan reaksi suami kakak sepupunya.
"Ada apa kak?"
"A aa aku men ca ri min yak jai t u n"suara David terbata-bata melihat wanita cantik nan sexy di atas ranjang dengan pose yang menantang kelakiannya.
"Kakak cari sendiri ya di lemari itu, aku masih melakukan perawatan pada kulitku"Renata menaikan dagunya ke arah lemari seraya tangannya mengelus lembut kulit pahanya yang ia olesi handbody.David mengangguk pelan dengan mata yang tak lepas dari tubuh molek Renata.
Beberapa menit kemudian lelaki itu masih tak juga menemukan apa yang ia cari, bagaimana bisa ketemu jika pikirannya berfocus pada tubuh molek Renata yang membuatnya panas dingin.
Renata turun perlahan dari ranjang dan gegas mengunci pintu kamar, setelahnya melangkah pelan ke arah David.Tubuh lelaki 42 tahun itu menegang ketika merasakan dua benda kenyal nan lembut menempel di punggungnya serta wangi yang menguar dari tubuh wanita yang sekarang ada di belakangnya membuat gai rah lelakinya bangkit.
"Belum ketemu kak?"suara lembut mendayu membuat David makin tak kuasa menahan diri.
Lelaki itu membalikan tubuhnya dan saat ini matanya bersirobok dengan mata wanita cantik yang dijodohkan sang istri padanya.
Haaaiiii pembaca setiaπππ
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...πππ
BERSAMBUNG
__ADS_1