Dia Ibuku

Dia Ibuku
Bersama David


__ADS_3

"Pagi mas!"suara di seberang sana terdengar lembut, tentu saja itu suara wanita pujaannya yang membuat hatinya bergetar.


"Sayangku, kemarilah temani mas!"suara parau David membuat Sukma mengangguk.Namun sesaat kemudian wanita cantik itu menepuk jidatnya.


"Eh iya mas, bentar ya"Sukma tersenyum simpul mengingat sikapnya yang selalu salah tingkah di depan David, bahkan tanpa berhadapan bisa membuatnya salting, seperti saat ini.


David menghela nafaskan panjang, matanya terpejam.Hingga kembali ingatannya mengenang Danis.Wanita yang ia cintai sepenuh hati, tapi nasibnya begitu menyedihkan.Penyakit mengrogoti tubuh seksi Danis hingga menjadi ringkih.


Dulu cintanya begitu besar pada wanita itu, hingga ia bertemu Sukma ia mulai merasakan debaran di jantungnya setiap bertemu wanita cantik itu.Namun anehnya sampai saat ini David tak bisa mengartikan perasaannya pada wanita cantik.Perasaan apa sesungguhnya yang ia rasakan pada wanita cantik itu, karena ia masih bisa membagi hidupnya dengan wanita lain pada saat hatinya tersentuh oleh pesona Sukma.Sangat berbeda ketika ia jatuh pada pesona Danis, tak ada wanita yang mampu mengalihkan perhatiannya selain wanita itu.


Dan untuk Renata, sekalipun wanita itu hamil anaknya, sungguh hati lelaki itu tak pernah bergetar untuknya, yang ada hanya rasa tanggung jawab semata.Sekali pun Renata istrinya dan bakal menjadi calon ibu untuk anaknya.


"Tok..tok..tok..permisi pak!"David tersenyum mendengar suara lembut yang membuat hatinya berdebar.Lelaki gagah itu bergerak menuju pintu dan membukanya.


"Aahhh mas!"suara Sukma yang terkejut karena David mendekap erat tubuhnya secara tiba-tiba.


"Mas kangen sayang"suara David terdengar manja.


Sukma tersenyum samar, tangan wanita cantik itu mengelus lembut punggung kekar David.


"Kita duduk di sofa ya mas, aku nggak kuat menopang tubuh besarmu"keluh Sukma lirih.


David langsung membopong tubuh Sukma dan menghempaskannya lembut di sofa ruang kerjanya.Sukma hanya geleng kepala mendapat perlakuan David yang seenaknya.


David langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Sukma.Wanita cantik itu seakan maklum atas sikap David yang manja.


Dengan sayang, tangan lentik wanita cantik itu mengelus rambut hitam David.


"Hhhh...apakah salah jika aku tak bisa mengalihkan pesona lelaki gagah ini, hatiku mudah luluh oleh sentuhannya" guman Sukma dalam hati.


Tiba-tiba saja perasaan Sukma menjadi tak enak, ia merasa seperti ada yang sedang mengawasinya.


"Apa yang kau lakukan selama mas tak menghubungimu dek?"suara David mengalihkan pikiran Sukma sejenak.


"Tidak ada, hanya melakukan kebiasaan sehari-hari saja"terang Sukma lirih.

__ADS_1


"Sayang malam ini, mas ingin bermalam di rumahmu"ucapan David membuat Sukma gamang.Terus terang ada rasa takut di hatinya, namun disatu sisi ia sangat merindukan belaian lelaki pujaannya itu.


"Boleh ya dek?"David menatap wajah cantik Sukma dengan tatapan sendu.Ia tersenyum begitu Sukma mengangguk pelan.


Tak terasa waktu terus bergulir bagi mereka yang asik bercengkramah, dimana David bercerita mengenai Danis.Walau Sukma sebenarnya cemburu pada wanita yang telah mati itu, namun ia hanya bisa menahannya di dalam hati.


Rasa cinta David pada Danis terasa begitu besar, hingga dalam waktu sebulan kematian istrinya itu, David masih terus mengingat mendiang Danis.


"Apakah dengan mas bermalam di rumah, pikiran mas tentang istri mas itu bisa hilang?"lirih Sukma pilu.


"Mas tak mau pulang ke rumah sayang, mas selalu merasa bersalah jika berada di rumah"


"Merasa bersalah kenapa?".


"DEG!"


Wajah David terlihat tegang.Lelaki itu nyaris keceplosan jika ia kesal dengan istri sirih pilihan sang istri, yang ternyata justru membuat Danis pergi tanpa ia bisa mendampingi.


"Maksud mas, mas tak bisa menemaninya disaat terakhirnya!"elak David lirih.


Sukma terkejut dengan sikap David yang mengejutkan, dan membuat jantungnya berdebar riuh


"Kalau begitu, biar saya selesaikan tugas saya dulu ya mas, nanti pulang kantor kita sama-sama"saran Sukma diangguki oleh David.


Lelaki itu menurut karena pekerjaannya sendiri hari ini lumanyan padat, untung Emil banyak menghendle tugasnya.


"Saya balik ke ruangan saya ya mas"David menatap sendu wajah wanitanya yang terlihat makin cantik saja.Sebelum Sukma beranjak meninggalkannya, lelaki gagah itu menarik pinggang ramping wanitanya, dan memberi ciuman lembut di bibir ranum Sukma.


"Sudah mas, nanti keterusan"Sukma mengurai pelukan David dan gegas keluar dari ruangan bos tampannya itu.


David kembali duduk melamun di kursi kerjanya, mata lelaki itu melihat ponselnya yang bergetar di atas meja.Namun ia malas untuk mengangkatnya, Karena tertulis di layar nama Renata.


Bukan David membenci Renata, tapi ia ingin memberi pelajaran pada istri sirihnya itu.Yang ia pikir sebagai peyebab meninggalnya sang istri tercinta.


Di sebuah rumah mewah, nampak seorang wanita cantik terlihat begitu kesal menatap ponselnya.Sedari tadi ia menghubungi sang suami namun tak juga diangkat.Menurutnya sikap David mengada-gada, mereka sama tahu penyakit Danis yang memasuki stadium empat.Jadi kematian Danis mutlak karena penyakitnya.Tapi sikap David yang seperti menyalahkannya membuat wanita cantik itu kesal.

__ADS_1


"Aku harus membuka mata kak David yang bodoh itu, ia menjadi bodoh karena mencintai wanita pesakitan itu!"Renata tersenyum smirk ketika menemukan ide.


Hari menjelang malam, Sukma berdiri di depan kantor, menunggu David yang berjanji akan pulang dengannya.Wanita cantik itu merasa heran dengan supir yang biasa selalu standbay untuknya.Kenapa disaat David punya niatan mengantarnya supir itu tak pernah nampak di hadapannya.


"Apakah ia suruhan lelaki blasteran yang kerap hadir dalam mimpiku?"


"Kemana orangtua itu, sekalipun ia tak bicara padaku.Tapi aku mulai merasa dekat padanya.


Sukma merasakan hawa dingin yang tiba-tiba menyelimuti tubuhnya, dimana ia hanya mengenakan hem dan rok selutut.


Tanpa Sukma sadari ada sosok yang menemaninya, Sukma tahu sosok itu begitu tampan dengan wajah blasterannya, karena Barca sering hadir di alam bawah sadarnya.


"Kenapa mas David lama sekali?"batinnya mulai gelisah, karena suasana kantor mulai terlihat sepi.


"Sayangku kau terlihat begitu mencintainya"tangan besar sosok itu mengelus lembut pipi Sukma.


"Ya Tuhan, kenapa aku merinding begini?"


Sukma terlonjak ketika tangan kekar yang terasa dingin itu menyentuh pundaknya lembut.


"Aaahhhhh..ya Tuhan mas, bisa nggak tidak mengejutkan begini?"suara keras Sukma membuat David ikut terkejut.


"Maaf sayang, kamu sedang ketakutan ya?".


"Pakai tanya segala, mas kemana sih koq lama sekali?"Sukma mencerca David ketika mereka sudah masuk dalam mobil.


"Maaf sayang, mas ketiduran"aku David jujur.Ia memang tertidur karena semalaman di rumahnya ia tak bisa memejamkan mata, bayangan sang istri terus menghantui pikirannya.


Haaaiiii pembaca setia๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


BERSAMBUNG๐Ÿ˜Š


__ADS_2