Dia Ibuku

Dia Ibuku
Lampu Hijau


__ADS_3

Beberapa menit kemudian pintu UGD terbuka, petugas mendorong brankar yang ditempati Danis.


"Saya mau istri saya dirawat di VIP dan beri pelayanan yang terbaik!"


"Baik pak"


Beberapa waktu kemudian, Danis sudah terbaring di ranjang empuk di ruang VIP rumah sakit.David duduk di kursi samping ranjang sang istri berada.Lelaki gagah itu terlihat merasa bersalah, ucapan dokter yang mengatakan istrinya mengalami kelelahan akut membuatnya tertampar.


"Mas..?David mengerjap mendengar suara lirih istrinya yang baru siuman.


"Sayang maafkan aku"David menciumi kening istrinya.


"Kenapa?ini bukan salahmu..aku terlalu lelah dengan pikiranku mas?"lirih Danis.


"Pikiranmu?"Danis mengangguk lemah menjawab kebingungan sang suami.


"Menikahlah dengan Re mas, nikah sirih dulu"David menatap nanar mata sayu sang istri.


"Apa pikiran ini yang membuatnya lelah akut?"batin David dipenuhi tanya.


"Mas..kau mau kan?"David akhirnya mengangguk pasrah.


Beberapa jam berlalu David sudah kembali ke kantornya karena paksaan sang istri, Danis bersikeras untuk ditemani mbok Sum dan pak Yanto supirnya, membuat David mengalah dan kembali ke kantor.


"Aku minta malam ini kau harus sudah ada disini, ingat sebelum magrib!"suara lemah itu masih terdengar mengitimidasi lawan bicaranya.


"Iya kak"Denis tersenyum samar.


Di tempat berbeda Sukma mendatangi ruangan Emil wanita itu menanyakan keberadaan Zain yang tak terlihat di ruangannya, padahal ia sudah membawa makan siang untuk sang suami.


Selesai melakukan survei lapangan Sukma mampir ke rumah makan ayam bakar sambal ijo Pak Kumis yang terkenal nyaami, niatnya ingin makan siang dengan sang suami.


"Pak Zain menemui klein bu setelah makan siang tadi!"Emil menjawab tanpa menatap lawannya, mata lelaki itu focus dengan berkas yang ia periksa.Sukma akhirnya berpamitan keluar dari ruangan Emil.Wanita itu tersentak ketika tangannya ditarik paksa oleh seseorang.


"Apaan sih mas..nanti dilihat orang!"wajah Sukma bersungut-sungut, membuat David gemas.Ya lelaki itu David ia baru tiba dan ingin mengabari Emil, tapi ia urungkan karena melihat wanita kesayangannya ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sibuk betul sayangku ini, untuk ketemu saja sulit sekali"David menarik pinggang ramping Sukma dan mendekapnya.Lelaki itu duduk bersandar di meja kerjanya.


"Mas jangan begini!"Sukma mencoba berontak tapi tenaga David tak mampu ia lawan.


"Mas rindu dek..sangaaat rindu!"David menghela nafas dalam.Keningnya menyatu dengan kening lembut Sukma.Sukma terdiam merasakan debaran di jantungnya.


"Maass...eemm"suara wanita cantik itu tertelan seiring lu matan lembut dari David.Sukma bleng seketika ia hanya diam atas perlakuan lembut David, Jantung wanita cantik itu berdebar sangat kencang sama kencangnya dengan debaran di dada David.Ini yang tak ia rasakan ketika bersama Zain, walau ia telah berusaha menumbuhkan perasaan itu.


David melepas tautannya, ibu jarinya mengelus lembut salivanya yang tertinggal di sudut bibir Sukma.Mata mereka terus bersirobok.Dan Sukma seperti terhipnotis akan wajah tampan lelaki yang sudah mengisi hatinya.


"Mas ini tidak benar"rengek Sukma manja.David hanya tersenyun tipis menanggapi ucapan wanita tersayangnya.Lelaki itu tak menghirau ucapan Sukma, ia kembali menyesap manisnya bi bir wanitanya.Sukma larut dalam permainan li dah David.


Beberapa menit kemudian de sahan dari bi bir Sukma menghiasi kamar yang ada di ruang kerja David, lelaki itu membopong tubuh wanitanya setelah yakin sang wanita larut dengan permainannya.


Dua pucuk itu menjadi santapan penuh ga irah untuk seorang David.Saat itu bagian atas Sukma sudah melesat di lantai yang dingin, begitu juga dengan David.Sorot mata keduanya sudah dipenuhi kabut bi ra hi.


"Mas jang...aaannhhhh"Sukma tak mampu menolak ketika David mencumbu bagian sensitifnya setelah David berhasil meloloskan pakaian bagian bawah wanitanya.Lelaki itupun bergerak melepas celananya.


"Sayangku mas rindu sekali.."bisikan itu lirih sembari mengulum daun telinga sang wanita.Sukma merasakan tulangnya melemah, ia tak sanggup menerjang gelombang nikmat yang terus mendera.


David mendekap tubuh polos wanitanya, bercinta dengan Sukma merupakan kenikmatan yang tak ada tandingannya.Sungguh ia mendamba wanita itu.


"Maafkan aku mas. aku mencintai lelaki ini, aku tak mampu menolak perasaan


cintaku"batin Sukma menangis.


"Sayangku...menikahlah denganku!"


"Tapi mas.."


"Kau tak usah memikirkannya, dia yang memintaku untuk menikah lagi"Sukma terdiam, ia merasa bimbang akan tawaran David.Sungguh ia ingin melepaskan rasa yang ia miliki pada lelaki ini setelah menikah sirih dengan Zain, tapi ia tak mampu..pesona David terlalu dalam bersembunyi dalam relung hatinya.ia tak mampu mengusirnya untuk keluar.Tapi dilain sisi ia merasa bersalah pada Zain.


"Sayangku.."David mecium lembut kening Sukma, beberapa detik kemudian, lelaki itu kembali menaiki tubuh wanitanya.Dan lagi-lagi Sukma tak sanggup menolak pesona lelaki yang lebih dulu mengisi relung hatinya.


Zain baru bertemu klien selepas magrib, hebat betul orang berkuasa itu dengan penerbangan yang tertunda membuat pertemuan mereka diundur sampai berjam-jam.

__ADS_1


Lelaki tampan itu hanya bisa mengerutu dalam hati, karna klien ini sangat berpengaruh untuk perusahaan.


"Maaf pak..saya membuat anda menunggu lama!"suara lembut itu mengingatkan Zain akan seseorang.


"Kau....!"


Ditempat berbeda di sebuah rumah sakit Denis mengeram marah.sampai pukul 8 malam sang suami tak bisa dihubungi.Acara yang ia buat gagal total karena sang suami tak kunjung tiba.


"Mas kamu kemana?"titik airmata sudah jatuh dari kelopaknya.


"Sudahlah mbak, masih ada banyak waktu!"guman Renata lirih.


Mereka hanya berdua setelah pak Yatno mengantar pulang penghulu yang berniat menikahkan sirih suaminya dan Renata.Sedang mbok Sum saat ini duduk termanggu di kursi depan ruang VIP.


"Mas Dav tak penah seperti ini,!"keluh Danis kesal.


"Mungkin ia sangat sibuk mbak, sudahlah aku siap kapan saja!"Danis menatap wanita cantik di hadapannya, tiba-tiba ia tersenyum samar.


"Ada apa mbak?"


"Re aku bebaskan kau merayu suamiku, buat ia terpikat padamu!"Renata membeku atas ucapan kakak sepupunya.


Bukan lantaran ia tak mau..oh jangan salah jika soal merayu lelaki Renata jagonya.Tapi ia bingung dengan pikiran Danis.Tapi jika sudah dapat lampu hijau apa lagi?.


"Aku akan membuatmu bertekuk lutut!"guman Re dalam hati.


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2