Dia Ibuku

Dia Ibuku
Menyelesaikan masalah


__ADS_3

Sukma menatap putrinya yang sedang bermain dihadapannya, saat ini mereka sedang berada di atas ranjang dalam kamar tidur Sukma.Airmata wanita cantik itu luruh juga, bukan karena kepergian sang mantan, tapi wanita itu merasa lelah dengan hidupnya.


"Kau menangis karna ayah Arum atau suamimu yang tak juga datang sampai hari ini!"tiba-tiba saja mak Nah sudah duduk di pinggiran ranjang.


"Mak.."Sukma menatap emaknya dengan wajah sendu.


"Kau tak mau cerita?"Sukma memeluk tubuh renta itu seraya terisak-isak,wanita itu merasakan dirinya sangat malang hanya karena laki-laki.Rasanya ia sudah lelah hidup dengan manusia yang berjenis lelaki.Tapi ia masih punya setitik harap pada seseorang yang saat ini mulai masuk dalam hidupnya.


"Semoga saja lelaki itu berbeda"batin Sukma mencoba harap.


"Menangislah selagi itu bisa membuang bebanmu, karena setelah ini kau harus selalu menebar tawa, karena kamu punya tugas memberi kebahagiaan pada anakmu, dan jangan beri dia airmata, itu tidak baik untuk pertumbuhannya!"Mak Nah menghela nafasnya kasar, dadanya sesak melihat keadaan putrinya saat ini.


Sukma menghapus airmata dan juga ingusnya yang seperti berlomba untuk mewakili perasaannya.Wajah wanita cantik itu terlihat memerah karena menangis.


Hari berganti hari, pagi ini Sukma tampil dengan lebih wajah berseri.Ia sudah puas dengan tangis dan kesedihan. perihal kehidupan asmaranya yang selalu berakhir menyedihkan.


Dengan diantar Joko wanita itu menuju tempat ia bekerja, hatinya mencelos ketika melihat sang suami datang dengan wanita yang ia lihat di rumah makan tempo hari.


Dengan menguatkan hati, wanita cantik itu berniat menyelesaikan hubungannya dengan suami sirihnya, tanpa harus berlama-lama mempermainkan perasaannya sendiri.Tentu begitu kan, jika Zain sudah tak menganggapnya, apa yang hendak dipertahankan, memaksakan diri tetap jadi istri sirih, hanya akan menyakiti diri sendiri.


"Pagi mas, kau tak mau mengenalkan wanita keren di sampingmu!"tegas Sukma mengejutkan Zain.Maysa tersenyum mendengar pujian Sukma, wanita itu makin bergelayut manja di lengan Zain, tentu saja lelaki tampan itu salah tingkah dibuatnya.


"Eeh...de bb bu Sukma!"jawab Zain gagap.


"Iya pak Zain ini saya bu Sukma, bagaimana kabar anda, emak saya mengkhawatirkan keadaan anda!"Sukma menatap tajam wajah lelaki yang terlihat pias di hadapannya, Sukma tersenyum remeh.


Zain merasa tertampar mendengar ucapan istrinya, seakan mengingatkan dia tentang statusnya dan tentu saja tanggung jawabnya.


Zain hanya mampu mengangguk, ia tak bisa berkata apapun untuk membela diri, ia merasa salah.Maysa menatap bingung pada Zain yang terlihat takut pada wanita yang baru menyapa mereka.


Sebelum Sukma berbelok arah menuju ruangannya, wanita itu kembali berbalik dan menatap Zain, yang terlihat makin tak berdaya akan serangan bertubi darinya.

__ADS_1


"Oh ya pak anda memulainya dengan emak saya, jika anda gentelman selesaikan kesepakatan anda dengannya, beliau sudah resah akan janji anda dahulu!"Sukma gegas meninggalkan sang suami yang terlihat shock atas ucapannya.


"Wanita itu bicara apa sih?Yang kau punya kesepakatan janji apa pada emaknya?"


"Lupakan saja, foxus pada kesepakatan kerja kita"Maysa tersenyum dan mengangguk seakan patuh, dia berpikir kesepakatan emaknya tadi sama dengan kesepakatan bisnis dirinya dan Zain.


"Maafkan aku dek, aku betul-betul dilema dengan perasaanku"batin Zain pilu.


"Aku akan segera menemui emak, dan meminta maaf padanya!"guman Zain dalam hati.


Sukma terlihat tekun dengan tugasnya hari ini, tak sedikit pun ia memikirkan suaminya yang mengandeng wanita lain, bahkan beberapa hari ini bos besarnya yang kerap mengodanya seperti raib ditelan bumi.


Sukma masih sibuk di lapangan bersama timnya, hingga hari menjelang sore wanita cantik itu bersiap untuk pulang ke rumahnya.


"Pulanglah bersamaku!"Sukma tersentak mendengar suara yang sangat dihafalnya, lelaki tampan itu berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.


Sukma hanya menatap sekilas, ia bergerak menuju pintu keluar.Dan terlihat Zain reflek mengambil langkah mundur. Sukma tersenyum sinis melihat sikap lelaki yang masih menjadi suaminya.


"Kita pulang bersama, aku mau bertemu dengan emak"Sukma menatap Zain dengan alis mengeryit.


"Apa dia akan menyelesaikan sekarang hubungan kami, baguslah lebih cepat lebih baik!"guman Sukma dalam hati.Sukma mengangguk dan mendekati Joko terlebih dahulu yang sudah stay di halaman parkir.


"Ko..saya pulang dengannya!"Joko melirik ke arah Zain yang ditunjuk oleh dagu wanita cantik di hadapannya.


"Baik mbak, jika butuh tukang pukul saya siap menemani sampai rumah!"suara Joko terdengar nyaring, lelaki itu terlihat masih sangat kesal pada suami wanita cantik di hadapannya.


Sukma tersenyum sembari masuk ke dalam mobil Zain, lelaki yang masih berstatus suaminya itu menatap kesal padanya.


"Tidak sopan sekali ucapannya, kau berteman dengan orang seperti itu!"


Sukma melirik lelaki di sampingnya yang mulai melajukan mobilnya.

__ADS_1


"Punya rasa peduli dengan nasib orang lain bukankah itu orang yang baik, dari pada orang yang terlihat baik dan terhormat tapi sikapnya justru tidak baik!"ucapan Sukma terdengar mengejek.


Zain menghela nafaskan kasar.Ia tak menampik sindiran istrinya, ia tahu ia salah, tapi perasaan cintanya pada Maysa menutup kebaikan yang selama ini ada padanya.


Tak ada lagi pembicaraan diantara leduanya, Zain tak menyahuti ucapan istrinya tadi, dan Sukma tak mau berbasa-basi dengan lelaki yang terlihat tak sehangat biasanya.


Tak butuh waktu lama, mobil Zain memasuki halaman rumah mak Nah, ada perasaan rindu akan suasana rumah yang selalu membuat adem, namun kembali lelaki tampan itu menepisnya.


Mak Nah tersenyum lebar melihat mantunya datang, ia mengelus kepala lelaki yang memeluknya dengan tubuh bergetar.


"Maafkan saya mak!"


"Masuklah dulu..!"Mak Nah meraih tangan Zain dan mengandengnya masuk ke dalam rumah.


"Yah..ayah!"Zain tersentak ketika bocah kecil yang tadi diambil istrinya dari gendongan mak Nah, saat ini memeluk kakinya.


"Sayangku..sudah mamam!"Arum mengangguk sembari terkekeh lucu, ketika Zain mengendongnya.


Mak Nah terenyuh melihat cucunya, bocah cantik itu seperti menahan rindu pada lelaki yang ia anggap sebagai ayahnya.


"Ia rindu padamu nak!"mak Nah terkekeh dengan tubuh bergetar, hati wanita tua itu nelangsa melihat cucunya.


Zain menciumi wajah kecil yang cantik seperti ibunya, ada perasaan rindu yang besar akan suasana seperti ini.Tapi kembali ia tepis karena ada wanita yang lebih dominan dalam hatinya.


"Sini sayang sama ibu!"Sukma meraih tubuh putrinya yang masih berada dalam pelukan Zain, namun Arum mengeleng sembari mengeratkan tangannya pada leher lelaki yang ia pikir ayahnya itu.


Sukma terlihat memaksa gadis kecil itu, ia tak peduli suara emaknya yang meminta Sukma membiarkan dulu sang putri bersama Zain.


"Kita beli es krim yuk!"bujukan Sukma dan berhasil, bocah cantik itu tersenyum dan mengangguk, tangannya terlepas dari leher Zain dan merentang ke arah Sukma.


Sungguh hati Zain merasa sakit ketika tangan kecil itu melepaskan pelukan erat pada lehernya.Ia seperti tak rela.tapi melihat sikap Sukma yang jutek padanya lelaki itu hanya menurut saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG😊


__ADS_2