Dia Ibuku

Dia Ibuku
Perasaan Danis


__ADS_3

Sungguh hati Zain merasa sakit ketika tangan kecil itu melepaskan pelukan erat pada lehernya.Ia seperti tak rela.tapi melihat sikap Sukma yang jutek padanya lelaki itu hanya menurut saja.


"Yayah Ayum beli es kim ya?"Zain mengangguk, tangannya masih membelai lembut pipi Arum.Lelaki itu merasakan lidahnya tercekat, dadanya sesak akan perasaan bersalah pada bocah kecil yang tak ia sadari telah mengisi hati dan pikirannya.


Lidah Zain keluh untuk memulai berbicara dengan wanita renta di hadapannya, setelah Sukma sudah meninggalkan mereka berdua entah kemana dengan membawa Arum


Sepertinya wanita cantik itu tidak peduli dengan keputusan Zain tentang pernikahan mereka, hatinya sepertinya sudah terbiasa menerima penolakan.Dulu bersama Afit, yang statusnya jelas dimata hukum saja bisa begitu saja mengabaikan dirinya, apalagi hanya dengan pernikahan sirih.


Jika emak tahu kenapa ia mengulur waktu begitu lama atas keinginan Zain untuk menikahinya secara sah di mata hukum, ya karena hatinya belum yakin tentang pernikahan yang akan mereka jalani, bukan hanya tentang perasaannya yang sulit jatuh cinta pada Zain, tapi Ia merasa sang suami juga belum terbuka tentang kehidupannya secara keseluruhan atau memang sengaja berahasia dengannya. Pernikahan mereka terjadi memang karena skenario Zain dan emaknya.


Zain sosok yang masih abu-abu baginya, hingga Sukma masih berpikir untuk mepublikasikan pernikahannya pada orang banyak, karena jika mereka berpisah cukup orang terdekat yang tahu..dua kali menjadi janda pastinya orang berpikir dialah yang bermasalah. Namun kenyataannya ia lah yang selalu diberi masalah.


"Apa yang mau kau bicarakan nak? namanya orang berumah tangga itu biasa ada masalah, selesaikan dengan hati tenang dan pikiran jernih, jangan menuruti hati, karna penyesalan itu datangnya belakangan"suara mak Nah sangat lirih dan lembut khas suara ibu yang menasehati anaknya.


Hati Zain bergetar mendengar hal itu, sudah sangat lama ia tak mendengar nasehat dengan tutur lembut yang menenangkan hatinya, rasanya ia ingin bersimpuh di kaki wanita tua yang terlihat begitu menyayanginya.


"Mmm mmaafkan saya mak"lirih Zain terbata, tanpa berani menatap wajah teduh wanita renta di hadapannya.


"Kenapa minta maaf?"mak Nah terkekeh.Pikiran wanita itu sangat bersih, ia tak pernah berpikir negatif pada sang mantu.Karena filingnya mengatakan pemuda di hadapannya adalah anak baik.


"Maaf mak, aku sudah menyakiti kalian, terutama dek Sukma!"Zain mulai berani mengalunkan pikirannya, walau dengan suara yang lirih.


"Tak apa nak, biasa namanya orang berumah tangga"elak mak Nah, entah kenapa firasatnya tak enak, mendengar permintaan maaf mantunya beberapa kali.


"Tapi mak kesalahanku sepertinya tak akan dimaafkan oleh dek Sukma"


"DEG!"


"Kesalahan seperti apa yang tidak akan dimaafkan oleh putrinya, ia hafal sifat putrinya yang pemaaf.Contohnya dengan suami terdahulu, seperti apa sikap Afit pada putrinya, Sukma selalu memaafkan mantan suaminya itu.Tapi ketika malam itu putrinya bicara tentang


perselingkuhan..?"

__ADS_1


Emak Nah reflek menatap tajam ke arah Zain, semoga apa yang ada dalam pikirannya tidak lagi terjadi pada putri cantiknya.


"Apa kesalahanmu pada Sukma nak?"Zain tersentak mendengar pertanyaan wanita tua di hadapannya.Tubuh lelaki itu bergetar, ia masih tak mampu menatap wajah mertuanya yang biasanya selalu teduh dan selalu ia sukai, karena ia merindukan sosok ibu macam mak Nah.


"Maafkan aku mak, malam ini aku kembalikan Sukma pada emak!"Zain berdiri dan segera bersimpuh di kaki wanita renta yang saat ini mematung karena terkejut atas ucapan mantunya.


Mak Nah masih diam mematung di tempat duduknya, wanita renta itu bahkan tak sadar jika lawan bicaranya sudah meninggalkan rumah.Ucapan Zain barusan sungguh menghancurkan perasaannya.Lelaki yang ia pikir baik itu sudah mengingkari janjinya.Janji untuk menjaga dan menyayangi Sukma dan cucunya.Amanah yang ia berikan saat lelaki itu meminta putrinya untuk dijadikan istri.


"Maaak..maaak...bangun mak, bangun MAAAAKKKK!!!"suara teriakan wanita cantik itu terdengar nyaring.Beberapa tetangga yang mendengar teriakan itu mulai berdatangan.Hati Sukma betul-betul merasa sakit atas apa yang terjadi.


Sehari setelah mak Nah ditemukan meninggal dikursi tamu dalam keadaan duduk dan hanya sendirian, Sukma wanita cantik yang bersimbah airmata itu saat ini hanya duduk terpaku menyaksikan peti mati emaknya yang ramai didoakan oleh pelayat.


Tangannya memeluk erat bocah cantik yang lelap teridur karena kelelahan. Beberapa pelayat yang datang menatap iba pada wanita cantik yang hanya diam sembari terisak itu.Beberapa ucapan bela sungkawa hanya mampu ia angguki dengan lemah.


Ada sosok yang menatapnya dengan perasaan menyesal, ia tak memyangka ucapannya akan menjadi kalimat terakhir yang didengar ibu mertuanya.Lelaki tampan itu baru datang setelah mendapat bogem mentah dari Joko yang memakinya di ruang kerjanya.


Setelah mendoakan jenasah, Zain menuju ke arah Sukma berada, ia menatap sedih wanita cantik yang masih berstatus istrinya.Sekalipun ia sudah menyerahkan Sukma pada ibu mertuanya, tapi ia belum menjatuhkan talak pada sang istri.


"Kau sudah membunuh emakku!, lihat saja balasan apa yang akan kau dapat!" suara lirih namun sarat kebencian itu menohok perasaan Zain.Lelaki itu menitikkan airmata penyesalan, sungguh ia tak bermaksud membuat wanita renta yang ia sayangi berakhir dalam peti jenasah.


"Pergi!!!aku tak sudi melihat wajahmu!!!"


Zain beranjak menjauh dari tubuh sang istri, rasa sesalnya atas luka yang ia berikan pada wanita yang hatinya sulit ia jangkau sebelumnya itu, membuat jurang kebencian semakin dalam antara dirinya dan Sukma.


Zain masih duduk di kursi yang disiapkan di halaman rumah untuk para pelayat, ia menjauhi Sukma karena tak mau terjadi keributan diacara duka ini.Beberapa saat kemudian ia merasakan ponselnya berdering.


"Ada apa yang?"


"-....!"


"Iya aku segera pulang!"

__ADS_1


Tanpa berpamitan pada tuan rumah, Zain meninggalkan rumah mertuanya.Di tempat yang sama seorang lelaki muda menatapnya penuh kebencian.


"Pencundang!!!"geramnya dengan gigi gemerutuk.


Di tempat berbeda sepasang suami istri terlihat mesra, tangan sang wanita memeluk erat lengan kekar lelaki yang baru seminggu menjadi suaminya.


"Kau senang akhirnya kita jadi berbulan madu?"wanita cantik dengan tubuh sexy itu mengangguk manja sembari tersenyum.


Sungguh Renata sangat bahagia, karena ia dapat mengelabuhi sang suami dengan ucapannya perihal persetujuan dan saran kakak sepupunya untuk berbulan madu.


Karena memang Danis tak pernah menyarankan untuk berbulan madu, itu hanya akal-akalan Renata agar bisa menguasai David dari istri pesakitannya.


Danis sendiri tak mampu menolak ucapan sang suami tentang acara bulan madu dengan adik sepupunya, karena ia pikir itu ide suaminya.Ia tak enak hati jika menyatakan keberatan karena pernikahan mereka terjadi atas paksaannya.


Pesawat yang membawa mereka ke benua biru itu landing dengan sempurna di bandara Charles de Gaulle, perjalan kurang lebih 18 jam itu tak membuat mereka lelah, mereka langsung bercinta begitu tiba di kamar hotel.


David betul-betul menikmati kebersamaannya dengan istri mudanya, tubuh sexy dan wajah cantik Renata membuat lelaki itu lupa diri, ia selalu ingin dan ingin bila dekat degan tubuh istri mudanya itu.Bisa jadi karena lama menahan hasrat kelelakiannya karena penyakit Danis, sekalipun ia melakukan beberapa kali dengan Danis tapi pastinya berbeda jauh saat melakukannya dengan Renata yang memiliki fisik sehat dan mengiurkan.


Di rumah mewah David di tanah air, Danis merasa kesepian.Wanita ringkih itu terlihat terisak karena semenjak suaminya menikahi Renata, waktu suaminya betul-betul tersita hanya untuk istri mudanya, setiap malam ia selalu memergoki suaminya tak berada disisinya, sekalipun itu jadwal tidur sang suami dengannya.


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.


Ayooo..aku masih menanti komenmu loh😍 terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2