
Hari terus berganti....
Hubungan antara Sukma dan Zain sudah seperti seorang sahabat, walau Zain masih menaruh harap pada mantan istri cantiknya.
Zain pun mengetahui jika mantan istrinya itu sekarang pemilik Perusahaan ATGrup, yang saat ini berganti nama PT.Dua Putra.Tentu saja itu nama yang diambil dari kedua putra kembarnya.Karena Barca memang ingin istri manusianya memiliki kehidupan seperti ratunya di wilayahnya. Namun Sukma tidak bisa disamakan dengan Malini, kepribadian mereka berbeda, untuk tampilan Sukma tetap menyukai hal yang simple namun ellegan, bukan tampilan glamour seperti Malini, wanita itu menunjukan kelasnya bukan semata dengan penampilan saja.
Terkadang Zain membantu pekerjaan kantor Sukma, jika wanita cantik itu mengalami masalah.
Seperti sore ini Sukma berada di kafe milik Zain, membahas tentang investor yang mengajak perusahaan Sukma untuk kerjasama.
"Dek apa dia tahu kau ada disana?"tanya Zain yang penasaran dari awal begitu tahu Sukma menjadi pemilik PT DuaPutra.
Sukma menatap Zain sekilas, tak lama ia menggeleng.Hatinya kembali nyeri atas apa yang pernah David lakukan.
"Maaf jika aku membuatmu...".
"Tak apa mas, aku toh harus menghadapinya suatu hari nanti.Tapi untuk sekarang aku belum sanggup, hatiku masih meradang jika ingat kelakuannya".
Zain tercenung mendengar ucapan Sukma yang menyela ucapannya, ia memang tak tahu masalah apa yang terjadi antara sepupu jauhnya itu dengan mantan istrinya, hingga Sukma seperti sakit hati sekali pada sepupunya itu.
"Maaf mas..".Sukma menatap sendu wajah Zain yang masih terlihat penasaran.
"Apa mas pernah dengar dia memiliki istri muda?"akhirnya Sukma menjawab rasa penasaran Zain.
"Istri muda?"Zain termenung sesaat, kemudian lelaki tampan itu menggeleng.
"Aku tak tahu"Sukma menghela nafasnya kasar.David begitu menutupi perihal istri mudanya itu.Aneh sekali jika sepupunya seperti Zain tidak memgetahuinya.Apa Zain tak diundang saat pernikahan mereka?.Tapi mengapa ada beberapa karyawan yang tahu perihal istri muda David?.
"Dia memiliki istri muda saat istri pertamanya masih hidup?".lirih Zain yang membuat hati Sukma kembali nyeri.
"Sudahlah ..aku malas membahas lelaki itu lagi".Sukma kembali fokus pada berkas yang ia kosulkan pada Zain.
Lelaki tampan di hadapannya masih menatap Sukma dengan pandangan aneh, hingga Sukma mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya.
"Ada apa?"
__ADS_1
Zain hanya menggeleng, tapi kemudian lelaki itu menghela nafasnya panjang, seperti ada beban yang ingin ia hempaskan.
"Katakan saja, jangan dipendam...agar kau bisa fokus dengan pembicaraan kita soal proposal dari investor ini"
"Maaf..apa saat itu kau masih istriku?"
"DEG"
Sukma terlihat gugup, matanya mengerjap tak tenang, ia ketahuan cemburu pada suami orang, matilah kau jika sebenarnya kau tak secemburu itu saat suamimu mendua dengan mantan.
"Ma amaaf.."gugup Sukma tanpa berani menatap wajah Zain.
"Kenapa?"senyum lelaki tampan itu mengembang melihat wajah Sukma yang terlihat gelisah.
"Aku tahu kau mencintai lelaki itu, sedang aku adalah lelaki yang mencintaimu, wajar jika kau lebih cemburu dan sakit hati, sekalipun aku berstatus suamimu saat itu".Zain tersenyum maklum.
"Ya Tuhan lelaki ini".Sukma makin merasa bersalah.
"Tapi aku berharap suatu saat bisa dicemburui seperti itu, dan mematahkan perasaanmu dari lelaki lain hanya untukku!".
Dipandanginya lelaki tampan yang asik membaca proposal dari investor yang mengajukan kerjasama dengannya.
"Kau sudah bertemu dengan CEO dari ExCorporation ini?"Sukma menggeleng.
"Kau ini masih mengandalkan asistenmu, belajar lakukan sendiri tugasmu.Jangan takut mencoba.Ini sama seperti saat kau menjadi Qualiti Control di ATGrup hanya kau perlu menggunakan strategi dan kepandaian melobi, gunakan instingmu untuk mengenali lawan bisnismu".Sukma mengangguk atas saran Zain yang seratus persen benar, tapi bukan itu yang ditakutkan wanita cantik itu yang saat ini wajahnya terlihat gelisah.
"Jangan bilang jika kau menyembunyikan diri karena dia!"Zain melotot melihat wajah Sukma yang gelisah.
"Jadi benar! jangan bodoh sayang.Saat ini kau pemiliknya bukan dia, dia tak akan bisa menekanmu seperti dulu! kaulah yang bisa menekan dia karena sekarang ia hanya stafmu!"
Sukma merenungkan ucapan Zain, lelaki di hadapannya itu benar, ia tak boleh lemah.Ada Zain dan juga suaminya yang akan menjaganya,sekalipun sekarang Barca jarang mengunjunginya.
Dilain tempat Susi sedang menyiapkan keperluan David untuk berangkat ke kantor.Susi tersenyum ketika melihat David keluar dari kamar mandi dengan hanya membelitkan handuk di daetah sensitifnya.Hal yang sudah biasa Susi lihat.
"Ayo aku bantu berpakaian sayang!"
__ADS_1
David tersenyum dan mengangguk, dengan tak tahu malu ia melepas handuk dari pinggangnya.Hingga asetnya terlihat gagah mengacung.
"Dia sepertinya ingin menyapa rumahnya"senyum mesum David ditanggapi kekehan oleh Susi.
"Bisa saja sayangku ini, ayo nanti telat ke kantor"
"Sebentar saja, buat ia terlelap dulu"
Susi akhirnya pasrah ketika David kembali menggarap sawahnya, walau semalam lelaki dengan hasrat tinggi itu tak henti bercocok tanam hingga menjelang subuh.
"Terimakasih sayang!"David gegas ke kamar mandi lagi untuk membersihkan sisa-sisa percintaan singkatnya.
Beberapa menit kemudian Susi sudah mengantar lelakinya ke teras rumah untuk berangkat ke kantor.Wanita kampung yang naik statusnya menjadi kekasih majikan karena berani naik ke ranjang panas majikannya itu. Susi tersenyum simpul ketika masuk ke rumah.
"Aku sudah seperti istri bagi mas David, dan aku begitu menyukai peran ini, walau saat ini mas David tidak bisa memenuhi kebutuhanku seperti dulu, tapi aku akan membantu ia berjuang agar tak terpuruk sendiri!"guman Susi seraya membereskan sisa sarapan pagi mereka tadi.
David tiba di kantor, lelaki itu tersenyum begitu netranya menangkap sosok mantan asistennya yang sudah menghadapi layar laptop dengan serius.
David kagum dengan Emil yang tak surut semangatnya, walau saat ini jabatan lelaki itu hanya sebagai staf di perusahaan yang bukan lagi miliknya.
"Kau mau dipecat, beraninya kau datang terlambat!"ketus Emil dengan tatapan kesal.
"Hanya 15 menit saja".David menghempaskan bokongnya di kursi kerjanya.Ia menangkap wajah tak suka Emil atas jawabannya.
"Mau 1 atau 5 menit tetap saja terlambat, kenapa kau kembali bossy begini, belum bisa move on!"ledek Emil yang membuat David kesal.
David menoyor kepala Emil seperti biasa ia sering lakukan, dan sikap seperti itu sudah menjadi hal wajar bagi keduanya.Membuat mereka semakin akrab bagai dua sahabat karib.
"Sembarangan saja, tadi mau berangkat tapi gue kebelet!"elak David agar Emil tak lagi banyak tanya.
"Kebelet apa kebelet, awas ya jangan cari toilet umum, bisa kena penyakit lu!" jawaban Emil yang ambigu membuat David tersedak.Emil tertawa melihat perubahan wajah mantan atasannya.Ia tahu sifat David, dan ia tak mau mantan bosnya ini mendapatkan penyakit yang memalukan.
"Sembarangan lu!"kali ini bolpoin mampir di jidat Emil, membuat pemuda itu meringis.Tapi setelahnya mereka tertawa berbarengan.
BERSAMBUNG😊
__ADS_1