Dia Ibuku

Dia Ibuku
Hari Kelahiran


__ADS_3

Di tempat berbeda, David disibukan dengan urusan investor yang mencabut semua sahamnya. Pikirannya kacau akan semua musibah yang menimpahnya.


Lelaki itu menyerahkan semua urusan pada Emil, sang asisten, sungguh ia sakit kepala menghadapi masalah yang tak henti pada perusahaannya.


"Jadi bagaimana keputusan anda bos?"


"Tolong kau urus saja masalah investor itu, aku sungguh tak sanggup melihat perusahaan hancur"


David gegas menuju parkiran kantor, ia ingin cepat sampai rumah, melepas segala beban hati dan pikiran yang beberapa bulan ini membuat sakit fisik dan psikisnya, ia sudah tak mampu berpikir banyak tentang perusahaannya jika harus hancur, saat ini ia ingin berada dalam dekapan wanita yang selalu bersikap lembut padanya.


Tidak sampai setengah jam, David sudah tiba di rumah mewahnya.Tentu saja Susi menyambut kedatangan lelaki itu dengan senyum yang manis.Wanita itu mengambil alih tas dari tangan David.Setelah meletakan tas di tempatnya, ia menuntun David sampai ke dalam kamar, lalu mengarahkan David untuk duduk di tepi ranjang, membuka sepatu dan kaos kaki lelaki itu.Bahkan mengantikan pakaian kerjanya dengan pakaian rumah.Keseharian Susi sudah seperti seorang istri bagi David.


Susi dan David sudah biasa berbagi peluh di ranjang utama.Tapi yang aneh David selalu mengizinkan Susi jika wanita itu pulang ke kampung sebulan sekali, memang tak lama.Tapi David tahu jika Susi pulang ke kampung bukan sekedar untuk bertemu suami dan anaknya.


Susi melakukan kewajibannya sebagai istri dan ibu, melepas hasrat suaminya yang pasti membutuhkannya, karena merupakan kewajibannya.


"Sayang, besok aku akan ke kampung, mungkin agak lama?"


"Berapa hari?"David mengecup bibir Susi sekilas.Wanita itu mengeratkan pelukannya pada pinggang David.


"Sekitar seminggu sayang, karena putraku akan dikhitan"jelas Susi dengan suara manja.


"Baiklah, tapi kau harus membekali aku sampai seminggu ya, rapel"kekeh David seraya mencumbu Susi. Tentu saja wanita itu senang, dirinya sangat dibutuhkan oleh majikannya.


Sekalipun ia melayani David sampai ke atas ranjang, dan melakukannya dengan perasaan iklas dan suka, tapi wanita desa itu tak akan pernah meninggalkan suami dan anaknya, biarlah semua ini menjadi pekerjaannya di kota, dan saat di kampung ia tetap menjadi istri dari Solikin dan ibu dari Adiputra.


Hari terus merangkak hingga menjelang subuh, namun David tak menghentikan permainannya, ditambah dengan sikap Susi yang sangat binal melayaninya, membuat hasrat liar David terasa terus dipacu untuk tak menghentikan permainan.Ia ingin sepanjang malam ini bisa memenuhi dahaganya sampai seminggu kedepan.Mungkinkah?.

__ADS_1


"Gunakan ini untuk acara putramu, titip salamku buat keluargamu di kampung, maaf aku tak bisa datang diacara putramu"David meletakan segepok uang dalam amplop coklat di tangan Susi, setelah beberapa jam mereka mereguk nikmatnya bercinta.


"Sayang jangan begini, aku melakukan semuanya karena menyukainya, jangan beri aku uang, cukup sudah hadiah-hadiah mahal yang kau beri selama ini"


"Uang ini bukan untukmu, tapi berikan pada putramu!"tegas David tak mau dibantah.


Susi mengeratkan pelukannya, sungguh hatinya terharu atas perlakuan majikannya yang sangat baik padanya, jika orang akan mengatakan itu bayaran dari pelayanan Susi yang plus-plus sebagai art.Menurut Susi itu salah, karena ia tahu ketulusan dari majikannya.


"Saya akan memberi bonus tambahan" bisik Susi dengan suara sexy, setelahnya ia naik ke tubuh gagah David.Beberapa menit kemudian terdengar suara-suara kenikmatan dari bibir David Arya Tama.


Hari terus berganti hari hingga menjelang kelahiran bayi Sukma dan Barca, bayi yang di lahirkan di alam manusia, namun dibidani oleh tabib istana.Karena bayi ajaib itu tak mungkin ditangani oleh seorang dokter atau bidan.


"Selamat tuan, kedua putramu sangat sehat, mereka akan menjadi sosok yang paling tampan di wilayah ke kuasaan tuanku"tabib itu menjelaskan seraya menunduk hormat.


"Bagaimana dengan istriku?"


"Istri anda belum sadarkan diri, semenjak merasakan rasa sakit itu tuan, tapi biarlah ia pingsan, dari pada ia melihat bayinya saat dilahirkan"


Barca mencium kening istrinya dalam, rasa bahagia begitu terlihat dari pancaran matanya.Dua putra yang sehat dan tampan dari istri seorang manusia.


Ditempat berbeda Malini mengeram kesal, kelahiran dua putra calon suaminya, saat meresahkan dirinya.


"Wanita dari bangsa manusia itu kuat juga, ia bisa melahirkan dua anak dari bangsa kami"


"Aku harap Barca bersedia menabur benihnya pada rahimku, agar kedudukanku sebagai ratu lebih kuat lagi, walau aku yang akan dekat dengan dua putra Barca, tapi aku ingin memiliki keturunan dari pernikahanku sendiri"


Setelah Barca memindahkan Sukma kembali ke dunianya, tentu saja di tempat yang berbeda dari sebelumnya.Karena ia ingin wanitanya tak terjangkau dari manusia di sekitarnya.Barca melangsungkan pernikahannya yang digelar dengan sangat meriah, selama tujuh hari.

__ADS_1


Ada rasa bersalah di hati sosok tampan itu.Ia tak bisa menikahi Sukma secara adat di wilayahnya, apa lagi membuat pesta meriah untuk wanita yang ia cintai.


"Sekalipun kau tak dikenal sebagai ratu di istanaku, tapi kau satu-satunya ratu di hatiku.Dan aku akan menwujudkan itu dengan membangunkan istana untukmu di dunia".


Pergantian waktu, hari, minggu dan bulan terus bergulir, hingga saat ini.Sukma sudah bisa beradaptasi dengan kedua putranya.Keajaban kedua putranya yang baru dilahirkan beberapa bulan, membuat Sukma takjub.Jika bayi manusia baru belajar tengkurap, bayi keturunan Barca ini sudah bisa berjalan dan berbicara, layaknya anak usia 5 tahun.


Dan kehidupan wanita cantik itu mulai berbeda ketika ia kembali bekerja, namun bukan sebagai quality kontrol, tapi sebagai seorang Ceo dan pemilik saham terbesar, pada Perusahaan yang baru beberapa bulan diambil alih oleh Barca karena bangkrut.


"Aku mengizinkanmu ke kantor, namun waktumu tidak lebih dari jam pulang.Tidak ada lembur"pesan Barca pada Sukma.


"Ingat sayang, ia sekarang hanya kepala bagian di kantor"Barca tertawa renyah mengingat siapa David saat ini.


"Apakah kau tak akan cemburu jika aku bertemu dengannya?"


Barca mengeluh dalam hati, namun sesaat ia sadar jika ia tak berhak cemburu.Sukma bukan tinggal di wilayahnya, ia sekarang warga bumi.Dan orang mengenal ia sebagai janda.Tentu saja Sukma berhak jatuh cinta pada siapapun, ia tak bisa melarang.Namun ia bisa ikut andil jika rasa cemburu menguasai dirinya, ia bisa masuk dalam raga lelaki yang bercinta dengan Sukma.


"Jika ia tahu aku menjadikan Malini sebagai ratu, apakah ia akan menolakku. Suatu saat aku harus mengatakan sejujurnya jika itu bukan mauku, tapi sudah menjadi keputusan penguasa"


batin Barca dalam hati.


"Bagaimana kabar kedua putraku Bara dan Bagas?"


Sukma menatap sendu wajah blasteran yang terlihat tampan itu.Barca tersenyum, pikirannya seperti mengembara pada kehidupan kedua putranya saat ini.


"Mereka sudah sekolah"


"Sungguh?"mata Sukma mendadak berbinar.

__ADS_1


Barca mengangguk mantap, ia merengkuh tubuh istrinya seraya mengecup pipi Sukma dalam dan lama.


"BERSAMBUNG😊


__ADS_2