Dia Ibuku

Dia Ibuku
Seperti Anak Kandung


__ADS_3

Wajah tampan dengan tubuh gagah itu terlihat tegang, ia merasa kehilangan seseorang.Sejak ia mengurung Sukma di ruangannya hari itu, wanita cantik itu sulit ia temui.


"Sebentar"David menghentikan langkahnya, tangannya meraih benda kecil yang bergetar di saku jasnya, sang asisten yang berada di belakangnya pun menghentikan langkah.


"Ada apa?baiklah aku akan pulang!"


David segera gegas menuju kamarnya, dimana sang istri berada, ia segera melajukan mobilnya sendiri menuju rumah begitu mendapat telpon dari rumah.


"Ada apa ini?"


David menatap nanar wajah sembab istrinya, wanita itu terlihat habis menangis.Tapi sepertinya bukan hanya menangis karena keadaan kamar berantakan.Semua make up milik sang istri berhamburan di lantai.


"Tuan nyonya tadi mengamuk dan membuat kamar seperti ini"lirih asisten rumah tangga dengan suara takut.


"Silahlah keluar, biar aku yang mengurus istriku"David bergerak mendekat kearah sang istri.


"Sayangku ada apa?"suara David terdengar lembut, tapi suara itu tak mampu meredam amarah Denis.


"Kau tak mau menyentuhku karena kau memiliki wanita lain kan"wajah Denis terlihat sendu.


"Sayang kenapa bicara begitu?kau tahu seperti apa perasaanku!"


"Aku tak tahu perasaanmu sekarang mas"


"Sayang tatap aku!"David menangkup kedua pipi tirus Denis, hingga mata wanita itu bersirobok dengan matanya.


"Aku mencintaimu"guman David lirih.


"Buat aku yakin mas, kabulkan permintaanku!"David mengangguk mantap.


"Aku akan mengabulkan permintaan istriku,katakan sayangku apa yang kau inginkan!"


"Aku ingin melayanimu mas!"David mengeluh dalam hati, tapi ia tak bisa menarik ucapannya.Dengan terpaksa ia melayani keinginan sang istri.


Denis tersenyum bahagia di bawa kungkungan sang suami, de sahannya membuat David melupakan keadaan istrinya.Lelaki yang masih gagah diusia 42 tahun itu terus bergerak aktip melepaskan has ratnya.


"Apakah kau merasa sakit sayang?"David merengkuh tubuh kurus itu dalam dekapannya.


"Tidak..aku bahagia bisa melayani suamiku, biar aku melakukan kewajibanku ini padamu mas"suara Denis terdengar manja.David hanya pasrah walau sebenarnya ia tak tega.


"Sayang aku bukan tak ingin kau layani, tapi aku takut tubuhmu semakin sakit"David mencoba mengelak.


"Tidak mas, aku menikmati apa yang kita lakukan tadi!"

__ADS_1


David menghela nafas panjang, sikap keras kepala istrinya sangat menyulitkannya.Mendengar helaan nafas suaminya, Danis berpikir jika suaminya merasa terbebani akan dirinya.


"Mas kalau kau pikir begitu, ijinkan aku menikahkanmu dengan wanita yang bisa mengantikan diriku!"


"Apa maksudmu sayang, sudah istirahatlah jangan berpikir macam-macam"David bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di ranjang besar itu Denis merasakan dadanya sesak atas ucapan suaminya, perasaannya yang terlalu sensitif membuatnya selalu berpikir buruk atas ucapan dan sikap suaminya.


"Aku akan melakukannya untukmu mas, aku iklas jika kau bersama dia, aku akan membuatnya datang kesini"batin Denis makin menerawang.


Di tempat berbeda Zain sudah menghubungi istrinya untuk pulang bersama, dan ternyata istri cantiknya itu sedang berada di lapangan, sedari siang tadi ia masih melakukan uji kelayakan produk yang akan digulirkan bulan ini.Dasar memang Zain ia malah melajukan mobilnya menuju dimana sang istri berada.


"Kenapa kemari, sudah dibilang aku masih lama"


"Buktinya sudah selesai"Zain tersenyum melihat wajah ketus sang istri.


"Ya tapi menunggu lama kan"


Zain menggeleng sembari tangannya menarik lembut lengan sang istri dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan pulang, Zain dan Sukma tak berbicara, sepertinya mereka sedang memikirkan sesuatu.


"Mas kita cari tahu tek ya, itu makanan kesukaan emak"


Zain menatap istrinya intens"Benar? kenapa baru katakan sekarang!"


Beberapa menit kemudian mereka sedang asik menikmati sepiring tahu tek, tanpa mereka sadar mereka saling menyuapi.


"Lagi mas?"


"Boleh.. enak juga ternyata"


"Ini tahu tek langganan aku mas"Sukma tersenyum bangga membuat sang suami menoel pucuk hidungnya.


Setelah mereka menikmati sepiring tahu tek kembali, Zain melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.Lelaki itu tersenyum melihat sang istri yang terlihat mengantuk.


"Tidur saja dek kalau ngantuk!"


Sukma menganggukan kepalanya pelan, dan tak perlu waktu lama wanita cantik itu sudah terlelap, sepertinya efek kekeyangan tahu tek.


Puluhan menit berlalu, mobil Zain memasuki halaman rumah.Lelaki tampan itu tersenyum melihat sang istri yang terlihat pulas dengan dengkuran halusnya.


"Mak ini tahu tek buat emak, Arum mana mak?"

__ADS_1


"Arum sudah tidur dari magrib tadi, mana istrimu?"Mak Nah celingukan mencari putrinya.


"Sukma tertidur di mobil mak, ini saya antar tahu tek dulu"Mak Nah tersenyum mendengar penjelasan sang mantu.


"Ya sudah bawa saja langsung ke kamarnya, manja betul jadi istri"mak Nah terkekeh mengolok anak mantu kesayangannya.


"Mas.."suara Sukma terdengar serak, matanya mengerjap ketika tubuhnya dibaringkan perlahan di kasur yang baru diganti dengan yang baru oleh sang suami.


Zain menelan salivanya mendengar suara yang terdengar sexy di telinganya.


"Adek tertidur di mobil, jadi mas pindahkan"terang Zain dengan wajah masih sangat dekat dengan sang istri.


Wajah Sukma mendadak memerah, wanita itu tersipu merasakan hembusan nafas sang suami.Entah siapa yang mulai bi bir mereka sudah saling lu m@t, de sahan keluar dari bibir manis sang istri membuat lelaki tampan itu semakin bersemangat mengurai gairah.


"Ma..Maaa"suara di depan pintu kamar itu membuat aktivitas sepasang suami istri itu terhenti.Sukma mengulum senyum melihat wajah Zai yang terlihat kesal.


Baru kali ini ia melihat sang suami kesal pada emaknya, biasanya Emak dan Arum selalu menjadi prioritasnya.


Sukma gegas turun dari spring bed


yang baru pagi tadi di antar ke rumah, sebagai pemberian sang suami.


"Kreeekkk!!!"


"Sukma melihat emaknya yang terlihat lesu tak seperti biasanya.Sepertinya ada yang tak beres dengan emaknya.


"Keroki emak Ma, badan emak terasa remuk"mak Nah tertunduk menatap wajah putrinya, sungguh ia tak bermaksud menganggu kebersamaan Sukma dan zain.Tapi apa boleh buat ia tak sanggup menahan rasa sakit di punggungnya.


"Iya mak, bentar aku ambil minyak gosok dulu"mak Nah mengangguk dan gegas menuju kamarnya.Sukma yang kembali masuk kamar membuat sang suami tersenyum smirk.


"Mas aku ngeroki emak dulu, silahkan mas tidur lebih dulu jika sudah mengantuk".Sukma tersenyum mengejek.


Zain menatap istrinya yang keluar dari kamar dengan membawa minyak kayu putih di tangannya.


"Ya Tuhan mak, kenapa menganggu ritual yang bahkan baru dimulai"


Zain menghempaskan tubuhnya kasar di ranjang baru mereka.Setengah jam kemudian terdengar suara dengkuran Zain.


Pagi menjelang Sukma sekeluarga sudah siapkan sarapan pagi, wanita cantik itu tersenyum samar melihat roman suaminya yang bertampang masam, wajar karna semalam sajennya belum lengkap.


Kami berangkat mak, Arum cium papa yuk"Zain meraih bocah cantik itu dalam gendongannya.Lelaki tampan itu menciumi wajah cantik anak sambungnya.


"Nurut sama emak ya, jadi anak pinter"

__ADS_1


"Iya"Arum terkekeh ketika Zain menciumi pipinya.mak Nah dan Sukma terharu melihat kehangatan mereka, sungguh seperti hubungan anak kandung dan ayahnya.Tapi justru Afit tak seperti itu pada anaknya.


BERSAMBUNG


__ADS_2