Dia Ibuku

Dia Ibuku
Kabar Dari Tabib Istana


__ADS_3

Sukma menghela nafasnya kasar, ia menatap tajam lelaki di hadapannya.Ia mencoba menghargai pernikahan aneh ini, tapi mirisnya ia malah diduakan.Sekilas Sukma mengingat pernikahannya dengan Zain, ia menduakan lelaki itu atas nama janji dan cinta.Mungkinkah semua ini balasan dari perbuatannya.Yang tak bisa menghargai sebuah ikatan suci pernikahan.Pengakuan Barca ini membuat Sukma didera rasa kecewa.


"Lalu?"singkat Sukma yang membuat Barca menposisikan dirinya di hadapan sang istri.Mata lelaki tampan itu terlihat sendu menatap bola mata indah istrinya yang berkilat tajam, ada amarah tersirat disana.


"Aku iklaskan jika kau ingin menjalin pernikahan dengan laki-laki dari bangsamu!"


"DEG"


"Apa maksudmu?"


"Maafkan aku sayang, pernikahan kita ini hanya sebatas diri kita berdua, tak ada yang tahu status ini selain kita, aku ingin kau pun memiliki kehormatan sebagai istri dengan ikatan suci, seperti yang aku lakukan"


Hati Sukma mendadak mencelos mendengar ucapan Barca.Mau marah?marah sama siapa, tak ada yang patut disalahkan.Toh pernikahan mereka juga tak ia sadari, ia hanya tahu dari pengakuan Barca, karena sesungguhnya ia dan sosok di hadapannya tak bisa menyatu sampai kapan pun.Pernikahan yang tak umum dan ditentang ajarannya dan juga dilaknat alam semesta.


Malam itu tak ada yang terjadi diantara mereka, Barca tahu jika Sukma kecewa padanya.Dan ia harus jujur sebelum Sukma tahu dari yang lain.


"Aku ingin bertemu putraku!".


Barca menghela nafasnya kasar, ia takut jika penguasa agung mengetahui perihal Sukma, sedang kedua putranya saat ini dalam persembunyian karena kedatangan penguasa agung ke istana.


"Kenapa?"


"Tenanglah sayang, aku akan membawamu ke istana untuk mengunjungi putra-putramu, tapi bukan sekarang, percayalah saat aku datang kembali aku akan membawamu!"


Setelah berucap demikian, sosok Barca memghilang bersama hembusan angin.


Sukma merasakan hatinya mendadak kosong, sekali lagi ia terpuruk.Sebenarnya Barca tidak benar-benar pergi, ia hanya menghilang dari pandangan Sukma.Sosok itu merasa sangat bersalah pada wanita cantik yang membuat dirinya jatuh cinta.


Sukma terisak, yang akhirnya membuat Barca kembali menampakkan diri. Didekapnya tubuh yang bergetar karena tangis yang tertahan.


"Jangan bersedih sayang, kau tahu aku sangat mencintaimu.Aku berkata begitu bukan untuk menyakitimu, tapi aku ingin berbuat adil padamu.Kelak putra-putramu yang akan mengunjungimu dengan sendirinya".


Sukma berbalik menghadap Barca, matanya masih sembab dengan airmata.Barca mengecup lembut dan dalam kening istrinya.

__ADS_1


"Jadilah wanita kuat karena aku telah memberikan kekuasaan padamu dengan harta, pilihlah suami dari bangsamu yang memiliki sifat sabar dan tulus padamu.Aku akan selalu hadir saat kau menghendaki".suara lembut Barca membuat isak tangis Sukma kembali terdengar.Dipeluknya erat raga sosok lelaki tinggi besar itu.Sosok lelaki yang menjadikannya ibu dari dua orang putra yang berbeda dengannya.


"Kau berniat meninggalkanku?"


"Tidak sayang sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkanmu, hanya saja waktuku untukmu tak bisa seperti dulu lagi"jelas Barca sembari menuntun Sukma ke peraduan.


"Aku akan selalu jadi suamimu sayangku, tapi aku sadar jika kau pun membutuhkan sosok pria dari bangsamu, untuk mendampingi dirimu menjalani hidup. Menikahlah! aku iklas berbagi wanita yang aku cintai"Barca mengecup lembut bibir Sukma, wanita itu sontak memejamkan matanya, meresapi curahan kasih dari suami gaibnya.


Barca menuntun wanita tercintanya mengarungi kenikmatan surgawi, ia selalu bahagia bisa menuntaskan hasrat istrinya, walau gairahnya sendiri tak bisa ia tuntaskan dengan tubuh wanita tercintanya.Karena gairah liarnya hanya bisa ia tuntaskan dengan ratunya.


Sukma tertidur pulas setelah Barca mengajaknya mengaruhi kenikmatan yang melelahkan raganya, seperti malam-malam sebelumnya sosok itu akan menghilang disaat dirinya terlelap.


"Kau mengunjunginya?"


"Jangan memulai sesuatu yang akan menyakiti dirimu, dari awal kau sudah tahu jika aku selalu mengunjunginya, aku punya kewajiban pada istriku!"tegas Barca pada sosok wanita cantik dan sexy di hadapannya.


"Tapi kau suamiku, kau rajaku dan aku ratumu!!"sentak Malini kesal.


"Jangan cemburu padanya, kau tahu kau mendapatkan lebih darinya, berbagilah sedikit pada wanita yang tidak seharusnya kau jadikan sainganmu"


"Kau tahu sekali jika seorang raja, berhak memiliki banyak selir, beruntung dirimu terpilih sebagai ratu!"Barca berbisik lirih di telinga Malini, dan setelahnya memagut rakus keranuman dari bi bir ratunya itu.


Hari berganti pagi, sosok cantik itu masih terbaring di ranjang mewahnya yang dilapisi emas dan permata disetiap sudut ranjang.Entah kenapa ia ingin bermalas-malasan saja saat ini.


Malini sosok cantik dengan tubuh indahnya, mampu menyihir rajanya hingga bertekuk lutut dalam dekapannya.


"Rajaku benar dan aku akan mengikuti sarannya, bersanding dengan selir rajaku dari dunia yang berbeda lebih menenangkan, dari pada rajaku mengambil selir dari wanita di wilayah ini"


Malini tersenyum, ia suka pemikiran Barca.Ia akan menjadi satu-satunya wanita di wilayahnya bagi seorang raja setampan Barca.


Malini bergerak turun dari ranjangnya, ia berjalan perlahan ke arah kamar mandi, tapi kepalanya mendadak sakit hingga tubuhnya terhuyung.


"Pelayan!!"dalam hitungan menit seorang abdi sudah berada di dalam kamarnya, membantuk sosok Malini kembali berbaring di ranjang.

__ADS_1


"Maaf ratuku, saya akan mengabari pengawal raja untuk memanggil rajaku kemari"


Malini mengangguk, dalam gerakan cepat abdi dalam itu sudah menghubungi pengawal raja.


"Panggil tabib ke kamar ratuku!"suara keras Barca membuat pengawalnya menundukan kepala, mereka mulai bergerak ketika raja Barca meninggalkan ruangan itu.


Sesaat kemudian di dalam kamar utama, raja Barca sudah berada disamping ratunya.Ia bisa melihat wajah pucat Malini.


"Bagaimana keadaan ratuku Byung"


Wanita tua yang dipanggil Byung itu menunduk di hadapan raja Barca.


"Sebenarnya ini kabar bahagia tuanku, tapi ada sesuatu yang mengurangi kebahagian itu walau tidak terlalu berbahaya"


"Apa maksudmu?"Malini yang ikut mendengar ucapan Byung terlihat makin pucat.ia takut jika ada penyakit berbahaya dalam tubuhnya, tapi ucapan atas kabar bahagia itu! apa maksudnya?.


"Ratu kami sedang hamil tuanku, tapi tubuh ratuku sepertinya tak mampu menahan kehamilan ini..."


"Tidak..aku mampu menahan kehamilan ini, aku akan menjaganya dengan sangat baik titisan rajaku ini!"kilah Malini dengan tubuh bergetar.Ada ketakutan tetpancar dari wajahnya yang cantik.


"Maaf ratuku, hamba belum selesai menjelaskan maksud ucapan hamba"


Barca memeluk tubuh ratunya untuk menenangkan wanita itu agar tak panik.


"Ini bisa diatasi ratuku, hamba akan membuat ramuan penguat kandungan, dan ratuku harus selalu berhati-hati menjaga kehamilan ini!"


Malini bernafas lega mendengar ucapan tabib istana itu, Barca tersenyum setelah tabib istana itu selesai menjalankan tugasnya, dan keluar dari kamar utama.


"Kau dengar ucapan byung tadi, jagalah calon anak kita.Aku percaya kau lebih kuat dari Sukma, wanita dari bangsa manusia yang lemah itu bisa melahirkan dua bayiku sekaligus"Barca mengecup lembut kening ratunya.Malini merasakan hatinya sangat bahagia karena sikap Barca yang mulai berubah sangat baik setelah menjadikannya ratu di istananya.


"Aku yakin ia akan jatuh cinta padaku, setelah tahu kehamilan ini"batin Malini senang.


"Aku tak bisa bersikap sesukaku pada ratuku, karena semua akan berimbas pada wanitaku.Aku harus bisa bersikap adil pada keduanya".

__ADS_1


BERSAMBUNG😊


__ADS_2