Dia Ibuku

Dia Ibuku
Melakukan Perjalanan


__ADS_3

Di alam yang berbeda lima bocah yang berbeda peragai itu, mulai melakukan perjalanan di kala semburat senja menghiasi cakrawala.Sedari awal perjalanan Bintang nampak tak bersemangat. Wajah bocah tampan itu terlihat sendu.


"Ada apa denganmu?"


"Kau sakit?"


"Kau takut, tenang saja kami akan menjagamu"


Bintang tersenyum paksa mendengar semua tanya teman-temannya.Bocah tampan itu tak berniat menjawab, ia merasa tak enak hati akan apa yang ia lihat, tapi ia tak bisa menghakimi sikap ibunya.Ibunya mencintai lelaki bertubuh besar dan tegap itu, hingga rela melakukan sesuatu yang tak ia sadari merugikan anaknya.Anak yang tak ia sadari selalu menemani dirinya.


"Kenapa?ceritalah padaku jika kau siap!"Bintang merasakan Doan menepuk pelan pundaknya.Namun bocah tampan itu hanya menggeleng, membuat Doan tak enak hati untuk memaksanya.


Mereka bergerak ke arah utara, di mana banyak kehidupan yang semakin beda dengan mereka.Dan belum setengah jam mereka memasuki wilayah penguasa yang berbeda, terdengar suara gemuruh yang dasyat hingga membuat tubuh Bintang dan petir terlempar jauh dari tiga rekannya yang lain.


"Bintaaaaannggg!!!!"


"Petiiiiiirrr!!!"


Suara teriakan ketiganya yang terkejut akan kejadian itu terdengar begitu keras, bahkan memekakkan telinga.


Doan, Awan dan Restu melesat kearah dua temannya yang tiba-tiba saja terpental menjauh.Sampai langit kembali mengelap dua temannya belum mereka temukan.


"Bagaimana ini, kemana kita mencari mereka berdua"keluh Restu yang terlihat panik, bocah itu hilir-mudik berjalan diarah yang sama sembari terisak.


"Bisakah kau diam, sikapmu membuatku sakit kepala!"teguran cukup keras itu membuat perasaan Restu makin menciut.Mata merah Awan membuatnya bergetar hebat, lututnya bergetar seiring tubuhnya yang luruh mengawang.

__ADS_1


Awan dan Doan berpandangan, dua bocah itu menajamkan indera pendengarannya.


Entah apa yang mereka dengar, karena suasana langsung hening mencekap. Tangis Restu terhenti begitu suasana yang tiba-tiba sunyi tanpa suara ke dua temannya.


"Aaahhhhhh..tolooooong aku!!!"


"Aahhhh..sakiiiit..jangan, hikh...hikh..hikh...!"suara itu terdengar samar dan hanya mereka yang memiliki ketajaman indera pendengaran yang dapat mendengarkan suara memilukan itu.


Doan menitikan airmata entah mengapa perasaannya sangat tidak enak.Matanya kembali bersirobok dengan mata merah Awan, tapi kali ini sinar menyakitkan itu tak nampak di mata merah itu.


"Asah kemampuanmu Wan, di mana mereka berada"Doan terduduk lemas di samping Restu.Ia tak punya kemampuan lebih dibanding Awan, bocah bermata merah itu nyaris bagai penyihir yang mampu melakukan sesuatu.


Tubuh Doan dan Restu bagai terbakar, ketika Awan duduk bersila di hadapan mereka.


"Menjauhlah kalian dariku !!!"suara yang terkesan kasar dan terdengar mengema itu membuat Doan dan Restu gegas menyingkir sejauh mungkin.


Suara tangisan, rintihan semakin jelas terdengar, lambat laun tampak seorang bocah yang bersimbah darah kehitaman seperti diperebutkan banyak makhluk.Satu sosok bergerak ketakutan dan menjerit dengan tangisan yang terdengar memilukan.


Nampak Awan mengepalkan tangannya, dalam sekejap sosok seperti bola api itu melesat jauh meninggalkan dua temannya yang terpaku melihat semua prilaku bocah bermata merah itu.


"Ayo Tu!!!jangan sampai kita kehilangan jejaknya!!!"


Awan menatap nyalang tiga sosok berwujud mengerikan, mereka bertelinga panjang dengan wajah mirip celeng, hitam berbulu.Tubuh mereka besar dengan jalan sedikit membungkuk.


Tiga sosok itu menjerit begitu hawa panas membakar bulu mereka hingga ke kulit, erangan kemarahan dengan sorot mata tajam, menantang Awan.

__ADS_1


"Anak iblis, apa maksudmu menyerang kami!!!"sosok yang terlihat lebih kecil dibanding sosok lainnya, maju menyerang Awan.


Pertarungan yang tak seimbang itu tak banyak memakan waktu, dengan jilatan api dari lidah awan yang menjulur membuat sosok itu hangus terbakar menjadi abu.Dua rekannya yang menyaksikan menghilang dalam sekejap melihat peristiwa yang menakutkan bagi mereka.


"Aaauuuuuuu..siapa kau!"bocah tampan itu menelungkupkan kepalanya diantara pahanya yang sedang duduk memeluk lutut.Sungguh ia ngeri melihat apa yang terjadi di depannya, dan jangan tanya seperti apa hawa panas berada diantara sosok api yang mengerikan itu.


Bintang terus menjerit ketakutan, melihat sosok yang tak ia sadari jika itu adalah Awan temannya sendiri.Karena barusan ia menyaksikan tubuh Petir yang menjadi rebutan tiga sosok mirip celeng yang sangat mengerikan ketika menghabisi tubuh ringkih Petir.


"Hick..hick..hick..!"suara isakan itu membuat Bintang tersentak dari rasa takut yang menghantui pikirannya.


"Petiiir..!!!"suara Doan dan Restu beriringan dengan isak tangis, mereka merasa terpukul atas musibah yang menimpah teman mereka.Tubuh petir hancur menjadi serpihan karena sebagian lagi sudah dimangsa makhluk penjaga alam Barca.Alam yang tak seharusnya dikunjungi makhluk selain bala dari Tuan Barca.Sosok yang memiliki kemampuan menyerupai apapun yang ia kehendaki, dan terkenal kesaktiannya.


Awan mengajak ketiga temannya untuk menjauh dari tempat itu, ia mengedong tubuh Bintang di atas pundaknya dan melesat menjauh, diikuti Doan dan Restu.


"Kita harus mencari tempat aman karena kematian bala Barca pasti sudah diketahui tuannya".Doan dan Restu mengangguk.


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2