
Zain memangku Arum yang masih terlelap, Sukma mencuri lihat ketika lelaki itu dengan lembut mengelus rambut putrinya.Wanita cantik itu tersenyum samar.
Setelah menikmati semangku es campur, mata Sukma benar menjadi segar kembali, entah apa karna begitu segarnya es campur sampai bisa menghilangkan kantuk atau karena hal lain.
Mereka melanjutkan perjalanan setelah Zain menyerahkan Arum ke dalam gendongan Sukma.
Di tempat berbeda David sampai di rumah, ia mendadak cangguh ketika Susi menyambutnya seperti biasa, hatinya mendadak takut jika Sukma tahu perihal Susi.
"Biar aku saja, aku harus mulai membiasakan diri mulai sekarang bukan?".
Senyum tipis du bibir David pada Susi yang berniat membawakan tasnya, wanita itu terlihat kecewa karena penolakan David.Tapi ia sadar semua karena ucapannya semalam.
"Saya ke kamar dulu, silahkan kau selesaikan pekerjaanmu".elak David ketika Susi membarengi langkahnya menuju kamar utama.
"Ada apa dengannya?, apa dia sudah tak memerlukan aku lagi?, semalam aku tak bermaksud akan cepat ke kampung, aku hanya sekedar bicara tapi sepertinya tuanku berpikir aku serius".
Susi berjalan ke dapur ketika David menutup perlahan pintu kamarnya, hati wanita kampung itu mendadak sakit atas sikap majikannya.
"Mungkin sudah waktunya aku harus pergi! tapi aku tak ingin pergi sendiri, aku ingin meminta kenang-kenangan dari tuanku".ucap Susi mantap.
Selesai mandi David menikmati makan malamnya, setelahnya ia gegas menuju kamarnya.Sebisa mungkin ia menghindari Susi.Namun sebelum ia pergi dari ruang makan lelaki itu menatap Susi yang terlihat melamun.
"Kapan kau akan pulang ke kampung?"
"DEG!"
Sebenarnya perasaan David tak enak mengatakan hal itu pada Susi, wanita yang sudah membersamai dirinya selama ini.Tapi ia tak bisa lagi menahan Susi di sampingnya, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan wanita pujaannya. Toh diantara ia dan Susi hanya sebatas kepentingan yang sama, sama-sama membutuhkan pelampiasan has rat.Tidak lebih hanya itu.
"Maaf jika aku menanyakan hal itu, karena semalam kau sudah mengatakannya, dan aku pun berniat menjual rumah ini!".
"Dijual tuan!".David mengangguk.
"Terlalu banyak hal buruk di rumah ini, sudah waktunya aku bangkit dan melupakan kenangan masa lalu".
__ADS_1
"Sebentar!".David gegas masuk ke dalam kamarnya, ia mencari sesuatu di dalam tas kerjanya.Lalu keluar menemui Susi.
"Semoga ini cukup untuk memperbaiki kehidupanmu, gunakan ini untuk membuka usaha, jangan lagi terlibat dengan lelaki sepertiku, perbaiki hubungan rumah tanggamu, jangan sia-siakan kesetiaan suamimu!".
David bergegas meninggalkan Susi yang terpaku mendengar ucapannya.Di tangan Susi ada sebuah amplop coklat yang ia yakin berisi sejumlah duit sebagai salam perpisahan dirinya dengan sang majikan.
"Bukan kenangan ini yang aku mau darimu pak, bukan ini!".jerit batin Susi nyeri.
Susi masuk ke kamarnya, ia meletakan amplop coklat dari David.Wanita itu gegas ke kamar mandi, seperti biasa melakukan ritual malamnya.
Jam menunjukan pukul 12 malam, dengan langkah pelan kaki mulus itu melangkah menuju kamar utama.Walau ia wanita kampung tapi ia bukan wanita yang tak bisa merawat diri.Ia merasa dirinya pantas disejajarkan dengan wanita kota.
Susi wanita yang tampil sangat sexy malam ini, hanya mengenakan pakai dalam dan jubah super tipis tanpa dijalin ikatannya, hingga bentuk tubuhnya yang mengoda bisa langsung dinikmati mata yang menatapnya.
"Ckleeek!".
Sosok pria yang belum tertidur itu meneguk salivanya melihat penampilan artnya malam ini, begitu indah.Sebagai lelaki yang memiliki hasrat tinggi semua itu sulit ia tolak.
"Kenapa belum tidur?".suara David terdengar parau.Nafas lelaki itu memburu melihat artnya duduk disisi ia berbaring, sikap Susi seperti menantang dirinya.
David terpaku ditempatnya, ketika Susi semakin mendekat.Lelaki itu merasa merinding melihat keberanian Susi malam ini.Tapi begitulah lelaki sulit menolak kenikmatan yang disodorkan dihadapannya.
David mengikuti permainan artnya yang begitu liar dan bi nal, saat wanita itu mencapai puncak David menghentikan permainannya dan gegas menuju kamar mandi.Entah ia merasakan sikap Susi yang tak biasa, seperti ada sinyal bahaya yang mendorongnya untuk mengakhiri permainan sebelum ia meledak di dalam.
Susi terisak ia merasa malu atas penolakan majikannya, wanita itu gegas keluar kamar utama, dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.
Malam itu Susi meninggalkan rumah majikannya tanpa menunggu subuh lagi, ia seperti tak punya muka jika harus bertemu esok hari.
"Aku tahu maumu, aku tuntaskan hasratmu, tapi tidak keinginannmu!" guman David saat melihat kepergian Susi dari balik gorden.
Di tempat berbeda mobil Zain sudah sampai di rumah mantan mertua Sukma, mereka disambut oleh kedua nenek Arum.
Karena waktu sudah terlalu malam, Sukma meminta ijin langsung ke kamar untuk istirahat. Zain mendapat kamar tamu ,berbeda dengan Sukma dan Arum yang menempati kamar mendiang Afit.
__ADS_1
Pagi hari menjelang, kedua mantan mertua Sukma menemani Sukma dan Zain sarapan.Pagi ini sabtu jadi papa mantan mertua tidak ke kantor.
Saat itulah Sukma menyampaikan keinginan sang putri yang ingin tinggal bersamanya.Awalnya kedua paruh baya itu tidak setuju jIka Arum tinggal bersama Sukma.Namun ketika Arum sendiri yang meminta, kedua orangtua Afit itu tak bisa menolak keinginan cucunya.
Bulan berlalu tak terasa tujuh purnama berganti, Perusahaan Sukma makin berkembang pesat, David menjadi orang yang terpilih menjadi kepala cabang di Sumatera tentu saja di bantu oleh Emil sebagai asistennya.
David tidak pernah mendaftar sebagai kepala cabang, tapi semua karena kemauan Sukma.Ia sengaja menjauhkan David dari dirinya sementara waktu karena dirinya tak bisa menolak pesona seorang David jika lelaki itu mendekatinya.Sukma pernah nyaris jatuh dalam pesona David sore itu.
Tapi besok ia harus datang ke sumatera untuk melakukan evaluasi jangka pendek, yang seharusnya sudah ia lakukan bulan lalu.Tapi kembali ia menggulur waktu karena rasa takut bertemu dengan David.
#Fashback Sukma#
Sore itu Sukma sudah bersiap akan pulang, ketika David menerobos masuk ke ruangannya.
"Mas ada apa?".
"Aku menyerahkan ini, nama stafku yang bisa kau setujui untuk menjadi kepala divisi di Sumatera, ia .emiliki loyalitas dan dedikasi yang baik dalam pekerjaan".David meletakan maaf berwarna biru itu di meja di hadapan Sukma..
"Baiklah, aku akan menyetujui penunjukan ini".Sukma berucap setelah membaca cv yang diserahkan David.Sukma terlihat gelisah ketika David tak melepas tatapannya barang sedetik dari wajahnya.
"Apa mas tidak berminat menjadi kepala cabang di sumatera?".
Wajah David terlihat berubah, ada rasa tak suka mendengar ucapan Sukma.David berpikir Sukma seperti berniat menjauhinya.Sedang ia bertahan selama ini di perusahaan hanya demi menunggu Sukma.Wanita pujaannya.
"Kau ingin membuangku?"
Tubuh Sukma bergetar mendengar ucapan David, bukan membuang hanya menghindar, apa ia salah?.
"Bukan begitu mas?"lirih Sukma ketika tubuh David sudah berada sangat dekat dengannya.
"Aku bertahan sampai detik ini, di sini karenamu!, aku tak pernah merasa rendah sekalipun bukan sebagai CEO diperusahaan ini lagi, semua aku lakukan karena masih menunggumu datang lagi kepelukanku!"
Jantung Sukma berdebar mendengar ucapan David yang terdengar kesal.
__ADS_1
Sukma terpaku dengan perasaan tak menentu ketika David mengecup bibirnya lembut.Rasa bersalah atas ucapannya membuat wanita cantik itu membeku.Ia mendesah pasrah ketika ciuman David semakin menuntut, dan bodohnya tubuh Sukma seakan menuntut lebih, seakan merindu sentuhan lelaki yang sampai kini pesonanya tak berubah.
BERSAMBUNG😊