
David merasa kesepian selama wanitanya cuti, sekalipun ada Renata yang selalu setia melayani dirinya.Tetap saja batinnya membutuhkan wanita yang mulai merasuki hatinya.
Ia merasa bersalah pada wanita cantik itu, ia paham jika Sukma merajuk karena sikapnya yang meragu dan banyak berpikir.Tentu saja jika itu menyangkut calon anak, dan sayangnya Sukma tak tahu tentang hal itu.
Di rumah mertuanya Sukma disambut dengan keramahan.Wanita cantik itu bahagia melihat sang putri yang terlihat sehat dengan pipi yang semakin chabi.
Perlakuan orangtua Afit pada putrinya, membuat wanita cantik itu lega.Tak terasa waktu bergulir hingga esok ia harus kembali pulang, meninggalkan putri cantiknya
"Nak kau mau makan apa hari ini?biar ibu masakkan".
Sukma menggelengkan kepala, dan beranjak memeluk wanita yang merupakan nenek dari putrinya.
"Mama temani cucu cantik itu saja, biar Sukma yang masak"dagu Sukma menunjuk sang putri yang asik bermain masak-masakan.
Wanita paruh baya itu terkekeh, melihat kelucuan Arum yang seolah-olah ahli memasak, karena si cantik itu mengoceh sembari memasak dengan peralatan mainannya..
"Dia semakin lucu saja"gemas sang nenek seraya mendekati Arum dan menciumi pipi chabinya.
"Nak kau jadi pulang besok?"
"Ia bu, cutiku sampai besok.Tak terasa seminggu aku di sini"guman Sukma lirih.
Di tempat berbeda seorang wanita cantik dengan manjanya bergelayut di lengan sang suami, wanita cantik itu tak henti menebar tersenyum, hingga beberapa perawat yang melintasi mereka ikut tersenyum membalas senyum bumil yang cantik itu.David yang pagi ini menemani sang istri cek kandungan hanya memasang wajah datar.
Setelah melewati fase antrian, David mengandeng tangan istrinya masuk ke ruang pemeriksaan.
"Wah bumil makin cantik saja, papa siaga nih ya!istrinya selalu bahagia dan berdampak baik bagi kesehatan calon bayinya"senyum merekah dari bibir dokter paruh baya yang terlihat sangat bersahaja.
David tersenyum mendengar pujian sang dokter, tapi lebih tepatnya ketika mendengar bayinya sehat karena pengaruh sang istri yang terlihat bahagia.
"Ayo mam, kita tengok bayinya ya"
"Bayinya sehat mam, lihat perkembangannya luar biasa bagus, tolong tetus dijaga emosinya ya mam, dan tentu saja papanya nih yang pefang peranan, buat mamanya selalu hapy ya"
"Iya dok"David tersenyum dan jantungnya berdetak kencang, melihat penampakan bayinya di layar monitor USg.Tanpa sadar tangannya mengelus lembut tangan Renata yang mengenggam tangannya.
__ADS_1
"Saya senang melihat sikap suami yang lembut pada istrinya, apa lagi janin di dalam kandungan istri bapak.Dia bisa merasakan kasih sayang anda lewat sentuhan, bahkan suara lembut papanya pada mamanya"
"Bisa begitu dok?"
"Tentu pak, bayi dalam kandungan itu lebih peka dengan suasana hati mamanya dan tentu saja perhatian papanya"
Renata tersenyum bahagia, ia menatap lembut mata suaminya yang tersenyum padanya, saat membantunya turun dari ranjang pemeriksaan pasien.
Beberapa menit kemudian, di dalam mobil.Renata merengek manja pada sang suami.
"Kak babynya pengen makan rujak yang pakai rombong"
David terteguh mendengar permintaan istrinya, namun detik berikutnya lelaki itu tersenyum samar.Ia mengangguk dan menyusuri jalan yang biasanya banyak penjual rujak.
Renata menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, tangannya mengelus-elus lembut paha David.Sedang tangan david sesekali mengelus perut istrinya.
Tak lama mereka menemukan penjual rujak yang dicari, David membeli sepuluh bungkus rujak sekalian, khawatir jika istrinya menginginkannya kembali.
"Kakak temani di rumah ya, babynya pengen dekat sama papanya"suara manja Renata tak mampu David tolak.Ia takut emosi Renata kembali tak setabil jika ia menolak keinginan istrinya itu.
Wanita cantik itu langsung mengunci rapat pintu rumahnya dan gegas masuk jamar, ia ingin beristirahat sejenak karena tubuhnya terasa lelah.
Belum lama wanita cantik itu berbaring, sudah terdengar dengkuran halus yang menandakan ia sudah tertidur.Di bawah alam sadarnya Sukma merasakan pelukan hangat yang ia kenali.Deru nafas yang memburu dari sosok yang menghangatkan tubuhnya selama berada di rumah mantan mertuanya, terasa erat mendekap tubuhnya.
"Istriku sayang.."suara lembut yang Sukma mampu dengar di dalam tidurnya.
Sukma terjaga dan melihat suasana kamar yang berbeda, semua barang yang ada di kamar itu terlihat mewah.dan ia ingat ini kamar yang sama yang pernah ia tempati bersama sosok tampan berwajah blasteran.
"Kau sudah bangun sayangku?"Sukma tersentak melihat sosok tampan yang tiba-tiba ada di dalam kamarnya, namun detik berikutnya ia mengangguk.Ia seakan ingat jika sosok lelaki tampan di hadapannya adalah suaminya, atau lebih tepatnya lelaki yang mengklaim dirinya sebagai istrinya.
Sosok itu mendekat dan duduk di sampingnya, tangannya merengkuh kepala Sukma, dan menyandarkannya di bahunya.
"Percayalah hanya padaku, lelaki yang bisa memberikan apapun yang kamu mau, tetmasuk hidupku, aku siap mengabdi padamu sayangku!"
"DDDUUUUUUUAAARRRRR!!!"
__ADS_1
Sukma memekik dan tangannya reflek memeluk tubuh lelaki yang berada di sampingnya,suara gemutuh bagai guntur itu membuatnya terkejut setengah mati.
Jantung Barca berdetak kencang mendengar suara dasyat itu, ia tahu itu bukan suara guntur..tapi suara amarah dari alam atas ucapannya.
Sebagai seorang pemimpin di wilayahnya, dan seorang yang jadi panutan serta berilmu tinggi, ia dilarang merwndahkan diri pada siapa pun.Sekalipun itu wanita yang ia cintai, karena dalam kehidupan wanita bisa di dapat dengan mudah tanpa harus merendahkan diri.
"Tenanglah sayangku, ada aku disini"Barca mengecup lembut dan lama kening Sukma, membuat wanita cantik itu merasa tenang kembali.
"Kau masih ingat siapa aku?"Sukma mengangguk perlahan.
"Suamiku?"
"Iya sayangku, aku suamimu..aku akan selalu ada untukmu"
Sukma terdiam ketika lelaki yang menyatakan dirinya sebagai suami itu, memagut lembut bibirnya.
Jika Sukma menikmati peraduan cinta di bawah alam sadarnya, berbeda dengan bumil yang saat ini merasakan peraduan cinta di atas kesadaran dengan perasaan sangat bahagia.
David, sang suami memanjakannya dengan sangat lembut disetiap bagian tubuhnya.Lelaki itu seakan mematuhi semua intruksi dokter yang memintanya untuk membahagiakan bumil demi kebaikan bayinya.Dani ia tak bisa menolak ketika sang istri menginginkan dirinya.
David betul-betul seperti didoktrin untuk selalu membuat Renata bahagia.Saat suara merdu sang istri mengalun di ruang tidur mereka, David mengelus rasa sesak di dada,dirinya seakan terpaksa melakukan ini demi sang calon anak.Hatinya ambyar saat sang istri mencapai puncak nirwana.
Entah sejak kapan ia tak bisa menikmati kebersamaannya dengan sang istri, bisa jadi sejak ia tahu sikap Renata pada Danis, atau sejak hatinya dekat kembali dengan wanita pujaannya, yang ia tak sadari jika jerat rasa pada wanita cantik bernama Sukma itu, telah mengikat hatinya kuat.
Haaaiiii pembaca setia😊😊😊
Author akan menentukan siapa yang berhak dapat 50K pulsa.Pastinya sesuai ketentuan awal ya.VOTE terbanyak dan bonus hadiah jadi perhitungan setelahnya.
Author akan umumkan tanggal 1 Pebuari 2023.
Salam sehat dan bahagia selalu dariku😘
Jangan lupa ini hari senin, berbagi VOTE nya👍👍👍
BERSAMBUNG😊
__ADS_1