Dia Ibuku

Dia Ibuku
Pertemuan


__ADS_3

Boby tersenyum simpul dan menundukan kepala, ia menatap sang asisten dengan teduh.Walau ia tak sering bertemu Emil, ia tahu jika Emil tangan kanan bos besar, karna begitu cerita Sukma.


"Maaf pak, saya dari ruang Bu Sukma mengantar berkas"aku Boby dengan suara tenang.


"Oohh..."Emil mengangguk dan gegas melangkah menuju pintu keluar kantor, tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu...


"Eehh..Bob..wah kemana orang tadi?, ia mengantar berkas ke ruang Sukma?apa ia bertemu Sukma?"guman Emil membatin.


"Tapi rasanya tak mungkin ada, aku sudah mencarinya tadi.Mana Bos bisanya hanya marah!aneh memang aku suami wanita itu hingga aku harus tahu dimana ia berada"gerutu Emil yang tanpa sadar sudah berada di ruangannya.


Di ruang kerjanya David kembali dibuat pusing oleh permintaan Renata, wanita itu kembali menghubungi David dan meminta agar sang suami mentrasfer sejumlah uang.Karena Renata saat ini sedang shoping bersama kawan-kawannya. Wanita cantik yang sedang hamil muda itu ingin menunjukan siapa lelaki yang menikahinya pada kawan-kawannya.


"Kak aku tunggu segera ya, anakmu sedang menginginkan sesuatu nih, kamu tak mau dia ileran kan jika keinginannya tak terpenuhi"ancam Renata yang membuat David akhirnya mengiyakan kemauan Renata.


"Baiklah..tapi ingat jaga kandunganmu, jangan terlalu lelah!"titah David yang membuat Renata tersenyum smirk.


"Iya sayang ...aku hanya bersantai dengan teman-temanku saja, jangan khawatir"elak Renata dengan suara manjanya.


David segera memutus panggilan telpon dari Renata, beberapa menit kemudian ia melakukan transfer pada rekening istri sirihnya.Dan setelahnya lelaki gagah itu menghela nafasnya kasar.


"Mereka tak boleh tahu keadaan perusahaan"guman David lirih.


Lelaki gagah itu sudah beberapa minggu ini tahu, jika perusahaan cabang selatan kembali bermasalah.Sepertinya kembali ada orang-orang yang menghianati dirinya.Jika kemarin ia dan Sukma turun tangan langsung mengatasi kendala di perusahaan selatan, kali ini ia akan mengutus Zain untuk menyelesaikan masalah yang terjadi disana.


Mengingat semua itu, tiba-tiba rasa rindunya pada Sukma menyeruak, sudah beberapa bulan ia tak bertemu wanita cantik itu.


"Aku merindukanmu, apakah kau juga merindukan diri ini sayang? batin David gamang.


Lelaki gagah itu menjadi malas mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk, ia ingin bertemu Sukma dulu untuk memberinya mood booster.


David menghubungi Emil untuk memanggil Zain ke ruangannya, Lelaki itu berharap masalah di perusahaan segera dapat di atasi.


"Mil tolong panggil pak Zain ke sini!"

__ADS_1


"Baik pak!"


Setelah memberikan perintah, David mencoba membuka berkas yang menumpuk di meja kerjanya.Kesibukan dalam rumah tangganya, menyita banyak waktu dan konsentrasinya sebagai atasan di perusahaannya.


Tanpa membaca berkas itu, David menanda tangani lembaranan kertas yang memerlukan tanda tangannya.Ia yakin Emil sudah memeriksa semua berkas sebelum masuk ke ruangannya.


Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan David, lelaki itu menatap wajah asistennya yang terlihat letih.


"Maaf pak, pak Zain tidak ada di ruangannya.Saya bahkan sudah bertanya pada rekan-rekannya, tapi mereka bilang hanya melihat pak Zain pagi tadi ketika datang".Emil menjelaskan dengan perasaan takut.Takut David mengomelinya seperti tadi ketika ia tak menemukan Sukma.


"Pada kemana mereka, begitu diperlukan pada menghilang tak jelas"omel David dengan suara nyaring.


Emil hanya diam mendengar omelan bosnya, karena memang ia tak tahu dimana orang-orang yang dicarinya.


"Ya sudah keluarlah, jika kau bertemu Zain nanti, bilang aku mencarinya!"


"Maaf pak, kenapa bapak tak menghubungi pak Zain melalui ponsel saja"saran Emil yang membuat David tersentak.


"Iya ya..kenapa otakku jadi linglung begini"guman David lirih.


"Baru nyadar kalau linglung"guman Emil hanya dalam hati.


David segera melakukan panggilan pada Zain setelah Emil permisi kembali ke ruangannya.


Bunyi deringan di ponsel lelaki gagah itu masih terus terdengar, namun panggilan tak diterima.David menatap kesal ponselnya.Rasanya amarahnya sudah berada dipuncak ubun-ubunya.Lelaki itu memaki kesal hingga ia berhenti ketika pintu ruangannya diketuk.


"Tok..tok..tok!"


"Masuk!"


David terpana menatap penampakan bidadari yang sangat ia rindukan.Wanita yang semakin terlihat cantik itu menundukan kepala sembari melangkah masuk.Senyum terus mengembang dari bibir David.Jantungnya berdebar kencang hingga ia merasa sedang berpijak di surga.Sangat bahagia itu yang ia rasa saat ini.


"Sayang kamu kemana saja, mas mencarimu..mas sangat rindu"lirih David.

__ADS_1


"Maaf pak, saya tidak kemana-mana.Ini berkas hasil uji produk bulan lalu yang belum diluncurkan, silahkan bapak periksa sebelum ditanda tangani"Sukma menatap sekilas pada bosnya.Wanita cantik itu seperti masih menyimpan rasa pada lelaki di hadapanya, namun ada perasaan yang seperti menahannya.


"Sayangku..mas rindu, jangan bicara hal itu dulu"David tiba-tiba beranjak dari duduknya dan sudah berada dihadapan Sukma.Tangan kelar lelaki itu sudah mendekap tubuh yang ia rindukan.


"Mas kangen sekali sayang"bisik David lembut di telinga Sukma.Bibir lelaki itu sudah nyosor disemua bagian wajah wanita cantik itu.


Sukma tak mampu menolak ia pun rindu, walau ada rasa takut.Wanita cantik itu akhirnya ikut terbawa perasaan dalam pelukan bosnya.


Tanpa mereka sadari ada sorot mata yang dipenuhi amarah, sosok dengan mata tajam itu mendekat ke raga David.Dan tanpa pemilik tubuh sadari ia telah menyatu dalam jiwanya.


"Hanya aku yang berhak atas dirinya!"


suara yang tak terdengar oleh mereka berdua itu mengelegar di ruangan kerja David.


Beberapa menit kemudian David sudah melenakan Sukma dalam kungkungannya, rasa rindu yang sama besarnya menguasai perasaan mereka.Hingga tak mereka sadari ada sosok ketiga diantara penyatuan mereka.


Satu jam berlalu namun kegiatan mereka sepertinya masih akan terus berlanjut, Sukma yang tak sadar jika ia sedang bercinta dengan jiwa sosok yang mengklaimnya sebagai istrinya, terus dibuat mendesah nikmat oleh raga David.


Dan jangan tanya bagaimana David, lelaki mata keranjang yang mengobral kata cinta itu terus melahap nikmat apa yang sangat ia rindukan.Ia lupa pada dua wanita yang ia sudah nikahi, bahkan ia lupa jika ia akan menjadi calon ayah.


"Dek mas rindu sekali..kau rindu pada mas kan sayangku?"


Sukma mengangguk lemah dalam kungkungan David, mereka berdua terus mengurai rindu dengan cara yang salah.Atas nama cinta mereka melebur dengan sosok yang sejatinya menuntun setiap manusia untuk memiliki prilaku sepertinya.Jiwa yang suka akan perbuatan dosa.


Hallo pembaca setia, maaf ya beberapa hari saya tidak update.Karena tugas kantor perlu dinomor satukan...tapi Alhamdulillah sudah nyaris selesai.Dan semoga aku bisa update setiap hari lagiπŸ™πŸ™πŸ™


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.

__ADS_1


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘


BERSAMBUNG


__ADS_2