
Maaf kak aku kesiangan, tunggu di dalam yuk..aku mandi dulu"tangan gemulai Maysa menarik lembut tangan Zain masuk ke dalam kamar.
Bagai kerbau dicocok hidungnya, Zain menuruti kemauan Maysa.Entah apa karna tak enak hati menolak atau karena masih adanya rasa di hati lelaki itu pada Maysa mantan istrinya.
Zain terhempas di sofa tunggal begitu tangan lembut Masya mendorongnya pelan.Lelaki itu seperti kehilangan akalnya ketika berhadapan dengan Maysa.
"Aku mandi dulu ya kak"Maysa mengecup pipi Zain sekilas dan gegas menuju kamar mandi, Senyum simpul tersemat di bibirnya, tapi tidak untuk Zain lelaki itu malah diam terpaku.
Pikiran Zain melayang kebeberapa tahun lalu ketika Maysa masih menjadi istrinya, perlakuan manis wanita itu membuatnya lupa diri, wanita yang ia nikahi karena cinta.Dan karena cinta pula ia melepaskan Maysa hingga ia sulit untuk mencintai wanita lain, namun kehadiran Sukma membuat ia berusaha membangun perasaan itu kembali.
Zain menghela nafas panjang, ia bimbang dengan perasaan saat ini.Haruskah ia menuruti hati untuk merasakan setitik nikmat?.Haruskan ia bertahan dengan perasaan yang belum pasti?.
"Melamun kak?"tangan yang terasa dingin karena baru selesai mandi itu menyapa lembut di pipi Zain.
"Maaay...!Zain menarik lembut tangan May dan membuat wanita itu terduduk di pangkuannya.
Zain menatap wajah cantik mantan istrinya, namun cinta di hatinya tak akan pernah jadi mantan.Maysa yang masih mengenakan bathrobe berwarna putih itu tersipu atas sikap manis Zain yang selalu membuatnya tersanjung.
"Kak...kkaa eemm"Masya tak melanjutkan ucapannya, bi bir Zain membungkam lisannya begitu lembut.Pagutan lembut menyambut pagi Maysa.Hingga tak sadar pagutan itu beralih liar.Zain menghentikan pagutannya ketika tangan Maysa menepuk lengannya.
"Aku bersiap dulu ya kak, nanti kita telat" wanita cantik itu mengerling dan gegas meninggalkan Zain.Zain menyandarkan kepalanya di kepala sofa, ibu jarinya mengusap lembut bibir yang barusan menikmati sesuatu yang dulu sangat ia sukai.Senyum mengembang di bibir lelaki tampan itu, hatinya masih bergetar hebat ketika berada dekat dengan mantan istrinya.
"Aku selalu mencintaimu May, perasaanku tak pernah berubah, sekalipun ada yang lain di dalam hidupku"batin Zain.
"Maaf dek"gumannya nyaris tak terdengar, ada perasaan bersalah pada sang istri atas perasaannya yang sekarang mendua.
"Ayo kak aku sudah siap!"Zain menatap kagum pada sosok wanita cantik di hadapannya.Reflek tangan lelaki itu merengkuh pinggang Maysa dan sebuah kecupan yang lembut mendarat di kening mulus sang wanita.
Di sebuah rumah besar dan mewah, seorang wanita yang duduk di kursi roda terlihat menikmati perlakuan manis dari lelaki tercintanya.
"Ayo sekali lagi..!"David mengarahkan sendok makan itu ke arah mulut Danis.Wanita itu menurut titah sang suami, membuka mulut dan mengunyah makanan dengan pelan.Baru kemarin wanita ringkih itu pulang dari rumah sakit bersama Renata, wanita yang ia siapkan untuk sang suami.Yang ia harap bisa membuat sang suami membuka hati.
__ADS_1
"Mas tak usah ke kantor ya, aku ingin mas menemaniku hari ini"
"Sayang pekerjaan mas sedang banyak"keluh David mengelak permintaan sang istri, karena ia mencoba menghindari bertemu Renata.Wanita yang menurutnya cukup berbahaya karna bisa memperdaya dirinya.
"Kan ada Renata yang akan menemanimu"David mengelus pipi istrinya yang nyaris tinggal tulang.Ia tak tega melihat mata sendu itu menatapnya penuh mohon.
Danis menguatkan hati untuk tak menangis, tapi matanya sudah terlihat mengembun.David menarik tubuh ringkih itu dalam pelukannya.
"Mas janji akan pulang cepat!"Danis mengangguk mendengar ucapan suaminya, mereka saling memberi kekuatan sebelum David berangkat bekerja.
Danis menatap punggung kelar itu yang menjauh menuju pintu keluar.Tanpa mereka tahu sepasang mata menyaksikan interaksi keduanya.
"Kak David begitu setia dengan wanita pesakitan itu!"
"Re kau sudah bangun?"Danis menatap wanita yang berjalan pelan ke arahnya, sinar mata wanita itu terlihat berbinar.
"Ya kak... dari tadi, tapi aku tak mau menganggu keromantisan kalian"kekeh Renata.Danis tersenyum mendengar perkataan adik sepupunya.
"Kakak masih belum mampu berjalan?"
"Mampu saja Re, tapi kakak iparmu melarang kakak, kau seperti tak tahu saja jika kakak iparmu begitu protektif padaku"
"Iya kak aku lupa"kekeh Renata.
"Re, siapkan dirimu untuk malam ini.lakukan seperti saranku waktu itu"
"Iya kak, semoga saja rencana kali ini berhasil"jantung Renata berdebar membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti malam.
"Aku yakin akan berhasil Re"mata sendu Danis menyiratkan sesuatu.
"David akan pulang cepat hari ini gunakan waktu ini sebaiknya"Renata mengangguk pelan seraya tersenyum smirk.
__ADS_1
Di kantornya lelaki yang baru saja datang itu, langsung menghempaskan bokongnya kasar.Secangkir kopi pahit menemani paginya setelah Emil dengan sigap menyiapkan kebiasaannya setiap pagi.
"Aku sudah merindukannya pagi ini" gumanan terdengar dari bibir lelaki 42 tahun itu.Pikran mesum yang terlalu dini membuat lelaki itu mencari tahu keberadaan wanitanya.Tangan David menekan tombol interkom.
"Kau tahu dimana dia?"
"Di lab pak?"
"Katanya padanya jika sudah selesai, segera ke ruanganku!"
"Baik pak!"
Lelaki muda yang masih melajang karna tak punya waktu untuk mencari kekasih itu mengerutu tak jelas, siapa lagi objeknya jika bukan sang bos yang arogan.
"Dasar lelaki mesum, sepagi ini bukannya bekerja malah ngelantur pikirannya"
Hebatnya Emil ia dapat menebak pikiran bosnya, walau hanya bicara lewat interkom, atau karena terlalu seringnya mendapat tugas yang sama hingga lelaki itu hapal kebiasaan sang bos yang akan mengurung Sukma di dalam ruangan kerjanya berjam-jam.
Di dalam laboratorium nampak wanita cantik ditemani 3 orang lelaki yang sedang focus melakukan penelitian produk.Wanita yang sedari tadi kembali merasakan tengkuknya merinding.
"Ada apa ini?"batin Sukma bingung.Ia mencoba focus dengan pekerjaannya.
"Setelah ini cek ke lapangan ya bu, untuk produk yang diluncurkan bulan ini"
"Iya..seprtinya tak lama bisa kita lihat hasilnya Bob"jawab Sukma pada rekan lelakinya yang bernama Boby.
Hari menjelang sore David mengerutu karena tak bisa bertemu wanitanya, padahal ia sudah berharap bisa melampiaskan hasratnya pada wanita pujaannya, tapi panggilan dari istrinya membuatnya harus segera balik ke rumah.
"Iya sayangku, aku sudah di parkiran"David mendengus kesal atas sikap istrinya yang tak sabaran.Ketika lelaki itu hendak menghidupkan mesin mobilnya matanya tak sengaja melihat mobil sepupunya baru tiba di parkiran.Lelaki itu tersenyum smirk melihat sang sepupu yang turun dengan seorang wanita.
"Kau masuk kedalam lubang yang sama!"
__ADS_1
BERSAMBUNG