
Mobil David melaju di jalan raya yang sunyi, di jam begini biasanya banyak orang yang menunda perjalanan, karena menjelang magrib.Biasanya golongan yang tak kasat mata mulai beraktivitas. Katanya sih begitu...kkwwwkkww
Selama perjalanan David dan Sukma tak ada pembicaraan, Sukma yang masih kesal karena terlalu lama menunggu, hingga membuatnya ketakutan.David mengisi kesunyian itu dengan menghidupkan tape tembang lawas, lagu kenangan yang membuat Sukma terbuai.
Beberapa puluh menit kemudian, mobil David memasuki halaman rumah yang cukup luas.Rumah kecil dari kayu, warisan mak Nah untuk putri semata wayangnya.
David menatap intens wajah cantik Sukma yang terlelap, tembang kenangan yang ia dengar sepanjang perjalanan menjadi penghantar tidur yang sempurna.
"Sayang kita sudah sampai"lirih suara David di telinga sang wanita.
Sukma mengerjap ketika alam bawah sadarnya menariknya untuk terjaga. Ditatapnya wajah tampan lelaki yang saat ini ia rasakan hembusan nafas hangatnya.
"Mas.."suara parau Sukma terdengar mengoda naluri kelakian David.
Tanpa aba-aba bibir David sudah ******* lembut bibir yang menyuarakan panggilan mengoda pada dirinya.Sukma hanya bisa pasrah melayani ciuman yang semakin panas itu.Hingga David berhenti karena pinggangnya terasa perih.
"Koq dicubit yang?"
"Kau membuatku hampir tak bernafas!"
kesal Sukma seraya membuka pintu mobil, dan gegas menuju pintu rumahnya.
"Maaf..suara adek mengoda sekali"
Sukma mengeryitkan keningnya, mendengar alasan David menciumnya begitu panas.Ia kira bakal mendengar kata cinta, namun ternyata karena tergoda...?
Sukma gegas masuk dan David mengekorinya, wanita cantik itu segera mengunci rapat pintu rumahnya dan setelahnya langsung menuju kamar tidurnya.
"Dek kita mandi di mana?"tanya David yang tak melihat ada kamar mandi di dalam kamar Sukma.
"Kamar mandi di dekat dapur, maaf tak seperti hotel yang kamar mandinya di dalam kamar"lirih Sukma.
"Nggak apa dek,mas mau pipis saja, jadi nanya kamar mandi"perasaan David tak enak pada wanitanya.
"Nggak mandi sekalian mas?"
"Sama-sama ya?"
Sukma mengelengkan kepalanya, mendengar ajakan David yang merengek manja.
David segera meluruhkan pakaian yang dikenakan Sukma, tanpa meninggalkan sehelai benang pun di tubuh mulus nan sexy itu.
__ADS_1
Setelahnya lelaki itu pun menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuhnya, Dengan lembut David mengangkat tubuh Sukma dalam gendongannya ala bridal style.Sukma reflek mengalungkan kedua tangannya pada leher lelakinya.
Mereka saling mengecup lembut hingga sampai di dalam kamar mandi, udara yang dingin membuat mereka tidak hanya sekedar mandi, hingga satu jam di kamar mandi mereka melanjutkannya di dalam kamar tidur hingga tengah malam.
"Raga lelaki ini perantara bagiku mengauli istriku, aku lebih merasa tertantang disaat istri cantikku merespon setiap sentuhanku"guman sosok yang sejak awal berada di antara David dan Sukma semenjak dari kantor, suara berat itu terdengar tegas.
"Sayang mas lapar"rengekan manja David membuat mata Sukma yang nyaris hanyut dalam mimpi kembali terbuka.Ia mengigit gemas lengan David, karena membuatnya terpaksa harus ke dapur.
"Aahhh sayang koq digigit?"suara manja itu membuat Sukma tersenyum samar.
"Gemes saja sama bayi gede!"Sukma beranjak menuju dapur hanya dengan menggunakan kemeja David.
David terkekeh mendengar ucapan wanitanya, hanya dengan menggunakan boxer lelaki itu mengekori Sukma ke dapur, duduk diam di kursi meja makan, mengamati pergerakan wanitanya, yang membuatkannya nasi goreng dengan telur ceplok.
"Sayang sedap sekali aromanya, membuat perut mas makin berdendang kelaparan"
David menyantap sepiring nasi goreng yang disuguhkan di hadapannya, tak perlu waktu lama nasi goreng itu tandas tanpa sisa.
"Masih ada dek, mas masih mau?"
Sukma terkekeh mendengar ucapan lelakinya, dengan sigap wanita cantik itu kembali menautkan nasi goreng yang memang ia masak lebih, ke dalam piring David.
Setelah acara makan selesai mereka kembali masuk ke dalam kamar, merajut malam dengan saling memberi kehangatan.
"Aku tak akan tinggal diam kak!"
Pagi tak terasa mulai menyapa, semburat jingga di ufuk timur mulai merona.Dua manusia yang berbeda jenis di satu ranjang itu, masih terlihat terlelap saling memeluk.Rupanya kegiatan semalam sangat melelahkan.
Setengah jam kemudian David terjaga, ia tersenyum melihat wajah cantik wanita pujaannya.Tangannya reflek mengeratkan tubuh polos mereka.Sebuah kecupan lembut di kening ia sematkan cukup lama, hingga mata lentik dan cantik itu mengerjap menatapnya.l
"Pagi sayangku, sepertinya kegiatan semalam efektif untuk membuat tidur kita nyenyak"guman David dengan kerlingan mengoda.
Sukma tersenyum lembut sembari mengangguk.Ia setuju dengan ucapan lelakinya.
"Kita akan melakukannya setiap menjelang tidur malam ya?"
"Apa mas akan bermalam di rumah ini seterusnya?"wajah Sukma terlihat berbinar, terus terang ia mengharapkan bisa hidup berdua dengan pujaan hatinya seperti ini.
"Mungkin tidak setiap malam sayang, orang rumah bisa bertanya jika tiba-tiba mas tak pulang-pulang"
"DEG!"hati Sukma mendadak nyeri.
__ADS_1
"Orang rumah?bukannya istrinya sudah meninggal, siapa yang dimaksud mas dengan orang rumah?"batin Sukma penuh tanya.
Sukma mengangguk pelan, ia berusaha menyembunyikan perasaannya, dengan wajah tersenyum lebar.
"Ok tidak apa, jangan juga tiap hari ya, nanti di datangi warga"kelakar Sukma seraya beranjak dari tidurnya menuju dapur.
"Sayang mas langsung pulang ya, hari ini ada pertemuan dan mas perlu pakaian ganti"
Sukma mengangguk dengan hati tercubit perih, ia pikir ia akan melewati pagi bersama hingga berdua menuju kantor, tapi ternyata.....
"Mas pergi dulu ya yang"David mengecup singkat kening Sukma dan berlalu setelah ia mengenakan kembali pakaiannya, tanpa mandi terlebih dahulu.
Seperginya David, Sukma termangu akan hidupnya.Benarkah apa yang ia jalani ini.Apa yang ia lakukan ini sudah menuruti kata hatinya.Tapi hidup tak harus selalu menuruti kata hati bukan?, tetap harus mengunakan logika.Karena sejatinya bertindak dengan akal itu lebih menuntun kita kearah kebenaran.
David tiba di rumahnya, ia melihat para ART yang terlihat bingung di depan pintu kamar milik Danis.David mendengar suara tangis dari wanita yang sedang mengandung anaknya.
"Ada apa?"
"Sejak semalam ibu tak berhenti menangis, dan.."
David gegas menuju kamar istrinya, matanya terbelalak menatap isi kamar yang berantakan.Dilihatnya Renata duduk memeluk lutut di lantai di pinggir ranjang.
"Ada apa, kenapa barang Danis berantakan begini!"suara David terdengar meninggi.Bukan mendiamkan istrinya yang sedang bersedih, lelaki itu justru mengkhawatirkan barang-barang istrinya yang sudah tiada.
Renata tak menyahuti tanya sang suami, yang sibuk membenahi barang-barang mendiang istri tercintanya, dibantu oleh salah satu Art.
"Taak..taaaak!"David dan Art sama melongo melihat pil-pil yang berhambur dari botol yang terjatuh dari tangan David.
"Obat apa ini bik, sepertinya bukan obat dari dokter buat istriku?"guman David mengamati pil-pil berwarna putih.
"Maaf tuan, ini pil penunda kehamilan" ucap bibik masih mengamati botol pil tersebut di tangannya.
"DUUUUUAAARRR!!!"
"Pil penunda kehamilan?"tangan David mengambil alih botol dari tangan Art nya.
Haaaiiii pembaca setia๐๐๐
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
__ADS_1
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...๐๐๐
BERSAMBUNG๐