
Mas sudah aku lelah..."rengek Sukma manja, David hanya terkekeh mendengar suara merdu wanitanya.
"Kau enak sekali sayangku, mas tak bisa berhenti"
"Untung mas Zain masih menemui klien, tapi aku harus segera balik sebelum mas Zain pulang"
Sosok yang beberapa waktu itu terlihat di sekitar Sukma dan keluarganya, terlihat membeku.Ia menatap nanar setiap gerakan sepasang manusia di hadapannya.Airmata menitik di sudut matanya.
"Ibuuu..jangan lakukan ini, aku jadi semakin jauh darimu!"rintihnya pilu.
Bintang tak dapat menahan tubuhnya yang tiba-tiba semakin samar dan menghilang dari ruangan itu.
"Ibuuu..dia ibuku!!!"rengekan bocah tampan itu semakin samar terdengar, namun tidak untuk Sukma.Wanita itu mengurai pelukan David dan segera berdiri mencari suara yang jelas terdengar di telinganya.
"Aku mendengarnya lagi..dia ada di sini"batin Sukma gamang.
"Ada apa sayangku?"Sukma berdebar ketika tubuh polos David memeluknya dari belakang.
"Ee..ee..nggak ada apa-apa mas, gerah saja mau mandi"elak Sukma.
"Kita mandi sama-sama ya, nanti mas antar pulang"
"Mas..?"Sukma menahan tangan David yang berniat mengendongnya ke kamar mandi.Wanita itu nampak ragu untuk bicara, namun ia tak bisa semakin lama menyembunyikan statusnya.Ia akan terima apapun konsekuensi dari lelaki di hadapannya.Ia tak ingin srmakin menyakiti perasaan Zain.Tapi bolehkah kali ini ia mengikuti perasaannya.
"Ada apa sayang?"Sukma menatap netra kelam lelaki yang telah mengisi hatinya.Ia harus mengatakan nya sekarang.
"Mas..aku ingin mengatakan sesuatu padamu?"Sukma menarik lrmbut tangan David menuju ranjang.Mereka duduk berhadapan di tepi ranjang dalam keadaan tak berbusana.
"Maaf.."perkataan Sukma membuat David semakin bingung.Suara bergetar dan tetes airmata pada sang wanita membuat lelaki itu merengkuh tubuh Sukma ke dalam pelukannya.
"Kalau kau tak mampu mengatakannya, jangan dipaksa"lirih David sembari mengeratkan pelukannya.Sukma menggeleng, bukan tak mampu hanya saja lidahnya terasa keluh.Sukma menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.
Perlahan Sukma mengurai pelukannya dan matanya menatap dalam netra David.
"Aku punya suami mas"suara Sukma terdengar bergetar.
__ADS_1
David termanggu menatap wanita cantik yang sudah mengalihkan hidupnya beberapa bulan ini.Lelaki itu tersenyum samar, ia mengelus lembut pipi Sukma.
"Aku tak peduli!aku akan merebutmu darinya!"tegas David.Sukma tersenyum dalam hati.
"Siapa lelaki itu?"
Sukma akhirnya bercerita perihal pernikahannya, semua ia ungkap tanpa ada yang ia sembunyikan.
"Licik sekali anak itu"guman David litih.Namun Sukma masih dapat mendengarnya.
"Kau milikku sayang, aku mohon jaga hati dan tubuhmu hanya untukku!"David tersenyum lembut.Entah ilmu apa yang digunakan lelaki itu, hingga Sukma hanya mampu mengangguk dan terlihat pasrah.
"Ayo kita mandi bersama"suara pekikan dari Sukma memenuhi ruangan itu, ketika tubuhnya melayang dalam gendongan David.
Beberapa puluh menit kemudian, David telah berbalik arah keluar dari perkampungan rumah Sukma.Setelah dari kantor tadi ia langsung mengantar Sukma pulang tanpa mau mendengar penolakan Sukma.Di perempatan jalan David menepikan mobilnya dan terlihat menghubungi seseorang.Tak lama mobilnya meluncur meninggalkan tempat itu.
"Kau..?"Zain dan orang di hadapannya serempak bersuara.
"Silahkan duduk!"Zain mencoba meredakan perasaan bergemuruh di dadanya.Terlihat wanita cantik di hadapannya tersenyum kikuk sembari menghempaskan lembut bokongnya di kursi yang sudah ditarik Zain untuk sang wanita.
"Penerbanganku dicancel, dan bukan itu saja saya pun harus menunggu klien yang ulur waktu seperti ini, sebelum saya melakukan penerbangan"penjelasan Maysa membuat Zain kembali tersadar.
"Tidak apa May....nggak masalah menunggu lama"May tersenyum senang mendengar penjelasan Zain.
Mereka mulai membicarakan bisnis yang akan dilakukan bersama antara perusahaan David dan ayah Maysa, tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus mengawasi kegiatan mereka berdua.
"Biar aku antar ya May, sudah larut aku tak mau kau naik taxi malam-malam begini!"titah Zain yang membuat Maysa senang.
Mereka keluar dari rumah makan tempat mereka melakukan perjanjian bisnis, tangan Maysa menggamit lengan Zain, dan terlihat lelaki itu tidak menolak.Sampai di parkiran Zain gegas membukakan pintu untuk May yang membuat wanita itu semakin membungah.Tanpa mereka sadari ada senyum smirk melihat perilaku mereka.
"Jika kau menggunakan cara licik untuk mendapatkannya, aku pun akan menggunakan cara yang sama untuk membuatmu berpisah darinya!"
Mobil Zain meluncur meninggalkan rumah makan menuju keramaian kota menuju sebuah hotel bintang lima yang cukup terkenal di kota itu.
"Kau datang sendiri May, atau ada..?"
__ADS_1
"Aku bersama asistenku, aku langsung menemuimu begitu sampai di kita ini, dan Leni aku tugaskan mencari hotel untuk kami menginap beberapa hari disini"terang Maysa yang diangguki kepala oleh Zain.
"Kak nanti temani aku jalan-jalan di kota ini ya, setelah urusan pekerjaan selesai" Maysa mengalihkan pandangannya ke arah samping dan kebetulan Zain pun bersikap sama.Mata mereka bersirobok dan Zain cepat mengalihkan pandangannya.
"Mengenang masa lalu"Maysa tersenyum simpul mendengar ucapan Zain.
Tak lama mobil yang dikendarai Zain memasuki halaman hotel bintang lima di mana Maysa menginap.Nampak seorang wanita menghampiri mereka ketika tiba di loby hotel, wanita yang merupakan asisten Maysa.
"Bu ini kunci kamar ibu, kamar saya ada di sebelah kamar ibu"wanita bernama Leni itu berucap lirih.Ia meninggalkan bosnya setelah menyerahkan kunci kamar.
"May aku pamit ya!"Zain menepuk lembut lengan Maysa yang masih menggamit lengannya.
"Antarkan aku sampai kamar kak, setelah itu kakak aku izinkan pulang"Maysa terkekeh pelan, Zain mengiyakan dan kembali Maysa menggamit lengan lelaki itu, kali ini terlihat lebih manja.
Beberapa detik berlalu Zain dan Maysa sudah sampai di depan kamar 407, kamar di mana Maysa menginap.
"Aku pamit May, kamu hati-hati ya"Zain berniat berbalik meninggalkan Maysa, tapi tubuhnya mendadak mematung ketika sebuah kecupan singkat di bibirnya mendarat tanpa ia duga.
"Cup"
Zain menatap wanita cantik yang tersenyum di hadapannya.Jantung lelaki tampan itu bagai gemuruh yang membuat sikapnya jadi serba salah.
"Aa akku pamit"suara lelaki itu terdengar gugup dan bergetar, Maysa hanya mengangguk dan jangan lupa senyum tak lepas dari bibir tipisnya.
Haaaiiii pembaca setiaπππ
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...πππ
BERSAMBUNG
__ADS_1