Dia Ibuku

Dia Ibuku
Kisah David Arya Tama


__ADS_3

Tangan Sukma meraih handle pintu, perlahan ia melihat situasi di luar yang mulai sepi, ketika tubuhnya berbalik keningnya ketempelan bibir Zain.


"Modus"gerutunya yang membuat Zain tersenyum gemas.


"Rezeki itu yang"


"Ayo kita pulang, mas antar sampai masuk rumah dan menyerahkan pada emak!"sindir Zain atas kebiasaan David.


"Ngiri saja sukanya"Zain terkekeh.


"Nggak ngiri sayangku, ngiri kalau dia gentleman ngantar kamu sampai di hadapan emak!"


Sukma hanya mencibir sindiran Zain, walau apa yang diucapkan Zain ia akui benar.


"Nanti langsung balik kalau aku sudah di rumah, nggak usah mampir"warning Sukma ketika sudah berada di dalam mobil Zain.


"Koq gitu, kamu nggak kasihan sama anak aku, dia pasti kangen pengen peluk ayahnya"Zain mengerling megoda Sukma.


Ucapan Zain menohok perasaan Sukma, ia tahu betul keakraban putrinya dengan lelaki di sampingnya.


"Yang kita beli martabak dulu ya, buat emak sama Arum"


Hati Sukma mendadak melow, sebegitu pedulinya Zain pada emak dan putrinya, bukan bermaksud membandingkan Afit dan bahkan David yang tak pernah mengingat emaknya.


Sukma mengangguk dan hanya pasrah, ketika Zain mengacak rambutnya dengan lembut.


*****


Hari ini putusan Cerai keluar, Sukma bernafas lega, salinan surat cerai akan dikirim ke pihaknya dan tergugat melalui kurir dari Pengadilan Agama.


Sukma bersujud dipangkuan emaknya, tangisnya pecah, bukan lantaran putusan hakim, namun kesedihan akan putrinya yang jelas akan semakin jauh dari ayah kandungnya.


"Salahkan jika perceraian ini membuat hubungan ayah dan anak menjauh?"


"Tuhan punya jalan yang tentu lebih baik untukmu dan Arum nak, jalani saja, banyak-banyaklah bersyukur, kau tahu perbuatan suamimu lebih cepat dari yang kau kira, itu sudah garisanNya agar kau bisa segera mengambil langkah dari kegilaan Afit!"nasehat mak Nah membuat Sukma merenungi kembali pernikahannya.


"Berpikir dua kali untuk jatuh kelubang yang sama, kenali pasanganmu kelak sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan!"


Sukma mengangguk dan kembali menyandarkan kepalanya di pangkuan mak Nah.

__ADS_1


Beberapa bulan berlalu setelah lerceraian.


Di ruang kantornya David terlihat kesal, karena akhir-akhir ini Sukma sulit untuk ditemui, beberapa kali ia menyuruh Emil mencari wanita itu, selalu tak ada di tempat.Karena memang Sukma sekarang tidak lagi sebagai karyawan biasa ia sudah diangkat menjadi quality control setelah keberhasilannya di cabang selatan.


"Aku harus mencari cara agar ia tak bisa menghindar lagi"geram David dengan wajah memerah.


"Emiiil..masuk!"suara David terdengar ketus diinterkom ruang kerjanya.


Beberapa detik kemudian Emil masuk dengan wajah tegang, jika bos bersuara macam tadi ia tahu suasananya sedang tidak baik.


"Iya bos, ada yang harus saya lakukan?"


"Sampaikan pada semua bagian produksi untuk hadir besok setelah pulang kerja, kita meeting!"


"Baik bos saya buat jadwal dan akan mengirimnya ke bagian produksi"Emil mengangguk patuh dan berpamitan keluar, karena ia tak mau mendapat imbas dari kemarahan bosnya.


Sukma masih asik membuat dokumentasi inpeksi dari produk perusahaan, ketika Zain masuk ke ruangannya.


"Kau tahu bos akan melakukan meeting besok dibagian produksi?"


Sukma menggeleng karena ia sedari tadi mengerjakan tugasnya dengan kehati-hatian, takut terjadi kesalahan.


"Besok setelah pulang kerja!"Sukma hanya mengangguk sembari asik menyelesaikan tugasnya yang tinggal memeriksa ulang.


"Selesaikan tugasmu, baru kita bicara!"Zain meninggalkan wanita cantik itu dengan duduk manis di sudut ruangan.


Sukma menatap lelaki itu dengan acuh dan kembali pada kegiatannya.


"Aku merindukanmu kak, jangan menolakku lagi, percayalah aku mampu"wanita dengan wajah tirus itu terlihat tua dari usianya,tubuhnya memang terlihat lemah tapi dari sorot matanya wanita itu terlihat berambisi.


"Aku takut menyakitimu sayang"suara lelaki gagah itu terdengar lembut.


"Aku mohon kak nafkahi aku!"


"Deeeg"


Jantung lelaki itu berdebar kencang mendengar permohonan wanita yang ia cintai, wanita yang menjadi cinta pertamanya.Ia merasa bersalah karena mengabaikan kewajibanya.Tapi tidak! ia bukan mengabaikannya hanya saja ia takut menyakiti fisik istrinya.


"Lakukan kak!"

__ADS_1


Tetes airmata membasahi wajah tampan itu, ia perlahan mendekat menautkan bibir yang selama setahun ini tak ia sentuh karena rasa cintanya yang besar.


"Jika terasa sakit katakan saja, aku akan berhenti!"


Wanita itu hanya mengangguk dengan senyuman.Dan beberapa puluh menit kemudian suara ******* mengisi sepi yang biasa tersuguh di ruangan itu.


"Aku mencintamu kak, jangan tinggalkan aku!"


"Tidak akan sayang, kau tahu aku sangat mencintaimu, apakah ini sakit sayangku?"


"Tidak kak aku menyukainya, aku merindukan semua ini kak!"


"Maafkan aku sayang, aku tak tahu jika kau begitu menginginkannya"suara ******* terselip diantara kehangatan pembicaraan mereka.


"Kak aku hampir sampai!"


"Kita sama-sama ya sayang!"


Tetes airmata mengenang di sudut mata lelaki tampan itu, lelaki berusia 42 tahun ia seorang Ceo di perusahaan sukses saat ini.Dia David Arya Tama, yang begitu mencintai istrinya yang divonis menderita kanker darah yang usianya bahkan sudah ditentukan dokter.


"Maafkan aku"guman David dalam hati, ia begitu mencintai istrinya, hingga ia berdusta jika ia telah klimat atas hubungan yang barusan mereka lalui.


David perlahan turun dari ranjang, ia menuju kamar mandi.setelahnya lelaki itu keluar menuju balkon dengan mengenakan kimono.


lelaki gagah itu merenungi perjalanan hidupnya, hubungan dengan sang istri yang tak juga diberi keturunan diperjalanan rumah tangganya yang sudah berjalan 12 tahun.


Dan saat ini perasaannya yang mengebu-gebu pada wanita cantik yang kerap ia impikan setiap malamnya.


"Aku tak tahu perasaan apa yang kupunya untuknya, tapi yang jelas aku begitu ingin menyatu dengannya"


"Apa karena selama ini kebutuhanku tak terpenuhi?"


David tersentak ketika tangan lembut itu melingkar di pinggangnya.Lelaki gagah itu berbalik dan memeluk erat tubuh istrinya.


"Kita masuk ya, udara malam tak baik untukmu"


"Nanti saja kak, aku masih ingin menikmati bintang denganmu"suara wanita itu terdengar manja.


David mencium kening wanitanya dengan lembut dan lama, lalu turun ke mata dan bermuara ke bibir kering wanitanya, pagutan itu sangat lama karena wanitanya terus mengeksplor isi di mulutnya.

__ADS_1


"Kau melihatnya?"


BERSAMBUNG


__ADS_2