Dia Ibuku

Dia Ibuku
Pertemuan 2


__ADS_3

Dan jangan tanya bagaimana David, lelaki mata keranjang yang mengobral kata cinta itu terus melahap nikmat apa yang sangat ia rindukan.Ia lupa pada dua wanita yang ia sudah nikahi, bahkan ia lupa jika ia akan menjadi calon ayah.


"Dek mas rindu sekali..kau rindu pada mas kan sayangku?"


Sukma mengangguk lemah dalam kungkungan David, mereka berdua terus mengurai rindu dengan cara yang salah.Atas nama cinta mereka melebur dengan sosok yang sejatinya menuntun setiap manusia untuk memiliki prilaku sepertinya.Jiwa yang suka akan perbuatan dosa.


Beberapa jam kemudian, David merasakan tubuhnya sangat sakit.Bahkan di dekat bagian sensitifnya terlihat memar kebiruan.Lelaki itu merasa aneh dengan apa yang ia alami.Tapi perasaan bahagia atas apa yang baru ia nikmati bersama wanita pujaannya, membuat lelaki itu melupakan rasa sakitnya.


"Kau kemana saja sayangku, mas hampir gila mencarimu"gombal David yang membuat pipi Sukma merona.


David memberikan kecupan lembut yang cukup lama di kening Sukma.Perbuatan David itu membuat sosok yang ada diantara mereka mengeram marah.


"Manusia celaka, aku akan membalas perbuatanmu!"


David dan Sukma yang sama lelahnya, akhirnya tertidur pulas.Mereka tak menyadari sosok ketiga yang ada diantara mereka.Sosok yang menatap keduanya dengan wajah bengis.


"Apakah belum menyadari jika kau milikku, dan hanya akan menjadi milikku. Perasaanmu pada lelaki itu hanya akan membuatmu lebih menderita sayangku!"Sosok itu membelai Sukma dengan lidahnya yang menjulur panjang.Sukma yang terbuai dalam tidur hanya merasakan jika semua yang ia rasakan hanya mimpi.Mimpi nikmat bersama lelaki yang sama pulasnya dengan dirinya.


Di tempat berbeda, dua orang lelaki berusaha membuka pintu kamar majikan wanitanya, yang sedari pagi belum juga keluar rumah.ART yang bertugas melayani majikan wanitanya yang sedang sakit itu, nampak bingung karena panggilannya beberapa kali di depan pintu yang tertutup tidak direspon, wanita paruh baya itu memanggil majikannya untuk makan siang.


"Bu..ibu..tolong buka pintunya, ibu harus makan siang!"


"Tok..tok..tok..bu..ibu...!"


Panggilan yang tak direspon itu membuat wanita paruh baya, yang sudah lama bekerja di rumah David itu panik.Ia memanggil satpam yang bertugas dirumah besar itu, hingga saat ini dua satpam itu masih berusaha membuka pintu kamar.


" Astagfirullah mang, saya lupa ada kunci cadangan!"suara bibi mengejutkan dua satpam yang masih berusaha membuka pintu dengan bahunya yang mereka adu dengan daun pintu.Wanita paruh baya itu berlari menuju kamarnya untuk mengambil kunci yang ia katakan.


"Ya Tuhan bik, coba dari tadi tidak sampai sesakit ini bahu kami!"keluh salah satu satpam.


"Maaf saya panik, jadi lupa"Bibik itu menberikan kunci yang memang ia simpan satu di kamarnya.Ia diperintah majikan lelakinya untuk membawa satu kunci, takut jika Danis mengunci pintu kamar dan berbuat nekat di dalam.Dan itu memang beberapa kali terjadi.

__ADS_1


Salah satu satpam membuka pintu kamar, mereka bertiga masuk dengan saling bertanya kenapa karena melihat kamar yang berantakan, sang bibik segera menuju majikannya yang duduk di kursi roda.Ia nampak heran dengan sikap sang majikan yang tetap pulas tertidur, walau mereka bertiga berbicara dengan suara keras.


"Bu..bu.. Astagfirullah, mang coba kau cek ibu mang!"bibik itu terlihat panik dengan wajah nampak pias.


" Innalillahi ..."guman pak satpam yang mengecek denyut nadi Danis di leher dan pergelangan tangan wanita yang wajahnya sangat pucat itu.


Beberapa jam kemudian, di kamar yang masih beraura mesum.Dua orang yang masih pulas dengan tubuh polos, mereka masih sama saling mengurai mimpi dengan tubuh saling melekat dalam dekapan.


Suara ketukan pintu terdengar riuh, dan membuat mimpi mereka berhambur diantara sadar. Mata David mengerjap dan detik berikut senyumnya mengembang. Hatinya berbunga melihat wanita cantik yang mengeliat karena terusik suara ketukan pintu.Wanita yang memeluk tubuhnya makin erat karena mengeliat.


"Sayangku bangun!"bisik David lembut di telinga Sukma.


"Ngantuk mas..."rengek wanita cantik itu mengemaskan di mata David.


David memberi kecupan di seluruh bagian wajah Sukma, membuat wanita cantik itu akhirnya membuka matanya.


"Enak tidurnya?"Sukma mengangguk dan senyum David kembali mengembang.


"Pak..pak...bapak ada di dalam!"


"Pergilah Mil, jangan menganggu dulu!kau bisa atasi tanpa mengangguku kan!"


"Baik pak..permisi!"suara langkah kaki terdengar menjauh, dan detik berikutnya suara pintu yang terdengar ditutup cukup keras.


"Dasar mesum, yang dia pikir hanya enak-enak saja, terserah aku tak peduli keluargannya mau apa situ!"keluh Emil seraya melangkah ke ruangannya.


Emil mengerutu karena kesal dengan sikap bosnya, ia memanggil bukan masalah pekerjaan kantor, tapi orang dari rumah David yang mengabarkan agar sang majikan pulang karena istrinya sakit keras.Tapi Emil keburu merajuk hingga tak perduli mau seperti apa bosnya itu.


"Sayang mas juga masih ngantuk, tapi gara-gara Emil, hilang dah ngantuknya"aku David seraya meremas lembut salah satu kembaran kenyal yang menatang milik Sukma, wanita cantik itu melenguh manja, menyulut kembali gai rah David.


Waktu terus merangkah naik, Di rumah David para ART nampak bingung karena sang majikan belum ada kabar.Sedangkan tubuh Danis sudah di bawa ke rumah sakit, tanpa David atau pun Renata.

__ADS_1


Wanita hamil itu, belum juga pulang dari perkumpulannya dengan teman-temannya.Karena sang suami tadi mengabari lewat chat jika akan lembur dan pulang larut.


"Bagaimana ini pak, apa yang harus kita siapkan, karena cara mereka berbeda dengan kita"bibik yang bertugas menjaga Danis terguguh pilu.


"Mau bagaimana, kita tidak tahu siapa keluarga mereka selain mas Emil, dan beliau pun sudah tak bisa dihubungi, biarkan saja mayat bu Danis di rumah sakit dulu, nanti biar bapak yang mengurusnya jika sudah datang"


"Begitu saja dah, lebih baik"celetuk yang lain.


David dan Sukma baru selesai mandi bersama, di kamar mandi yang ada di ruang kerja David.


Mereka segera merapikan diri dan setelahnya keluar dari kamar pribadi itu dengan David yang terus mendekap erat tubuh Sukma.


"Mas antar ya?, janji jangan menghilang lagi dari mas, atau mas akan hukum seperti tadi"David menjawil pucuk hidung Sukma dengan sayang.Membuat wanita cantik itu tersipu.


Beberapa menit berlalu mobil David sudah sampai di halaman rumah Sukma, lelaki itu turun mengantar Sukma sampai depan pintu dan Sukma menawarinya masuk, begitu pintu terbuka.


"Lain kali saja ya sayang, mas jamin kalau mas masuk besok baru keluar"kerling mata David membuat Sukma tersenyum malu-malu.


David mengecup sekilas kening Sukma dan segera pamit, Entah tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.


******


Selamat pagi pembaca setia, Author update pagi nih, mau minta votenya.


INGAT SENIN BAGI VOTEπŸ‘πŸ‘πŸ‘


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)

__ADS_1


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘


BERSAMBUNG


__ADS_2