
Setengah jam kemudian, David telah sampai di rumah.Biasa keadaan rumah sepi, karena beberapa pelayan sudah kembali ke kamar mereka yang terletak di bagian belakang yang terpisah dari rumah besar itu.Hanya ada satu pelayan yang stand by di rumah besar itu.
David melangkah masuk ke dalam kamarnya, Rasa lelah karena pekerjaan yang menumpuk, serta kepalanya yang tadi pusing, seketika menguar.Matanya menatap tak percaya akan kehadiran wanita ayu di dalam kamarnya.
David meneguk salivanya, menatap wanita yang tak biasa ia lihat dengan pakaian sexy.Rasa yang terpendam lebih setahun ini, tiba-tiba terbit kembali.
"Apa yang kau?"
"Biarkan saya melayani tuan, saya tahu seperti apa rasanya tak melepas rasa sekian tahun"suara lembut itu mengelitik naluri liar dari lelaki yang lama tak meneguk surgawi.
"Tapi.."
"Jangan pikirkan lainnya, malam ini saya milik tuan"
Kata orangtua dulu, cinta datang karna seringnya berjumpa.mungkin itu pula yang dirasakan Susi.Diam-diam wanita itu mulai merasa nyaman melayani majikannya, hingga ia merasa perlu meningkatkan pelayanan untuk memberi kesan pada sang majikan.jika ia bukan hanya peduli pada penderitaan hidup sang majikan, namun juga kebutuhan batin majikannya.
Malam kian merangkah naik, sepasang sejoli masih terus merajut asa.Mereka berdua sama-sama haus akan belaian, hingga saat ini mereka melampiaskan nya tanpa kenal lelah.Dan ingat David tidak melupakan cintanya pada pujaan hatinya, saat ini ia hanya memenuhi kebutuhannya.tanpa cinta.
Mentari mulai menyapa kediaman mewah David, suara kicau burung terdengar bersahutan.Pun kesibukan para penghuni rumah, mereka beraktivitas tanpa perlu lagi dikomando.
Tapi di dalam kamar utama, sepasang sejoli masih lelap dalam tidurnya, berbagi selimut setelah lelah mengayuh rasa.
"Tok..tok..tok!"
Suara ketukan di pintu kamar itu, membuat netra sang lelaki terbuka.Ia tersenyum melihat Susi yang masih lelap dalam pelukannya.
Dengan perlahan David turun dari ranjangnya, mengenakan boxernya dan gegas membuka pintu, yang sudah dua kali diketuk kembali.
"Saya tidak ke kantor, hari ini saya ingin istirahat, katakan pada yang lain jangan mendekati kamar ini!"titah David dengan lirih.Agus, lelaki yang mengetuk pintu itu mengangguk paham.Dan gegas menjauh dari kamar sang majikan.
David kembali naik ke ranjang, ia kembali masuk ke dalam selimut yang sama dengan artnya.Lelaki itu menatap lembut wajah polos Susi.Wanita yang jika terus dipandang tidak akan membuat bosan, apa lagi mendengar tutur katanya yang lembut.Membuat David bisa betah bersenda gurau dengan artnya yang satu ini.
__ADS_1
Lelaki itu menepis anak rambut di kening Susi, ia kembali teringat ucapan wanita ayu itu, jika ia akan siap menjadi pelepas rasa majikannya, tanpa bayaran karna ia pun menginginkannya.
David paham jika wanita menikah pasti merindukan hal itu, begitu pula lelaki seprtinya.
David memberi kecupan lembut di kening Susi, membuat wanita itu mengerjapkan matanya perlahan.Rona merah di pipi Susi yang putih, membuat David gemas.
"Tuan"suara serak wanita dihadapannya, kembali mengusik sisi liar seorang David.Suara Susi terdengar sangat sexy.
"Jika hanya berdua, jangan panggil tuan, sayang"wajah Susi merona mendengar panggilan sayang dari majikannya.
"Panggil apa?"suaranya dibuat sedemikian sexy dan manja.David terkekeh.
"Koq diketawai ..?"Susi menutup wajahnya malu, Tapi detik berikutnya David sudah membungkam bibir manis Susi.
Di tempat berbeda, nampak seorang lelaki yang telaten membersihkan makam mak Nah.Rasa bersalah atas kepergian wanita tua itu tak pernah hilang dari hatinya.
Ia hanya bisa mendatangi makam mantan mertuanya, untuk menebus rasa bersalahnya.Dan tak pernah lupa memberikan setangkai mawar putih sebagai rasa sayangnya pada mak Nah.
"Andai ada cara untuk menebus rasa bersalah ini, aku akan melakukannya mak"
Seperti itulah kebiasaan Zain semenjak Sukma menolaknya, lelaki itu tak pernah luput sehari pun untuk tak mengunjungi makam mak Nah.Mengobrol dengan makam yang jelas tak akan menjawab tanyanya, namun aneh Zain malah menyukainya.
Sebenarnya ia pun rindu pada Arum, putri sambungnya, tapi ia tak tahu dimana putri cantiknya itu berada.
Zain seketika teringat akan keluarga Sukma yang ada di dekat tempat tinggal mak Nah, ia berharap pakde Dar yang menikahkan dirinya dulu, mengetahui keberadaan Arum.
Zain mengetuk pintu rumah pakde Dar begitu ia sampai sepulang dari makam, rumah yang pernah ia datangi dulu bersama mak Nah, untuk meminta sang pakde sebagai wali nikah bagi Sukma.
"Totk..tok..tok..tok..toook!"
"Iya..iya. sebentar!"suara sahutan terdengar cukup keras dari arah dalam rumah.
__ADS_1
"Eh nak Zai..suaminya Sukma ya, ayo silahkan masuk!"
Wanita yang Zai ingat sebagai istri pakde Dar, bertutur ramah, menarik lembut tangannya untuk masuk ke dalam rumah.
"Duh sudah lama ya nggak pernah lihat nak Zai, sekarang nggak tinggal di rumah mak Nah lagi"
Zain mulai akrab dengan istri pakde Dar, tak lama kemudian pakde Dar keluar dari dalam kamar, lelaki itu seprtinya baru saja mandi sore.Zain akhirnya menyampaikan maksudnya, untungnya pakde Dar dan istrinya sepertinya tak mengetahui perihal hubungannya dengan Sukma dan emak.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, lelaki itu berpamitan pada pasangan suami istri yang terlihat sehat, walau usianya tak muda lagi.
Di alam yang berbeda dengan kehidupan manusia, terlihat Barca duduk bersama istrinya di atas ranjang.Mereka terlihat berbincang.
"Bagaimana menurutmu sayang?"
"Aku tak masalah mas, tapi bagaimana dengan anak-anak kita jika aku kembali ke duniaku, siapa yang akan mengurus mereka".
"Jangan khawatir sayang, mereka bukanlah keturunan manusia, mereka akan menjadi bagian dari kami disini, jadi adek tak perlu mengkhawatirkan semua itu"
"Aku tak sanggup jika harus berpisah dari mereka"
"Kau tak akan berpisah dari mereka sayang, hanya saja mereka tinggal di sini, tapi setiap harinya mereka akan selalu datang padamu, kau belum mengenal keajaiban mereka"
"Baiklah aku bersedia, tapi apakah mas akan selalu menemaniku?"Barca mengangguk.
Sebenarnya hatinya sakit harus mengembalikan sang istri ke alamnya, tapi yang menakutkan bagi Barca jika Sukma tahu ia akan menikah dengan Malini.Terlebih pernikahan itu diberkati oleh penguasa agung.Tentu semua warga istana dan juga penduduk di wilayahnya akan melakukan prosesi pernikahan yang megah.
Sukma akhirnya mengalah, bukan ia tak ingin kembali ke alamnya, tapi ia takut bertemu dengan lelaki yang sudah menyakitinya.Takut?takut terpedaya kembali karena kelamahan hatinya.
"Tenanglah sayang, kau tak perlu khawatir akan hal itu, aku akan membangunkan istana untukmu, beserta kehormatan yang akan membuat manusia tunduk padamu"
BERSAMBUNG😊
__ADS_1